Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Coach Justin adalah Pandit Sepak Bola Paling Cerdas di Muka Bumi, No Debat!

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
20 Desember 2020
A A
Koch justin netizen indonesia @txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

@txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Johan Cruyff, tak bisa dimungkiri lagi adalah salah satu pemain dan pelatih terbaik yang pernah ada di dunia ini. Celaka bagi generasi muda yang tak sempat melihat kiprahnya baik ketika masih bermain dan melatih Barcelona. Beliau memberi banyak peninggalan yang membentuk sepak bola modern. Tak berlebihan jika kita berandai-andai Johan Cruyff bereinkarnasi dan menghiasi jagad sepak bola modern ini.

Tapi, kita tak perlu menunggu, sebab pemikiran brilian Cruyff dimiliki juga oleh Coach Justin.

Saya sedang bersungguh-sungguh. Coach Justin adalah Johan Cruyff versi Indonesia layak betul diteladani lantaran kata-kata yang santun, amat bijak di media sosial, pun pemikiran yang brilian. Memang nggak aneh jika blio digandrungi anak-anak jaman sekarang.

Menyematkan gelar pandit paling cerdas di muka bumi kepada Coach Justin itu tak berlebihan. Halah palingan diserang sama kardus-kardusnya. Mereka cuma modal pintar saja. Tips dan trik menyelami kepintaran dari omongan dan pemikiran Coach Justin adalah menjadi bodoh. Itu.

Kita nggak dapat apa-apa jika memakai nalar. Mana ada orang yang kepikiran, tendangan sudut yang disundul pemain lantas gol, nggak bisa disebut assist. Sekali lagi, kita buang nalar, kita buang segala kecerdasan, dan pahami dengan baik-baik. Itu. Bukan. Assist. Paham, Dus?

Logika adalah hal yang tidak sepatutnya digunakan saat menelaah petuah Coach Justin. Contohnya ya ketika blio membedakan assist dan umpan. Padahal assist itu adalah umpan yang berbuah gol. Tapi, seperti yang saya sebutkan di awal, jangan sekali pun pakai logika jika ingin menikmati pemikiran blio. Silogisme paling purba saja bakal bertekuk lutut di hadapan blio yang terhormat.

Agaknya pembahasan assist dan umpan memang harus disudahi. Selain nggak penting, harusnya FIFA mengubah aturan dan ketetapannya. Lho mosok FIFA nggak gentar? Yang ngomong Justin lho ini. Manusia paling wahid dalam ilmu sepak bola. Ah, baiklah, saya sadar, FIFA ternyata kardus juga. Blok!

Blok adalah metode paling yahud dan syahdu. Ketika pemikiran kita dibenturkan oleh pemikiran yang lain, Justin memilih jalan terjal seperti ngatain lawan debatnya sebagai berikut: kardus, muka mirip bengkoang, hingga “liat pertandingannya 90 menit, nggak?”

Baca Juga:

Berkat Bung Jebret, Saya Jadi Respect sama Coach Justin

Hanya Coach Justin, Sosok yang Pantas Jadi Pelatih RANS Cilegon FC

Sikap beliau sungguh mencerminkan pandit yang bijak dan layak digemari anak-anak yang baru tumbuh rambut. Saya nggak bercanda, butuh keberanian untuk menghina orang lain. Sebab musababnya jelas, yang dikatain “mirip bengkoang” itu anak orang, bukan anak kelabang.

Di suatu cuitan, Justin bilang begini, “Gw perhatiin lu sering banget kasi pertanyaan yg tolol”. Mak tratap sekali rasanya. Apa lagi yang bertanya itu fans-nya sendiri yang blas nggak ada maksud menghina argumennya. Inilah yang saya sebutkan tadi mengapa Justin begitu cerdas. Paling cerdas setata surya atau bahkan Planet Namek, yang notabene udah beda universe sama kita.

