Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Review Film Conclave, “Menelanjangi” Vatikan di Momen Sakral

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
4 Maret 2025
A A
Review Film Conclave, "Menelanjangi" Vatikan di Momen Sakral Mojok.co

Review Film Conclave, "Menelanjangi" Vatikan di Momen Sakral (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga:

Memahami Konklaf, Proses Rahasia Pemilihan Paus yang Sakral dan Penuh Mitos

5 Film Nominasi Oscar 2023 yang Tayang di Disney+, Ada Animasi hingga Dokumenter

Conclave mengantongi piala Best Adapted Screenplay di ajang film bergengsi Oscar 2025. Film ini mampu menceritakan dengan apik suksesi tahta suci gereja Katolik yang dikenal dengan istilah conclave atau konklaf. Bukan hanya sebagai ritus yang sakral, film ini berhasil mengangkat konklaf yang penuh intrik dan skandal kepausan. 

Secara tidak langsung, film garapan Edward Berger ini ingin memberi pesan bahwa pemilihan pemimpin tertinggi gereja Katolik tidak melulu perkara iman, tapi juga politik global. Tidak heran kalau Conclave kemudian memicu perdebatan. Prosesi yang selama ini dianggap sakral itu diceritakan diwarnai dengan berbagai kepentingan, korupsi, dan sedikit konflik SARA. Namun, konflik-konflik itu jadi terasa “biasa saja” dengan kehadiran plot twist di akhir cerita terakhir.

Drama dua jam dalam Vatican

Banyak reviewer yang memandang Conclave lebih cocok disebut film thriller. Namun, bagi saya, film yang pertama kali rilis pada Agustus 2024 itu adalah drama moral dan politik. Walau tidak dimungkiri, nuansa thriller sangat kental dalam film berdurasi dua jam itu. Pembawaan ala detektif dari Ralph Fiennes yang berperan sebagai tokoh utama, Kepala Dewan Kardinal Thomas Lawrence, menambah tegang suasana. Apalagi, latar tempat Conclave terpusat pada satu titik: Vatican, khususnya Kapel Sistine. Kombinasi itu menciptakan kesan terjebak dan mencekam yang dapat dengan mudah penonton rasakan. 

Film Conclave dibuka dengan kematian seorang paus yang tidak dijelaskan siapa. Serangan jantung mendadak membawa kepausan pada momen Sede Vacante alias tahta kosong. Dewan kardinal yang berisi para pemimpin gereja dari seluruh dunia kemudian berkumpul untuk melaksanakan konklaf atau pemilihan paus baru.

Kardinal Thomas Lawrence menjadi pemimpin proses ini. Polemik langsung dimunculkan di awal ketika Uskup Benitez menghiasi layar. Ternyata, sebelum kematiannya, paus diam-diam  mengangkat uskup dari Kabul menjadi kardinal. Latar belakang Uskup Benitez yang penuh dengan rahasia kemudian menjadi pusat film ini. 

Saat konklaf dimulai, konflik kepentingan mulai terasa. Para kardinal terbelah menjadi beberapa kelompok. Secara garis besar ada dua: liberal dan konservatif. Perdebatan terus mengisi film ini, diselingi dengan proses konklaf yang sakral. 

Baca halaman selanjutnya: Konflik puncak …

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2025 oleh

Tags: conclavefilm nominasi oscarkonklafoscar
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

5 Film Nominasi Oscar 2023 yang Tayang di Disney+, Ada Animasi hingga Dokumenter

5 Film Nominasi Oscar 2023 yang Tayang di Disney+, Ada Animasi hingga Dokumenter

9 Februari 2023
Memahami Konklaf, Proses Rahasia Pemilihan Paus yang Sakral dan Penuh Mitos

Memahami Konklaf, Proses Rahasia Pemilihan Paus yang Sakral dan Penuh Mitos

25 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.