Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengalaman Tinggal di Semarang Menyadarkan Saya kalau Cikarang Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
23 Februari 2024
A A
Pengalaman Tinggal di Semarang Menyadarkan Saya kalau Cikarang Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Semarang Menyadarkan Saya kalau Cikarang Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pengalaman tinggal di Semarang membantu saya mensyukuri hal-hal kecil di Cikarang.

Saya berasal dari Cikarang dan mencintai betul daerah ini. Saya tahu Kota Industri ini banyak sekali bobroknya, tapi masih ada beberapa yang bisa saya syukuri. Jujur saja, nggak banyak yang bisa disyukuri, tapi setidaknya ada. 

Menurut saya, dengan berbagai kekurangan yang ada, Cikarang masih bisa jadi salah satu daerah terbaik di Jabodetabek untuk dijadikan tempat tinggal. Dalam beberapa hal, saya rasa Cikarang masih bisa bersaing dengan daerah lain. Bahkan, Cikarang masih bisa bersaing dengan Semarang. Saya tahu betul karena pernah tinggal di Kota Lumpia untuk menempuh pendidikan sarjana. 

Pengalaman tinggal di Semarang selama beberapa tahun membuat saya lebih bersyukur ketika saat ini tinggal di Cikarang. Setidaknya Kota Industri ini punya beberapa keunggulan yang nggak dimiliki Semarang. Terdengar mencari-cari alasan sebenarnya, tapi percayalah menemukan harapan di setiap kesempitan adalah salah satu siasat tepat untuk terus bertahan. 

Sama-sama kerap mengalami banjir, tapi Semarang lebih parah

Saya tidak memungkiri Cikarang masih ada banjir, terutama di daerah pemukiman. Sebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah daerah pemukiman ini dulunya adalah rawa-rawa. Lahan yang dahulu menjadi tempat genangan air. 

Sementara itu, banjir di Semarang berada di level yang berbeda. Banjir selalu meneror setiap tahun. Jenis banjirnya pun beragam, seperti banjir rob, banjir limpasan sungai, hingga banjir lokal.

Ada alasan tersendiri saya mengatakan banjir Semarang berada di level berbeda. Pasalnya, daerah atas Semarang pun bisa dilanda banjir. Salah satunya adalah Kecamatan Mijen, yang pernah mengalami musibah banjir pada 2020 lalu.

Semarang lebih panas daripada Cikarang

Cikarang terkenal dengan mataharinya yang panas. Orang-orang hingga meledek kalau matahari di Kota Industri ini ada 9 saking panasnya. Hidup di Cikarang selama bertahun-tahun saya kira membuat tubuh ini terbiasa dengan hawa panas. Nyatanya, ketika merantau ke Semarang saya kewalahan dengan matahari dan suasana panas di sana. Benar-benar di level yang berbeda dengan Cikarang. 

Baca Juga:

Salatiga Memang Dicap Numpang wisata Daerah Kabupaten Semarang, tapi Warga Kabupaten Semarang Lebih Parah karena Ngaku-ngaku dari Salatiga

Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain

Dilansir dari okezone.com, Semarang masuk 7 kota terpanas di Indonesia. Setelah 4 tahun lebih tinggal di sana, saya tahu persis betapa mendidihnya suhu di Kota Atlas. Kayaknya saya bisa memasak telur ceplok sampai matang dengan memanfaatkan panas matahari Kota Lumpia. 

Nah, saya sarankan buat kalian yang baru pertama kali ke Semarang jangan pernah coba-coba mengendarai motor di tengah kota siang bolong. Itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang Semarang lama. Bukan untuk orang-orang lemah, apalagi yang berasal dari daerah yang adem.

UMK Cikarang lebih tinggi

UMK menjadi salah satu yang saya syukuri dari Cikarang. Upah minimum Kota Industri ini memang tergolong tinggi se-Indonesia. Bahkan, berhasil mengalahkan Semarang yang tercatat Rp3,23 juta. Adapun UMK Cikarang Rp5,34 juta. Dipikir-pikir, selisih UMK Cikarang dengan Semarang, cukup untuk membayar kredit bulanan dua rumah subsidi pemerintah. Ya, memang sebesar itu gap-nya.

Mungkin ada yang menyanggah, “Tapi kan bang Cikarang itu kawasan industri beda dengan Semarang?” Betul bahwa Cikarang adalah daerah dengan banyak industri, tapi Semarang pun juga. Di sana ada Kawasan Industri Candi, Kawasan Industri Terboyo dan Kawasan Industri Wijayakusuma. 

