Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Dari Dolly hingga Sidokumpul: Simbol Prostitusi di Surabaya Ditutup, Aktivitas Esek-eseknya Enggan Kukut

Tiara Uci oleh Tiara Uci
24 Juli 2023
A A
Dari Dolly hingga Sidokumpul: Simbol Prostitusi di Surabaya Ditutup, Aktivitas Esek-eseknya Enggan Kukut

Dari Dolly hingga Sidokumpul: Simbol Prostitusi di Surabaya Ditutup, Aktivitas Esek-eseknya Enggan Kukut (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah ada masanya di mana Dolly lebih populer dari Kota Surabaya itu sendiri. Gang Dolly pun mendapat julukan prostitusi terbesar di Asia Tenggara. Dolly itu unik, banyak orang mengatakan tempat ini adalah sarang kemaksiatan, tempat di mana Tuhan enggan masuk dan mengetuk hati setiap orang yang terlibat aktivitas esek-eseknya.

Namun, tak banyak yang tahu jika Dolly—saat masih ada prostitusi di sana—adalah salah satu kampung yang mengumpulkan sumbangan paling banyak ketika ada aktivitas sosial atau bencana kemanusiaan di Surabaya ataupun kota lainnya. Jangan dikira masjid di area ini sepi, atau suara orang mengaji tak pernah terdengar. Dolly tetaplah sama dengan kampung-kampung di Surabaya pada umumnya yang meriah dengan lomba anak-anak saat Agustusan dan ramai tadarusan saat bulan Ramadan.

Perbedaan tempat ini dengan kampung lainnya hanya satu, yakni saat malam tiba. Beberapa rumah di Dolly berubah menjadi akuarium yang menampilkan perempuan dengan pakaian meriah dan sedikit menggoda. Saya bilang sedikit karena seingat saya, saat saya melewati kawasan ini, hampir nggak ada perempuan yang menggunakan bikini. Umumnya para perempuan ini memakai rok pendek dan baju ketat lengan pendek. Atau, ada juga yang mengenakan terusan model si manis jembatan Ancol dengan sepatu hak tinggi.

Lokalisasi yang melegenda tersebut kemudian resmi ditutup oleh Tri Rismaharini pada tahun 2014 silam. Gang Dolly yang meriah dan gemerlap tak lagi ada. Gang ini kemudian dijadikan sentra UMKM oleh Pemkot Surabaya dan digadang-gadang sebagai kampung yang bersih dari praktik asusila dan kampung yang ramah anak.

Simbol prostitusi ditutup, aktivitasnya masih ada

Saat Dolly akan ditutup pada tahun 2014, beberapa pihak menentangnya dan sempat terjadi bentrokan antara warga dan aparat berwajib. Penutupan Dolly dinilai akan berimbas buruk pada PSK yang tak memiliki keterampilan untuk bekerja di bidang industri.

Waktu itu, Pemkot Surabaya berjanji akan memberi kompensasi berupa uang dan pelatihan kerja pada semua PSK yang terdata. Akan tetapi, hidup tak berjalan semudah rencana pemerintah.

Kini, setelah resmi tutup selama lebih dari delapan tahun, kabarnya masih ada geliat prostitusi di tempat itu, hanya saja dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Simbol prostitusi di Surabaya (Dolly) memang resmi tutup, tapi aktivitas esek-eseknya belum sepenuhnya kukut.

Makam Kembang Kuning dan Kampung Sidokumpul

Nggak jauh dari Dolly, ada makam yang diberi nama Kembang Kuning. Dulu, makam ini digunakan sebagai perluasan makam Peneleh yang sudah penuh. Kembang Kuning awalnya digunakan untuk makam orang Eropa zaman Belanda, lalu bercampur dengan makam Cina karena kuburan Cina yang sebelumnya ada di kawasan Dolly tergeser akibat prostitusi.

Baca Juga:

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

Saat ini, jika Anda melewati makam Kembang Kuning di malam hari, Anda masih bisa bertemu PSK (laki-laki dan perempuan) mangkal di sana. Padahal polisi cukup sering berpatroli di area ini, lho. Bisnis esek-esek masih menemukan celah untuk tumbuh dan menggeliat di malam hari.

