Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Daftar Kode Plat Nomor yang Digunakan di Pulau Jawa

Hanan Syahrazad oleh Hanan Syahrazad
29 Desember 2022
A A
arti plat nomor kendaraan kode plat kendaraan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor mojok.co

arti plat nomor kendaraan kode plat kendaraan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saat merantau untuk berkuliah di Solo, karena bertemu dengan banyak teman-teman dari luar daerah, saya mencoba serius menghafal plat nomor, khususnya plat nomor Pulau Jawa. Menurut saya, menghafal plat nomor sangat membantu mengelompokkan suatu daerah. Meski masih sering lupa, banyak daerah yang tadinya saya hanya tahu namanya saja, akhirnya bisa sedikit punya bayangan di mana letaknya. Jadi ketika mengobrol tentang asal daerah lawan bicara, bisa lebih paham.

Jika dilihat-lihat, pembagian plat nomor berdasarkan daerah itu cukup aneh. Beberapa kota/kabupaten yang letaknya berdekatan memiliki plat nomor yang sama, tetapi tidak selalu satu provinsi memiliki plat nomor yang sama. Kalau di luar Pulau Jawa, biasanya satu provinsi memiliki satu plat nomor. Namun di Pulau Jawa, satu provinsi bisa terdiri dari beberapa plat nomor.

Pembagian daerah plat nomor, khususnya di Pulau Jawa, dibagi berdasarkan keresidenan. Secara administratif, keresidenan sudah tidak digunakan lagi. Akan tetapi, istilah tersebut masih digunakan secara nonformal, walaupun menggunakan kata ‘eks’. Misalnya eks Keresidenan Surakarta, eks Keresidenan Banyumas, dan lainnya.

Keresidenan di Pulau Jawa diinisiasi ketika Inggris datang mengambil alih kekuasaan Belanda, yang dipimpin oleh Raffles. Inggris datang membawa 26 batalion atau pasukan tentara berdasarkan abjad huruf, dari A-Z. Pasukan-pasukan tersebut menaklukkan daerah-daerah di Pulau Jawa, kemudian Inggris membagi Pulau Jawa menjadi 16 keresidenan. Setiap keresidenan tersebut dipimpin oleh orang Eropa. Di bawah keresidenan ada kabupaten, dipimpin oleh bupati-bupati orang pribumi. Ketika Belanda kembali menguasai Pulau Jawa, keresidenan bertambah menjadi 20. Nah, plat nomor yang digunakan saat ini didasari sesuai nama batalion yang menyerang wilayah-wilayah tersebut. Seperti Batalion F, menyerang wilayah cakupan Keresidenan Bogor. Batalion A dan D, menyerang wilayah cakupan Keresidenan Surakarta, begitu juga yang lainnya. Namun dari ke-26 batalion itu, tidak semuanya menyerang. Batalion seperti I, J, O, Q, U, V, W, Y, Z merupakan pasukan cadangan, sehingga zaman sekarang kita tidak menemukan huruf-huruf tersebut menjadi plat nomor.

Saat ini, terdapat 22 plat nomor yang ada di Pulau Jawa. Dua tambahannya adalah plat W (pecahan dari Eks Keresidenan Surabaya)  dan Z (pecahan dari Eks Keresidenan Priangan). Huruf W dan Z digunakan tidak berdasarkan dengan sistem batalion Inggris tersebut, tetapi berdasarkan keputusan Polda setempat di kemudian hari. Hal ini terlihat agak berlawanan dengan keputusan penggunaan plat B yang terlalu luas, karena tidak hanya Jakarta, kota dan kabupaten di sekitarnya yaitu Depok, Tangerang, dan Bekasi yang berada di luar Provinsi DKI Jakarta.

Berikut adalah daftar plat nomor di Pulau Jawa. Tidak diurutkan berdasarkan abjad, tetapi dikelompokkan sesuai letak geografisnya.