Lebih dekat dengan ibu kota

Semaju-majunya Semarang, ada beberapa kemajuan yang tidak cepat masuk ke sana. Ini perkara letak geografis. Pasalnya, posisi Semarang cukup jauh dari ibu kota negara, DKI Jakarta. Walaupun sudah ada Tol Trans Jawa, waktu tempuh Jakarta ke Semarang masih sekitar 6-8 jam.

Dulu, waktu saya masih kuliah belum ada tol tersebut. Bisa dibayangkan berapa lama waktu tempuhnya. Pokoknya, kasihan banget perjalanan saya tanpa ada Tol Trans Jawa.

Berbeda dengan Kota Industri yang punya keunggulan tersendiri soal geografis. Cikarang bukan hanya sekadar dekat dengan DKI Jakarta. Cikarang masih masuk wilayah Jabodetabek. Oleh karena berbagai hal baru lebih cepat masuk ke Cikarang daripada ke Semarang.  

Bukti nyata keuntungan dekat dengan Jakarta adalah cepat masuknya perkembangan teknologi. Misalnya jaringan 5G sudah ada di Cikarang sejak awal 2022. Sementara Semarang baru dapat jatah jaringan 5G pada 2023.

Nah, mendengar penjelasan saya di atas, rasanya nggak buruk-buruk amat kan tinggal di Cikarang? Selain hal-hal di atas, Semarang lebih unggul daripada Cikarang, tapi setidaknya saya merasa masih ada yang disyukuri tinggal di Kota Industri ini. Walau tetap saja, kalau boleh berangan-angan, saya tetap ingin kembali tinggal di Kota Lumpia. 

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Semarang Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun, Kota Ini Semakin Sibuk dan Sesak Menyerupai Jakarta

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2024 oleh

Tags: Cikarangjabodetabekkota industrikota lumpiaSemarangUMK
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Pasar Semawis, Secuil Keindahan di Tengah Kacaunya Semarang Mojok.co

Pasar Semawis, Secuil Keindahan di Tengah Semarang yang Semakin Kacau

22 April 2024
Kepala Manyung Bu Fat, Kuliner Pedas Semarang yang Wajib Dicoba

Maaf-maaf Saja, bagi Saya, Semarang Lebih Superior ketimbang Jogja dan Bandung

24 Juni 2023
Daftar 7 Kata yang Cikarang Banget Terminal Mojok

Daftar 7 Kata Cikarang Banget yang Perlu Kamu Pahami

6 Februari 2022
Semarang Tak Selalu Menyimpan Sisi Gelap, Ada Sisi Terang Juga yang Tidak Diketahui Banyak Orang

5 Tipe Orang yang Kurang Cocok Berwisata ke Semarang, Bukannya Healing, Malah Jadi Sinting!

17 Mei 2025
Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain Mojok.co

Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain

26 Mei 2026
UNNES Semarang Bukan Lagi Tempat yang Ramah buat Mahasiswa Pas-pasan, Kos Mahal, Uang Kuliah Melejit, Gaji Part Time Seuprit Pula makelar kos

UNNES Bukan Lagi Tempat yang Ramah buat Mahasiswa Pas-pasan, Kos Mahal, Uang Kuliah Melejit, Gaji Part Time Seuprit Pula

5 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebiasaan Buruk Mahasiswa Saat Menghubungi Dosen, Tolong Jangan Dilakukan Mojok.co

Chat Aneh Mahasiswa ke Dosen Muda, Tolong Jangan Dibiasakan

30 Mei 2026
Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Jarang Srawung karena Lingkungannya Toxic dan Pemikirannya Jalan di Tempat!

30 Mei 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar”

28 Mei 2026
Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

29 Mei 2026
Mimpi Buruk Tol Solo Jogja Bagi Warga Gamping, Sleman (Unsplash)

Salah satu Dampak Buruk Tol Solo Jogja Dirasakan Warga Gamping: Hilangnya Ruang Hidup ketika Warga Lokal Tidak Sanggup Membeli Tanah Kelahiran Sendiri

30 Mei 2026
Niat Cari Ketenangan dengan Naik Sepeda Federal Warisan Bapak Berujung Kesal karena Dicibir Pesepeda Lain Mojok.co

Niat Healing dengan Naik Sepeda Federal Warisan Bapak Berujung Kesal karena Cibiran Pesepeda Lain

27 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.