Tak jauh dari makam Kembang Kuning tersebut ada daerah bernama Sidokumpul. Beberapa rumah di kampung ini dijadikan penginapan dadakan yang memfasilitasi siapa pun yang mencari kenikmatan semalam dengan tarif murah meriah.

Memang nggak semua rumah membuka kamar, tapi aktivitas menyewakan bilik kamar di kampung ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan laki-laki hidung belang. Bahkan mereka yang ingin menginap dengan pasangan tapi uangnya pas-pasan juga datang ke sini.

Semasa saya masih kuliah, sekitar 10 tahun lalu, ada beberapa kawan saya yang pernah menginap di Sidokumpul. Mereka bercerita kalau tarif sewa kamar di sini hanya Rp40 ribu hingga Rp70 ribu per malam. Mirip Oyo di era sekarang, tapi Sidokumpul menawarkan nuansa yang lebih melokal dan berbaur bersama rakyat.

Kios dorong di malam hari

Kalau saya amati, di Surabaya ini ada pedagang atau kios dorong yang menjual rokok, korek, hingga kondom yang buka hanya di malam hari. Biasanya tak jauh dari lokasi kios-kios tersebut ada tempat prostitusi.

Dulu saat Dolly masih buka, ada banyak kios model dorong seperti itu. Saat ini, saya juga pernah melihat kios sejenis yang buka di malam hari saat melintasi area sekitar Stasiun Wonokromo, Marvel City, dan Pasar Kembang.

Jika Anda tinggal di Surabaya dan masih melihat kios serupa di beberapa titik, cobalah menengok sekitaran. Barangkali tak jauh dari kios tersebut memang ada prostitusi tersembunyi sekalipun Pemkot Surabaya mengatakan kalau semua area tersebut (Dolly, Kembang Kuning, Moro Seneng, dan Sidokumpul) sudah ditertibkan.

Persebaran penyakit menular seksual yang perlu diwaspadai Dinkes Surabaya

Saya nggak mengeklaim sebuah kota buruk hanya karena ada hiburan malam di sana. Aktivitas prostitusi atau red-light district selalu ada di setiap kota besar. Di Singapura yang maju sekalipun ada kawasan seperti Geylang (kawasan prostitusi).

Saya justru lebih khawatir apabila kegiatan ini dilakukan sembunyi-sembunyi dan menyebar di beberapa titik. Sebab, berisiko tumbuhnya penyakit menular seksual yang nggak terdeteksi dan susah dikontrol oleh Dinkes Surabaya. Saya kira, Dinkes harus bekerja ekstra untuk mengatasi persoalan ini, mengingat pada akhir 2022, kasus HIV-AIDS di Surabaya meningkat dan menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Secuil Cerita dari Gang Dolly: Tentang Mami Lili, Sang Mucikari.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2023 oleh

Tags: DollyprostitusiSidokumpulSurabaya
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Bebek Purnama Surabaya, Kuliner Overrated yang Membuat Saya Kecewa pada Kunjungan Pertama (Pixabay.com)

Bebek Purnama Surabaya, Kuliner Overrated yang Membuat Saya Kecewa pada Kunjungan Pertama

14 Februari 2024
Sebagai Warga Surabaya, Saya Setuju Ibu Kota Jawa Timur Pindah ke Malang Terminal Mojok

Sebagai Warga Surabaya, Saya Setuju Ibu Kota Jawa Timur Pindah ke Malang

5 Februari 2023
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah

9 Januari 2026
Pengalaman Naik DayTrans dari Surabaya ke Jogja yang Menuntut Kesabaran Terminal Mojok

Pengalaman Naik DayTrans dari Surabaya ke Jogja yang Menuntut Kesabaran

17 November 2022
Nasib Jadi Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Pecahan ITS yang Nggak Populer di Kalangan Masyarakat

Nasib Jadi Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Pecahan ITS yang Nggak Populer di Kalangan Masyarakat

14 April 2024
Mengenal Lenmarc Mall, Pusat Perbelanjaan Underrated Surabaya Barat Saingan Pakuwon Mall Surabaya

Mengenal Lenmarc Mall, Pusat Perbelanjaan Underrated Surabaya Barat Saingan Pakuwon Mall Surabaya

8 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

9 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.