Jawa bagian barat:

Plat A – Eks Keresidenan Banten (Serang, Cilegon, Pandeglang, Lebak)

Plat B – Eks Keresidenan Batavia (Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi)

Baca Juga:

Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto”

Plat F – Eks Keresidenan Bogor (Bogor, Sukabumi, Cianjur)

Plat T – Eks Keresidenan Krawang (Karawang, Purwakarta, Subang)

Plat D – Eks Keresidenan Priangan (Bandung, Cimahi)

Plat Z – Eks Keresidenan Priangan (Sumedang, Garut, Banjar, Tasikmalaya, Ciamis)

Plat E – Eks Keresidenan Cirebon (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan)

Jawa bagian tengah:

Plat G – Eks Keresidenan Pekalongan (Pekalongan, Brebes, Tegal, Pemalang, Batang)

Plat H – Eks Keresidenan Semarang (Semarang, Salatiga, Kendal, Demak)

Plat K – Eks Keresidenan Pati (Pati, Cepu, Kudus, Jepara, Grobogan, Rembang, Blora)

Plat R – Eks Keresidenan Banyumas (Banyumas, Purwokerto, Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga)

Plat AA – Eks Keresidenan Kedu (Temanggung, Magelang, Purworejo, Kebumen, Wonosobo)

Plat AB – Eks Keresidenan Yogyakarta

Plat AD – Eks Keresidenan Surakarta (Surakarta atau Solo, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Wonogiri)

Jawa bagian timur:

Plat S – Eks Keresidenan Bojonegoro (Tuban, Jombang, Bojonegoro, Lamongan, dan Mojokerto)

Plat AE – Eks Keresidenan Madiun (Madiun, Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo)

Plat AG – Eks Keresidenan Kediri (Kediri, Blitar, Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek)

Plat L – Eks Keresidenan Surabaya

Plat W – Eks Keresidenan Surabaya (Sidoarjo, Gresik)

Plat M – Eks Keresidenan Madura

Plat N – Eks Keresidenan Malang (Malang, Batu, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang)

Plat P – Eks Keresidenan Besuki (Bondowoso, Situbondo, Jember, Banyuwangi)

Jika diperhatikan, terdapat beberapa nama daerah yang menjadi nama keresidenan yang terdengar asing, karena saat ini nama daerah tersebut tidak digunakan menjadi nama kabupaten atau kota di wilayah tersebut, seperti Priangan, Kedu, dan Besuki. Priangan berada di Jawa Barat bagian selatan sebelah timur, yaitu Bandung dan sekitarnya. Kedu merupakan daerah yang mengelilingi sebelah utara sampai barat DI Yogyakarta, meliputi Magelang, Temanggung, Purworejo, dan lainnya.

Nama Kedu sendiri merupakan sebuah nama Desa dan Kecamatan yang berada di Temanggung. Sebagai tambahan, sebelumnya sempat didirikan Keresidenan Bagelen, yang terdiri dari Purworejo dan Kebumen, namun Keresidenan Bagelen bergabung dengan Keresidenan Kedu. Lalu daerah Besuki, yang disebut juga dengan daerah Tapal Kuda, karena bentuknya di peta, yang merupakan daerah di timur Pulau Jawa.

Sekian bahasan tentang plat nomor. Daerah kalian platnya yang mana nih?

Penulis: Hanan Syahrazad
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pemilik Plat Nomor Cantik Adalah Tipe Manusia Unggul

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2022 oleh

Tags: Jawakeresidenanplat nomor
Hanan Syahrazad

Hanan Syahrazad

Anak Jogja amatiran. 622 AD.

ArtikelTerkait

Residu Perang Bubat yang Banyak Dijadikan Alasan Menolak Pernikahan MOJOK.CO

Residu Perang Bubat yang Banyak Dijadikan Alasan Menolak Pernikahan

3 Agustus 2020
Mengenal Malam Satu Suro, Malam yang Terkenal Mistis bagi Orang Jawa Mojok.co

Kemistisan Malam Satu Suro Ditakuti Orang Jawa, Tidak Boleh Berpesta hingga Perlu Melakukan Ritual

26 Juni 2025
Kuli Jawa: Rapi Hasilnya Rapi, walau Kerap Berisik Ketika Bekerja rumah orang jawa

Kuli Jawa: Rapi Hasilnya, walau Kerap Berisik Ketika Bekerja

6 Oktober 2022
ramalan jayabaya soal masa depan jawa mojok.co

Tafsir Lain Ramalan Jayabaya Perihal Masa Depan Jawa yang Dipercaya Akurat

19 Juli 2020
8 Peribahasa Sunda yang Wajib Diketahui Gen Z jawa

Culture Shock Orang Jawa yang Merantau di Tanah Sunda, Banyak Orang Ngomong Pakai Dialog ala FTV

8 Juli 2024
sabda palon naya genggong jayabaya ramalan sosok mojok

Menguak Kebenaran Sosok Sabda Palon dan Naya Genggong

29 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Kalau Saya Nggak Merantau ke Sidoarjo, Saya Nggak Tahu 3 Sisi Gelap Sidoarjo Ini

26 Januari 2026
Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

29 Januari 2026
4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

26 Januari 2026
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.