Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Catatan Ringan Sebelum Memulai Hubungan yang Baru

Vitra Fhill Ardy oleh Vitra Fhill Ardy
7 Mei 2019
A A
kirim pesan

kirim pesan

Share on FacebookShare on Twitter

Anggaplah begini. Tiba-tiba, ketika hujan turun rintik-rintik dan malam hanya mengaburkan genangan dan kenangan, kau teringat dengan mantan kekasih—yang pernah kau katakan kepadanya bahwa ia adalah cinta pertama dan akan jadi cinta terakhirmu, atau teman wanita saat sekolah yang membuatmu jatuh cinta tapi tak pernah kau dapatkan. Waktu berjalan dan sudah lima, enam, atau mungkin tujuh tahun belum pernah kau temui lagi semenjak pertemuan terakhir. Singkatnya, kau ini sedang rindu masa dulu. Tapi kau masih bingung bagaimana cara mengungkapkan perasaanmu, karena kenyataannya, memulai segala sesuatu dari awal tidak semudah dibanding mengakhiri apa-apa yang telah dimulai.

Berbeda dengan tips lainnya yang memberikan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan agar berhasil, maka saya pikir saya perlu membuat daftar apa saja yang tidak boleh dilakukan dalam mencoba memulai kembali suatu hubungan, tentu saja daftar ini dibuat agar niatan tersebut berhasil dan tidak tersesat ke arah yang salah sebelum memulai hubungan baru. Setelah melakukan observasi lapangan juga pencarian studi literatur yang dilakukan secara sembarangan, berikut daftarnya:

Pura-pura salah kirim pesan

Ini kerap kali jadi strategi utama dan sebenarnya bisa menjadi cara terbaik untuk memulai percakapan dengan harapan bisa merajut kembali hubungan yang baru, dengan catatan, di posisimu yang sedang berlagak jadi orang bego ini kau mesti pandai memberikan alasan yang jelas sejelas-jelasnya ketika ditanya kenapa bisa salah kirim.

Kau bisa saja menjawab dengan alasan namanya mirip dengan nama temanmu, atau kau sedang tidak fokus dan buru-buru sehingga tanpa sengaja pesan itu terkirim ke orang yang salah. Tapi, kau tahu, ia sudah mengerti gelagatmu.

Selanjutnya yang terjadi adalah kecanggungan yang tak terkira karena kau bingung harus bagaimana lagi. Menanyakan kabarnya adalah hal yang bagus, dan mungkin ia akan tetap membalas pertanyaan-pertanyaanmu dengan senang hati, tapi ini terlalu dipaksakan.

Atau meminta maaf kepadanya dengan konsekuensi chat-chat selanjutnya bisa menyebabkan tingkat kecanggungan yang lebih parah daripada awal. Kau ingin coba bahas percakapan lain, tapi tidak ada konteks yang melatarbelakangi. Ingin tetap bertahan tapi teramat sulit. Akhirnya cuma bisa merelakan.

 

Baca Juga:

Membayangkan Film “Ada Apa dengan Cinta” Tidak Pernah Ada

Panduan Singkat Menjadi Setia Selama KKN agar Terhindar dari Konflik yang Tak Perlu

Mengirim pesan, “Aku kangen suara kamu.”

Jangan. Jangan lakukan ini. Jangan sampai kesan pertamanya terhadapmu terlihat buruk. Lebih baik kau tanyakan saja bagaimana kabarnya, dan sambil menunggu ia membalas pesanmu kira-kira paling cepat 15 jam lagi—syukur-syukur kalau ia langsung membalas, kau bisa menyusun beribu skenario untuk menyelamatkan nasib nelangsamu.

Bisa diawali dengan membuat daftar pertanyaan-pertanyaan remeh yang akan kau tanyakan mulai dari “lagi sibuk apa?” atau “sudah makan atau belum?” atau “sedang nonton sinetron apa?” atau apapun terserahmu.

Setidaknya itu lebih penting dibanding ujug-ujug bilang kalau kau kangen mendengar suaranya, karena bisa saja ia risih, dan sudah semestinya kau ingat bahwa kau bukan siapa-siapa lagi di matanya kini. Lagipula apa pedulinya sampai-sampai perlu membalas pesanmu itu.

