Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Catatan Pemakluman Masalah di Jogja oleh Sultan Jogja selama 11 Tahun Terakhir: 11 Masalah yang Tak Kunjung Selesai dan Mungkin Tak Akan Pernah Selesai

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
17 Maret 2024
A A
Catatan Pemakluman Masalah di Jogja oleh Sultan Jogja selama 11 Tahun Terakhir: 11 Masalah yang Tak Kunjung Selesai dan Mungkin Tak Akan Pernah Selesai kos di jogja

Catatan Pemakluman Masalah di Jogja oleh Sultan Jogja selama 11 Tahun Terakhir: 11 Masalah yang Tak Kunjung Selesai dan Mungkin Tak Akan Pernah Selesai (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Satu dekade sering menjadi batu penjuru peradaban. Apa yang dicapai dalam 10 tahun menjadi rapor, apalagi urusan pemerintahan. 10 tahun bisa berarti pencapaian monumental, kegagalan, atau ya semenjana alias “ngene sik wae”. Dan kali ini, saya akan merangkum bagaimana Jogja (baca: Daerah Istimewa Yogyakarta) berjalan selama 10 tahun terakhir. Terutama apa saja opini Sri Sultan HB X terhadap berbagai isu di Jogja.

Selama 10 tahun terakhir, Jogja cukup sering jadi pusat perhatian. Entah masalah penetapan keistimewaan, sampai isu miring yang tak kunjung usai. Dan saya ingin merangkum bagaimana Ngarso Dalem bersuara sebagai pemerintah dan sultan kawula Jogja. Karena suara Ngarso Dalem tidak hanya menjadi suara politis, tapi sering diamini selayaknya pemimpin monarki.

Tapi, apakah setelah satu dekade, ada perubahan? Tidak. Sebab, di tahun kesebelas, tak ada perubahan. Tanda akan ada perubahan saja tidak.

Secara personal, saya merangkum masalah yang ada selama 11 tahun sekaligus perjalanan saya mencintai Jogja. Dari bersuara mendukung referendum, sampai misuh-misuh melihat UMP Jogja.

“Wong sudah naik kok protes.”

Tahun 2014 adalah tahun penuh cerita di Jogja. Terutama karena ontran-ontran keistimewaan Jogja. Tapi di balik semangat chauvinis itu, isu perburuhan ternyata sudah menjadi masalah. Pada tahun ini, Aliansi Buruh Yogyakarta menuntut kenaikan upah minimum yang layak. Betul, isu yang masih terpelihara sampai hari Anda membaca artikel ini.

Patut dicatat, pada tahun ini kenaikan upah di Jogja menembus angka 10 persen. Bahkan Bantul naik sampai 13 persen. Lumayan banget daripada kenaikan upah hari ini. Tapi ABY menilai kenaikan upah 2014 masih belum layak. Yah pada tahun segitu, upah sejuta lebih sedikit memang kelewat humble sih. Apalagi Jogja mulai tidak murah lagi.

Apa pendapat Ngarso Dalem? “Wong sudah naik kok protes.”

Yap, kenaikan upah harus disyukuri (dengan terpaksa). Dan sampai hari ini, urusan upah di Jogja masih belum selesai. Bagaimana pendapat Pemda Jogja terhadap tuntutan buruh? Ya sampai sekarang masih sama dengan pendapat Ngarso Dalem 10 tahun silam.

Baca Juga:

Beratnya Merantau di Jogja karena Harus Berjuang Melawan Gaji Rendah dan Rasa Kesepian

Saya Semakin Muak dengan Orang yang Bilang Jogja itu Nggak Berubah Padahal Nyatanya Bullshit!

Jogja Ora Didol

Bagi saya, tahun 2015 ini tahun yang lucu. Terlepas dari urusan pribadi, Jogja hampir saja ganti nama! Gara-gara rebranding yang mbuh gimana prosesnya, Jogja hampir ganti nama jadi Togua. Bahkan meme Togua sempat merajadi media sosial selama setahun.

Tapi ada yang lebih miris daripada Daerah Istimewa Togua (yang sebenarnya lucu juga), yaitu isu sumur kering akibat pembangunan masif perhotelan. Ketika sebagian masyarakat Jogja masih memperjuangkan status Daerah Istimewa, lahirlah “Jogja Ora Didol”. Diawali dengan aksi Mas Dodok mandi tanah, dan sampai hari ini, Jogja masih memperjuangkan krisis agraria dalam jargon Jogja Ora Didol.

Saya tidak menemukan opini istimewa Ngarso Dalem pada tahun ini. Tidak juga menemukan tanggapan blio tentang aksi Jogja Ora Didol. Dan seperti dibiarkan, Jogja Ora Didol menjadi bisikan sumbang di tengah seru pembangunan Jojga dalam doktrin pariwisata.

Baca halaman selanjutnya: Uruusan pertanahan Jogja masih muncul…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 November 2025 oleh

Tags: 11 tahunklitihmasalah di jogjasultan groundsultan jogjaumr jogja
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Jakarta, Daerah yang Paling Enak Dikritik ketimbang Jogja (Unsplash)

Lebih Enak Mengkritik Jakarta ketimbang Jogja yang Baperan dan Mudah Tersinggung karena Cinta Buta

6 Juni 2024
Apa Itu Klitih? Panduan Memahami Aktivitas yang Mengancam Nyawa Ini terminal mojok.co

Apa Itu Klitih? Panduan Memahami Aktivitas yang Mengancam Nyawa Ini

30 Desember 2021
Bukan Jogja, Bukan Surabaya, apalagi Jember, Sebenar-benarnya Kota Pelajar Adalah Malang!

Bukan Jogja, Bukan Surabaya, apalagi Jember, Sebenar-benarnya Kota Pelajar Adalah Malang!

6 Maret 2024
Kok Bisa Ada Orang Bahagia di Jogja, padahal Hidup Mereka Susah?  

Kok Bisa Ada Orang Bahagia di Jogja, padahal Hidup Mereka Susah?

1 Agustus 2022
Salah Kaprah Anggapan Jogja Serbamurah. Tabok Saja kalau Ada yang Protes! terminal mojok.co

Sobat Narimo ing Pandum Perlu Menerima Kritik Soal Upah Jogja yang Memang Rendah

13 Oktober 2020
Kuliah di Jogja Adalah Perjalanan Hidup yang Paling Saya Syukuri surabaya

Saya Tak Pernah Menyesal Batal Kuliah di Jogja, Justru Itu Adalah Keputusan Terbaik yang Pernah Saya Ambil

21 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

17 Januari 2026
Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

18 Januari 2026
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026
6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya Mojok.co

6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya

20 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.