Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bukan Jogja, Bukan Surabaya, apalagi Jember, Sebenar-benarnya Kota Pelajar Adalah Malang!

Naimatul Chariro oleh Naimatul Chariro
6 Maret 2024
A A
Bukan Jogja, Bukan Surabaya, apalagi Jember, Sebenar-benarnya Kota Pelajar Adalah Malang!

Bukan Jogja, Bukan Surabaya, apalagi Jember, Sebenar-benarnya Kota Pelajar Adalah Malang! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jogja sebaiknya mulai legowo menyerahkan gelar kota pelajar ke Malang. Surabaya jelas bukan kandidat terbaik, Jember apalagi. Ini ngapain dah kota medioker nongol

Jogja tak bisa dimungkiri lagi tak cocok lagi disebut kota pelajar, jelas dan sudah pasti. Tapi, apakah posisi Jogja sebagai kota pelajar bisa digeser oleh Surabaya? Tentu saya ragu. Untungnya Mas Reza sudah berhasil membuktikan kegagalan Surabaya melalui liputannya di Mojok.

Dua hari kemudian, muncul tulisan tandingan dari Mas Adhitya di sini yang berargumen bahwa Jember adalah daerah yang paling cocok disematkan sebagai kota pelajar. Tapi, setelah membacanya, saya tetap nggak sepakat. Sebab, menurut saya kota pelajar itu harus diukur dari aktivitas intelektualnya, nggak semata-mata fasilitas fisiknya aja.

Oleh karena itu, dari berbagai pertarungan argumen perihal daerah mana yang pantas menyandang sebagai kota pelajar, menurut saya nggak ada kota yang lebih ideal daripada Malang!

Malang telah dijuluki sebagai kota pelajar sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda

Ternyata, sejak era kolonial, daerah dengan institusi pendidikan yang berkualitas nggak hanya di Jogja, tapi juga di beberapa daerah lain, salah satunya Malang.

Faktor utamanya adalah jumlah universitas yang banyak pada zaman itu. Apalagi di era sekarang. Per 2024, ada 62 universitas yang terdiri 5 PTN dan 57 PTS. Oleh karena itu, selain sebagai kota wisata maupun apel, Malang juga sering dijuluki sebagai kota pelajar.

Semua lingkungan dipenuhi oleh mahasiswa

Malang itu kota kecil, ukurannya hanya 111,1 km, tiga kali lebih kecil daripada Surabaya. Tapi, kondisi itu justru jadi anugerah buat kota ini. Sebab, dengan luas daerah yang nggak begitu besar, tapi jumlah universitasnya melimpah, menjadikan kota ini dipenuhi oleh mahasiswa. Sehingga, keakraban dan pertemuan antarmahasiswa lintas perguruan tinggi lebih mudah terjadi dan dikembangkan.

Kondisi ini sangat kontras dengan Surabaya. Meski jumlah universitas di Kota Pahlawan jauh lebih banyak, tapi antarperguruan tinggi punya jarak tempuh yang cukup jauh. Sehingga, menjadi fenomena yang cukup mustahil antarmahasiswa untuk berdiskusi, apalagi bisa jadi akrab.

Baca Juga:

Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian 

Saya sudah hidup di Malang selama 2 tahun, dan tetap tidak bisa menerima sound horeg

Aktivisme mahasiswa lebih hidup

Saya sangat sepakat dengan tulisan Mas Reza yang bilang bahwa banyak mahasiswa Surabaya yang tabu dengan buku dan anti pada forum diskusi. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa Surabaya, saya beberapa kali ke Malang hanya untuk menghadiri diskusi. Sebab, forum-forum diskusi di kota ini lebih hidup.

Nggak hanya itu, kegiatan aktivisme mahasiswa juga lebih terasa di Malang daripada Surabaya. Salah satunya, kalian bisa membaca tulisan Mas Raffi di sini. Dari tulisan itu aja, saya rasa sudah sedikit terlihat kalo mahasiswa di Kota Apel lebih peduli pada isu-isu pelanggaran kemanusiaan yang memang seharusnya disuarakan. Kalo di Surabaya, boro-boro bergerak, peduli aja nggak!

Toko buku dan penerbit banyak

Perihal buku, Surabaya jelas kalah telak! Selain warganya nggak suka baca, pilihan toko buku di sini terhitung sedikit. Sehingga, saya sering mengalami kesusahan untuk mencari buku yang saya incar, utamanya buku-buku sosial.

Perkara ini, Malang selalu menjadi dan punya solusinya. Sebab, toko buku indie di kota ini terhitung lebih subur daripada di Surabaya. Begitu pun dengan penerbit bukunya. Selain itu, tradisi membaca di sini juga lebih nyaman, nggak akan dipelototi begitu lama atau dijuluki sok pintar. Intinya, kultur baik literasinya berbeda jauh dengan Surabaya.

Toleransi mahasiswa di Malang lebih tinggi

Berdasar pengalaman saya yang sering bermain ke UB, universitas di sana jauh lebih beragam daripada di Surabaya. Banyak mahasiswa luar pulau yang menjadikan malang sebagai daerah rujukan untuk kuliah. Oleh karena itu, menurut saya, mahasiswanya lebih toleran daripada di Surabaya.