Namun kau juga jangan lupa untuk menetapkan batas toleransi sampai berapa lama ia harus membalas pesanmu. Apabila ia tak juga membalas lebih dari dua hari, sudah, lebih baik lupakan saja. Cari yang lain untuk memulai hubungan baru atau memang kau sudah ditakdirkan untuk tetap hidup nelangsa.

 

Mengirim pesan, “Aku kok lupa ya sama wajah kamu.”

Kalau kau hidup di zaman ketika mendapat surat balasan dari sahabat pena saja sudah membuatmu bahagia, dan cuma dengan menelepon satu-satunya cara kau bisa menghubunginya secara cepat, tentu hal ini baik apabila disampaikan secara langsung. Kau cukup beri ia satu gombalan saja dengan bilang kalau mungkin wajahnya sekarang lebih cantik dibanding dulu yang sudah cantik.

Tapi sekarang zaman sudah canggih dan kau hanya akan terlihat bodoh apabila mengirim pesan tersebut, karena sudah pasti ia memakai foto profil dan kau bisa melihatnya. Kalaupun tidak, kau masih bisa memanfaatkan kemampuan stalking-mu yang konon sudah setara dengan CIA itu untuk dapat melihat foto-foto terbarunya di media sosial yang ia punya, Instagram misalnya.

Satu hal yang perlu diperhatikan, ketika kau membuka profil Instagramnya, dan sudah kau scroll sampai di postingannya dua tahun yang lalu, jangan sekalipun melakukan tindakan gegabah seperti tak sengaja me-like fotonya. Tapi kalau kadung khilaf karena merasa di foto itu ia terlihat amat cantik, lalu tanpa sadar kau tap dua kali, ya, mau bagaimana lagi.

 

Mengirim puisi cinta

Betul bahwa membuat sendiri lebih baik walaupun hasilnya jelek, ketimbang hasil bagus karena menyalin milik orang lain. Tapi kau harusnya sadar diri kalau kau ini bukan M. Aan Mansyur atau Pablo Neruda atau sebutlah siapapun penyair panutanmu.

Mungkin kau merasa dengan mengirimkannya puisi otomatis bisa membuatmu terlihat sebagai pribadi yang romantis, penuh cinta, sebagaimana diidam-idamkan oleh anak-anak muda pencinta senja.

Jadi, mulai sekarang, jangan lagi kirim puisi cinta jelekmu itu kepadanya. Apalagi sampai namanya kau jadikan judul puisimu. Cukup. Lebih baik kau simpan dulu puisimu itu, karena ia bisa saja muak meski menurutmu terlihat senang dan bahagia.

Gitu.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: asmaraCintaHubungan Baru
Vitra Fhill Ardy

Vitra Fhill Ardy

Orangnya gampang kangen.

ArtikelTerkait

menikah

Menikah Tidak Sebercanda Itu, Adique!

10 Mei 2019
fiersa besari

Hewan-hewan Ini Lebih Bucin dari Fiersa Besari

3 September 2019
Perjanjian Giyanti, Penyebab Orang Jogja Susah Menikahi Orang Solo

Perjanjian Giyanti, Penyebab Orang Jogja Susah Menikahi Orang Solo

10 November 2022
madura calon mertua menikah dengan teman satu kantor mojok

Sebelum Menikah, Selesaikan Dulu Rasa yang Tertinggal

18 September 2020
Perjanjian Giyanti, Penyebab Utama Kandasnya Asmara Orang Jogja dengan Orang Solo

Perjanjian Giyanti, Penyebab Utama Kandasnya Asmara Orang Jogja dengan Orang Solo

24 Februari 2024
Hubungan Beda Agama Rizky Febian dan Mahalini: Bagaimana Anak Muda Memandang Relasi Beda Agama?

Hubungan Beda Agama Rizky Febian dan Mahalini: Bagaimana Anak Muda Memandang Relasi Beda Agama?

11 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Alasan Ayam Geprek Bu Rum Harus Buka Cabang di Jakarta ayam geprek jogja oleh-oleh jogja

Sudah Saatnya Ayam Geprek Jadi Oleh-oleh Jogja seperti Gudeg, Wisatawan Pasti Cocok!

10 Januari 2026
Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

9 Januari 2026
Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

12 Januari 2026
Aku Cinta Kartasura, Kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

12 Januari 2026
Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Cerita Kawan Saya Seorang OB Selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

10 Januari 2026
Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik
  • “Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa
  • Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan
  • Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa
  • Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah
  • 5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.