Cuci Pakai Mesin dan Konvensional: Mana yang Lebih Efektif? – Terminal Mojok

Cuci Pakai Mesin dan Konvensional: Mana yang Lebih Efektif?

Artikel

Mencuci pakaian merupakan kegiatan yang sangat penting, ketidaktersediaan pakaian bersih bisa menghambat aktivitas kita. Jika harus memaksakan menggunakan pakaian kotor, tentu akan berpengaruh pada penampilan khususnya hubungan sosial kita di tengah lingkungan pergaulan.

Aktivitas mencuci sendiri sudah saya kerjakan selama kurang lebih tiga belas tahun lamanya. Awalnya tentu saja saya mengalami kesulitan. Mulai dari sisi mana yang harus digosok terlebih dahulu, jenis sabun yang baiknya digunakan, hingga perlakuan berbeda sesuai jenis kain pakaian yang akan kita cuci.

Hingga sampai saat ini, hal-hal seperti itu sudah tak lagi menjadi masalah buat saya. Apalagi di zaman yang serba mudah sekarang, kita sudah menemukan mesin cuci yang bisa membuat aktivitas cuci-mencuci menjadi lebih enteng.

Namun, jika dibandingkan antara mencuci menggunakan mesin dan mencuci secara konvensional, tentu keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Mencuci menggunakan kedua cara ini sudah sering saya lakukan. Dari pengalaman tersebut mari kita bedah satu-satu kelebihan dan kekurangan dimulai dari seberapa efektif kedua cara ini mampu membersihkan kotoran yang menempel pada pakaian.

Keduanya punya metode berbeda. Mencuci secara konvensional bisa dilakukan dengan cara menggosok bagian-bagian tertentu pada pakaian menggunakan sikat, atau dengan menggunakan tangan alias dikucek.

#1 Cuci kotoran membandel

Untuk kotoran membandel pada bagian-bagian tertentu, seperti: bagian kerah baju, bagian ketiak, atau bagian yang terkena noda secara langsung, kita bisa berfokus pada titik itu saat mencuci. Jika belum bersih kita bisa menggosok kembali secara berulang-ulang, tapi dengan lembut agar tak merusak struktur pakaian.

Berbeda dengan mencuci secara konvensional yang bisa dilakukan dengan cara digosok. Mencuci menggunakan mesin punya cara kerja lain. Mesin cuci menggunakan motor penggerak yang membuat tabungnya berputar. Selanjutnya proses itu akan ditunjang oleh gelembung dan semprotan air, sehingga bergerak seperti orang yang memeras. Akan tetapi karena prosesnya yang demikian, mesin cuci nggak bisa berfokus untuk membersihkan satu titik tertentu pada pakaian.

Alhasil, pakaian dengan noda membandel membuat mencuci secara konvensional akan terlihat efektif jika dibandingkan dengan mencuci menggunakan mesin. Yah, meskipun mencuci dengan cara konvensional membuat kita harus mengeluarkan tenaga ekstra ketimbang mencuci menggunakan mesin. Namun, untuk hasil lebih baik tentu tak masalah, bukan?

#2 Proses pembilasan

Selanjutnya pada proses pembilasan, mencuci dengan cara konvensional membuat kita bisa memantau tingkat kebersihan pakaian saat dibilas. Jika sekali tak cukup, kita bisa melakukannya dua kali. Pun jika kedua kalinya masih terdapat endapan busa sisa sabun atau detergen, kita bisa membilasnya untuk ketiga kalinya, dan seterusnya, dan seterusnya hingga benar-benar bersih.

Sedangkan ketika mencuci menggunakan mesin, kita nggak bisa memantau tingkat kebersihan saat membilas pakaian. Kondisi ini jelas kurang baik, soalnya akan menghasilkan residu lengket yang bisa menarik banyak kotoran, debu, dan kuman nantinya.

Makanya nggak jarang sebagian orang akan memilih kembali membilas secara konvensional pakaian yang sudah dicuci menggunakan mesin, soalnya proses pembilasan menggunakan mesin kadang tidak efektif. Namun di sisi lain, membilas secara konvensional kadang membuat kita terlalu boros air. Juga harus bergantung pada jumlah ketersediaan air bersih.

#3 Proses memeras pakaian

Selanjutnya, proses memeras pakaian. Sudah bisa dipastikan jika menggunakan mesin akan lebih efektif ketimbang dilakukan secara konvensional. Tingkat efektivitas mesin saat memeras membuat pakaian sudah hampir setengah kering sehingga untuk membuatnya berada dalam kondisi kering sempurna kadang hanya perlu diangin-anginkan.

Sedangkan memeras secara konvensional membuat pakaian masih dalam keadaan basah. Kondisi itu membuat kita harus menjemur pakaian yang diperas secara konvensional selama berjam-jam di bawah terik sinar matahari agar pakaian bisa kering sempurna.

Dari beberapa perbandingan di atas, kita bisa menyimpulkan jika kita bisa mencuci secara konvensional atau menggunakan mesin tergantung kondisi Anda saat itu. Jika Anda punya pakaian dengan tingkat kotor yang biasa-biasa saja, lagi capek, cuaca terik nggak mendukung, tak punya banyak waktu serta ketersediaan air yang terbatas, maka mencuci dengan mesin adalah hal yang tepat.

Sedangkan, bagi Anda yang merasa punya pakaian kotor yang membandel, lantas punya banyak waktu dan merasa membilas pakaian hingga bersih adalah prioritas bagi Anda, maka mencuci secara konvensional mungkin cocok buat Anda lakukan.

Namun, Anda juga bisa menggabungkan kedua cara di atas, misalnya Anda bisa mencuci dan membilasnya secara konvensional kemudian mengeringkan pakaian yang sudah dicuci menggunakan mesin, agar nantinya pakaian cepat kering. Dan hal ini yang sering saya lakukan.

BACA JUGA Membaca Karakter Orang dari Cara Mencuci Baju dan tulisan Munawir Mandjo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.