Masalahnya begini lho, mereka—yang dihina ini—punya orang tua, keturunan, sistem, dan ritus doa tersendiri yang melekat dari leluhur-leluhurnya. Keren bukan si Justin ini? Tapi, sorry to say ya, hal-hal seperti ini kayaknya nggak ada di diri Johan Cruyff, deh. Cruyff adalah sosok yang berani, tapi nggak segitunya.

Justin juga amat cerdas, salah satunya dalam perkara mengakhiri diskusi. Bukan, bukan mengakhiri diskusi dengan kemenangan argumen, namun jalan terjalnya—lagi-lagi—memanfaatkan fitur blok. Sungguh brilian, fitur blok selain sebagai pengaman, jebul juga bisa berguna untuk memutus pendapat orang lain. Padahal si YouTuber, eh, Coach ini pernah berkata di kanal YouTube-nya, “Boleh setuju atau nggak.”

Bukti kecerdasan lainnya, selain ngata-ngatain dan memberangus argumen orang lain dengan blokir adalah blio haus akan penghargaan. Contoh kasusnya hadir dari akun resmi Bali United yang intinya mengatakan, klub ini main bola ya main bola, bukan sebutan “pelatih” yang nggak melatih. Gegerlah dunia per-kuch-an duniawi.

Dengan lantangnya, Justin membalas, intinya meminta diviralkan lantaran sebuah klub besar nggak menghargai blio sebagai mantan pelatih timnas futsal Indonesia. Lagi-lagi, kecerdasan blio berjalan dengan eloknya. Ia meminta dihargai sebagai mantan pelatih futsal (iya, futsal), tetapi ngatain orang lain dengan sebutan “tolol”.

Hanya orang cerdas yang bisa melampaui batasan logika ini. Hanya Coach Justin yang bisa melakukan ini. tapi saya jadi paham satu hal, jebul blio ini merasa dirinya penting, ya? Tapi, memang benar, sih. Dirinya itu penting. Apa lagi sebagai YouTuber taktik kelas atas yang membagikan informasi yang kelewat berguna.

Harusnya akun-akun yang mencela blio, seperti @txtdaricoachy hingga akun official Bali United lekas merenung atas kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat terhadap Justin. Blio ini mantan pelatih timnas futsal, lho, jangan main-main. Pun blio ini pandit idola anak-anak. Mereka yang tiap nongkrong dan ngomongin bola, bakalan teriak, “tolol lu!” ketika ada pendapat yang berseberangan.

Mari kita berikan pujian—atau cacian, terserah mana yang kalian suka— kepada pandit cerdas dengan segala hardikan dan hinaannya kepada mereka yang memberi opini. Mungkin ini adalah gimmick beliau. Bagaimana lagi, begitulah cara terbaik meraih massa. Subscriber dan follower adalah contoh dari usahanya.

BACA JUGA Indonesian Idol Harusnya Ubah Nama Jadi Indonesian Pop dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Desember 2020 oleh

Tags: coach justinpandit
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

justinus lhaksana coach justin mojok

Andai Justinus Lhaksana Melatih Tim Sepak Bola (Lagi), Kira-kira Timnya Seperti Ini

20 Februari 2021
Koch justin netizen indonesia @txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

‘Ted Lasso’, Series Sepak Bola yang Harus Ditonton Coach Justin

19 Oktober 2020
Koch justin netizen indonesia @txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

Saya Bertanya pada Bocil Alasan Ngefans Coach Justin

2 Februari 2021
Hanya Coach Justin, Sosok yang Pantas Jadi Pelatih RANS Cilegon FC terminal mojok.co

Hanya Coach Justin, Sosok yang Pantas Jadi Pelatih RANS Cilegon FC

2 April 2021
bung jebret coach justin UU ITE antikritik mojok

Berkat Bung Jebret, Saya Jadi Respect sama Coach Justin

15 April 2021
Koch justin netizen indonesia @txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

Meragukan Argumen Coach Justin Mengenai Assist dalam Sepak Bola

7 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.