Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Wisata Curug Bogor Tidak Menarik Lagi Sejak Harga Tiket Mahal dan Banyak Pungli

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
9 Februari 2025
A A
Wisata Curug Bogor Tidak Menarik Lagi Sejak Harga Tiket Mahal dan Banyak Pungli

Wisata Curug Bogor Tidak Menarik Lagi Sejak Harga Tiket Mahal dan Banyak Pungli

Share on FacebookShare on Twitter

Dari sekian banyak tempat wisata beserta potensinya di Bogor, sebagai warga Bogor, saya menilai banyak curug yang tersebar di Bogor sudah kurang, bahkan tidak menarik lagi untuk dikunjungi. Sudahlah kumuh dan terkesan tidak dirawat, harga tiket masuk semakin mahal, ditambah adanya pungutan liar yang tersebar di beberapa titik, menjadikan banyak curug di Bogor, sudah nggak asyik untuk dikunjungi, sekalipun diromantisisasi.

Jika pemerintah lokal punya niatan menggarap warisan alam ini dengan serius dan konsisten, bukan tidak mungkin banyak curug di Bogor akan menjadi potensi wisata dengan pemasukan yang besar. Bukan asal mematok harga tiket masuk dengan mahal.

Ya, okelah, sebagian beranggapan ada permainan oknum di lapangan. Tapi, poinnya adalah, sejauh mana hal ini secara serius dimonitoring, lalu diselesaikan?

Curug di Bogor tidak pernah ramah

Sudah menjadi rahasia umum bahwa perjalanan menuju banyak curug di Bogor tidak pernah mudah ditempuh. Selain jarak yang jauh, jalanan menanjak sekaligus terjal, sempit, berbatu, masih menjadi kendala utama dari segi akses.

Penderitaan belum selesai sampai di situ. Ketika pengunjung tiba, setelah mesti membayar harga tiket masuk yang saat ini sudah mencapai puluhan ribu rupiah, tiket parkir mahal (bahkan sering kali ‘ditembak’ tarifnya), ditambah lagi saat perjalanan menuju curug, tiap beberapa langkah ada saja pungli yang sudah ngetem. Bukan cuman di satu titik, tapi beberapa titik sampai tiba di tempat tujuan: curug.

Bayangkan, berapa banyak duit yang perlu disiapkan pengunjung hingga tiba di curug yang diinginkan?

Alasannya beragam dan ada-ada saja. Apa pun itu, rasanya nggak masuk akal. Ya, yang namanya pungli, alasannya memang nggak pernah make sense, sih. Diada-adain dengan alasan uang keamanan, kebersihan, maintenance tempat wisata.

Makanya, nggak heran kalau di media sosial, perbandingan antara harga tiket masuk Ragunan, Taman Mini, dan curug di Bogor, sempat diperdebatkan. Dan curug, menjadi satu tempat yang menjadi sorotan karena beberapa alasan yang sudah disebutkan sebelumnya.

Baca Juga:

Culture Shock Anak Jombang Tinggal di Bogor: Makan Bubur Ayam Malam Hari Itu Aneh dan Nggak Kenyang!

Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat

Bahkan, salah satu pengguna Twitter bercerita, dia pernah ke curug di Bogor dengan harga tiket masuk yang murah, tidak ada pungli, dan tarif parkir juga normal. Tapi, dia datang menjelang maghrib. Mendekati petang, menuju malam.

Ada yang nggak beres? Jelas. Sudah pasti.

Sebab, wisata curug tidak pernah dan tidak layak dibuka sampai maghrib apalagi malam. Dari sini saja sudah salah. Ada oknum yang perlu dibereskan. Selain itu, Resiko juga terlalu besar. Belum lagi saat musim hujan. Jalanan menuju curug atau saat tiba di curug licin. Belum lagi beberapa jalan setapak di beberapa titik yang berlumut.

Kalau regulasinya jelas, masalah mudah diatasi

Maksud saya begini. Dengan regulasi yang tepat sasaran, beberapa persoalan tersebut sebetulnya bisa diatasi.