Contoh gampangnya bahasa. Di sana mayoritas interaksi mahasiswa menggunakan bahasa Indonesia agar satu sama lain saling mengerti. Sedangkan, mahasiswa Surabaya sendiri selalu menggunakan bahasa jawa untuk interaksi sehari-hari. Sehingga, mahasiswa dari luar pulau seringkali dipaksa untuk memahami dan mengikuti budaya yang ada.

Tentu saja perkara bahasa, sebenarnya debatable. Jika berkaca pada Jogja yang jelas-jelas jadi jujugan, semua akan belajar bahasa Jawa pada waktunya. Tapi ini juga ada faktor lain yang “memaksa” orang-orang pada akhirnya belajar bahasa Jawa. Bisa dibahas di lain waktu.

Secara biaya hidup dan keamanan, juga menang

Kalo tolok ukur yang dipakai untuk menjadikan kota Surabaya dan Jember sebagai kota Pelajar adalah biaya hidup dan keamanan, Malang jelas lebih menang. Nggak lebih murah daripada Jember memang, tapi juga nggak semahal di Surabaya. Berdasar pengalaman, saya pernah diajak teman UB untuk makan nasi dengan ayam kecap serta sayur sop hanya membayar 7 ribu rupiah. Enaknya, gratis es teh pula. Bayangkan, murah kan?

Intinya, daerah ini masih murah dan terjangkau bagi mahasiswa dengan sangu pas-pasan.

Dari segi keamanan pun juga menang. Sejauh ini saya belum mendengar keluh kesah teman-teman saya yang khawatir ada kejahatan-kejahatan seperti klitih maupun gangster.

Oleh karena itu, Saya rasa nggak ada daerah yang lebih pantas dipanggil sebagai kota pelajar, selain Malang. Surabaya jelas nggak ada apa-apanya dan saya harap warga Jogja lebih legowo mulai sekarang. Kan udah punya gelar Kota Istimewa, mosok kurang?

Oh, nanya KTP? Nih di dompet.

Penulis: Naimatul Chariro
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kuliah di Surabaya Memberikan Hal-hal yang Tak Bisa Jogja Tawarkan, Ironi Pudarnya Predikat Kota Pelajar

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2024 oleh

Tags: biaya hidupJogjaklitihKota pelajarkultur diskusiMalangSurabaya
Naimatul Chariro

Naimatul Chariro

Mahasiswa yang sedang belajar menulis.

ArtikelTerkait

Culture Shock Orang Jogja Saat Merantau ke Surabaya

Culture Shock Orang Jogja Saat Merantau ke Surabaya: Salah Saya Apa kok Dipisuhi Cak Cuk Terus?

5 September 2023
Begini Rasanya Menjadi Penumpang KA Bengawan Kelas Ekonomi, Pegel Dikit Nggak Ngaruh!

Begini Rasanya Menjadi Penumpang KA Bengawan Kelas Ekonomi, Pegel Dikit Nggak Ngaruh!

14 Januari 2024
Meski Saya Arek Surabaya, tapi bagi Saya, Jalan Tunjungan Kalah Menarik ketimbang Kayutangan Malang. Aura Wisatanya Lebih Terasa!

Meski Saya Arek Surabaya, tapi bagi Saya, Jalan Tunjungan Kalah Menarik ketimbang Kayutangan Malang. Aura Wisatanya Lebih Terasa!

12 Maret 2024
Hujan di Jogja Memang Romantis, kecuali bagi Penduduk Bantaran Kali Gajahwong Jogja yang Berkawan (Kelewat) Akrab dengan Banjir

Kali Gajah Wong: Bakal Ambrol di Beberapa Titik, Penyelamat Kota Jogja dari Ancaman Bencana Banjir Ini Kondisinya Semakin Merana

10 Februari 2024
4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Liburan ke Surabaya Mojok.co bandung

Culture Shock Warga Bandung ketika Menjadi Arek Suroboyo: Motoran Pake Sarung? Nasi Goreng Merah?

27 Juni 2025
Rasanya Hidup di Pengok Jogja: Tidur di Antara 2 Rel, Pasti Bisa Bangun Pagi karena Suara Kereta Begitu Membahana

Rasanya Hidup di Pengok Jogja: Tidur di Antara 2 Rel, Pasti Bisa Bangun Pagi karena Suara Kereta Begitu Membahana

26 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

20 Juli 2026
Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya Mojok.co

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya

19 Juli 2026
Darurat ruang terbuka hijau, warlok Kota Jogja harus mampir daerah tetangga untuk sekadar duduk-duduk di taman Mojok.co

Darurat ruang terbuka hijau, warlok Kota Jogja harus mampir daerah tetangga untuk sekadar duduk-duduk di taman

24 Juli 2026
MK batalin sistem jahat dan korup bernama kuota internet hangus (Unsplash)

Skema jahat dan korup bernama “kuota internet hangus” resmi dibatalin sama MK, 235 triliun uang rakyat dicuri lewat skema ini

24 Juli 2026
Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

19 Juli 2026
4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat Mojok.co

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.