Kalaupun memang harga tiket mahal dan output-nya terlihat jelas; tidak kumuh, bersih, adanya fasilitas yang layak serta memadai, saya pikir, pengunjung mana pun akan merasa puas. Banyak pengalaman menyenangkan yang bisa diceritakan dan diviralkan karena hal baik. Sehingga feedback yang didapat pun jelas: pendapatan meningkat dan curug menjadi potensi wisata yang tetap ramai.

Realitasnya adalah sebaliknya: seperti jalan di tempat. Malah, rasanya mengalami kemunduran. Seperti diabaikan, nggak dipedulikan. Atau paling nggak, seadanya saja. Niat nggak niat.

Paling tidak untuk saat ini, sayangnya banyak curug di Bogor bukan menjadi tempat pilihan utama rekreasi yang nyaman untuk dikunjungi. Sialnya lagi, pembenahan pun tidak kunjung dilakukan sejak dini.

Jadi, akui saja bahwa warisan alam ini terkesan diabaikan. Meski beberapa tahun lalu, sempat menjadi incaran banyak pengunjung yang berasal dari dalam atau luar kota untuk melepas penat.

Sepi jadi bukti

Okelah, lonjakan harga tiket masuk ke banyaknya curug memang sudah disepakati oleh beberapa pengelola atau instansi terkait yang mengurus wisata curug di Bogor. Tapi, fakta bahwa sepinya pengunjung dan keluhan lainnya nggak bisa dibantah, kan?

Coba dicek kembali praktik di lapangannya seperti apa, Pak Kepala Dinas dan tim terkait. Dimonitoring juga secara berkala, Pak. Banyak curug yang tersebar di kabupaten Bogor masih punya potensi tinggi untuk menjadi tujuan utama rekreasi.

Bisa kali, Pak, salah satu warisan alam tersebut dimaksimalkan dan dibuat menyenangkan dari sisi akses jalan, fasilitas yang mumpuni, dan harga tiket yang terjangkau. Jangan lupa juga disosialisasikan, ya. Baik dari penyesuaian harga maupun lokasi wisatanya. Biar lebih menarik minat pengunjung dan menikmati keindahan curug.

Penulis: Seto Wicaksono
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Orang Bandung Lebih Senang Berwisata ke Ciater, Subang daripada Lembang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2025 oleh

Tags: bogorcurug di bogorpunglitarif tiket
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Desa Kertawangi Pesona Desa Wisata di Cisarua yang Belum Diketahui Orang Banyak (Unsplash.com)

Desa Kertawangi: Pesona Desa Wisata di Cisarua yang Belum Diketahui Orang Banyak

19 Agustus 2022
Kopi Liong Bulan, Kopi Murah yang Rasanya Kelewat Mewah

Kopi Liong Bulan, Kopi Murah yang Rasanya Kelewat Mewah

12 November 2024
Membayangkan Apa yang Akan Terjadi Jika di Bogor Tidak Ada Angkot terminal di bogor angkot jakarta

Membayangkan Apa yang Akan Terjadi Jika di Bogor Tidak Ada Angkot

14 Februari 2025
4 Alasan Orang Jakarta Lebih Sering Liburan ke Bogor daripada ke Pulau Seribu

4 Alasan Orang Jakarta Lebih Sering Liburan ke Bogor daripada ke Pulau Seribu

25 Desember 2025
Membandingkan Karakteristik 3 Jalan Raya dari Jakarta ke Bogor, Mana yang Paling Aman untuk Dilalui?

Membandingkan Karakteristik 3 Jalan Raya dari Jakarta ke Bogor, Mana yang Paling Aman untuk Dilalui?

28 Oktober 2023
Warlok Bogor Merekomendasikan 3 Destinasi Wisata yang Mirip Puncak Mojok.co

Warlok Bogor Merekomendasikan 3 Destinasi Wisata yang Mirip Puncak

28 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

3 Agustus 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.