Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Cat Rumah Putih: Faktanya Nggak Seindah Teori, Bund!

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
26 Juni 2021
A A
Cat Rumah Putih_ Faktanya Nggak Seindah Teori, Bund! terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Dulu, saat masih jadi kontraktor alias berpindah kontrakan dari satu rumah ke rumah yang lain, saya sering membayangkan rumah seperti apa kelak yang akan ditakdirkan untuk saya. Apakah sebuah rumah mungil dengan taman bunga di depannya? Atau sebuah rumah dengan balkon, tempat saya bisa bercengkerama dengan laptop yang selalu bermasalah dengan keyboardnya ini? Sehingga kalau si laptop ngadat, saya jadi punya opsi untuk menerjunbebaskan dia seketika itu juga dari lantai 2.

Hingga kemudian, sekira 3 tahun setelah menikah, saya dan suami diberi kemampuan untuk beli rumah. Bukan rumah dengan taman bunga. Pasti Tuhan tahu saya nggak bakat ngopeni bunga. Alih-alih tumbuh cantik indah mewangi sepanjang hari, bunga-bunga itu mungkin akan berakhir tragis di tangan saya. Bukan pula rumah dengan balkon. Tapi, rumah yang sampai saat ini masih kami tinggali adalah rumah mungil khas perumahan.

Untuk menyiasati agar rumah kami yang kecil ini bisa terlihat lebih luas, saya pernah memutuskan untuk mengecat dinding rumah dengan warna putih. Dikutip dari rhiannonsinteriors, alasan mengapa warna putih bisa menimbulkan kesan ruangan lebih luas adalah karena warna putih dapat mencerahkan ruangan, sehingga pantulan cahaya dari lampu ataupun sinar matahari yang mengenainya dapat menciptakan kesan ruangan lebih lega. Selain itu, warna putih adalah warna yang fleksibel untuk beradaptasi dengan warna-warna lain yang ada di ruangan. Kalau suatu saat bosan, mau ganti warna cat dinding jadi warna hijau kodok atau kuning Golkar, juga nggak ribet. Kan warna putih gampang ditimpa dengan warna lain. Wah, juara banget ya, Bund, warna putih ini?

Tapi itu teorinya.

Faktanya? Nggak seindah itu, duhai Tuan dan Puan.

Pertama, cat rumah putih itu menguras emosi. Soal ini yakinlah padaku. Mempunyai rumah berdinding warna putih itu ibarat memiliki kitab suci yang tertempel di dinding. Harus hati-hati. Tidak boleh tidak. Sekali noda atau kotoran itu menempel, beuhhh bencana di depan mata tak terelakkan lagi. Ya gimana? Kelihatan banget soalnya. Pating ndlemuk, kalau orang Tegal bilang. Masih mending jerawat, bisa disembunyikan pakai duet maut concealer dan foundation.

Akhirnya, menjaga agar dinding putih itu tetap suci tanpa ternoda menjadi hal yang menguras emosi. Apalagi kalau di rumah ada bocil. Lihat anak bawa masuk sepeda, stres. Khawatir kalau-kalau roda sepeda merenggut kesucian si tembok. Apalagi kalau anak sudah pegang krayon. Alamak! Itu krayon berasa kek granat yang bisa meluluhlantakkan keagungan si tembok putih. Kalau sudah begitu, apa nggak menguras emosi namanya? Sebentar-sebentar khawatir kotor.

Kedua, cat rumah putih itu rentan kotor. Tanpa ada drama roda sepeda nyenggol tembok, bekas coretan krayon, atau jejak jari-jari jahanam yang seenak wedel membuat grafiti di tembok, warna putih pada dinding sungguhlah rentan untuk cepat kotor. Sumbernya bisa dari debu yang terbawa udara ataupun efek putaran waktu yang membuat warna putih di dinding tak lagi segonjreng saat awal diaplikasikan. Alih-alih menciptakan kesan ruangan jadi lebih lega, yang ada malah terihat kusam. Kan kesel.

Baca Juga:

Orang Tua Kita Bisa Beli Rumah karena Negara Belum Bobrok (Banget), Bukan karena Tidak Foya-Foya!

Beli Rumah Jadi, Cara Paling Aman Menghindari Scam Developer Nakal

Pada akhirnya, segala teori yang menuangkan puja-puji akan kelebihan pemilihan warna putih sebagai cat dinding, tetaplah dibarengi dengan konsekuensi yang tak bisa diabaikan. Saya pun sudah tak lagi menggunakan warna putih untuk cat interior rumah. Kapok? Mungkin. Lagian pengin rumah terlihat lebih luas kok pilih warna putih? Beli rumah baru, dong! Itu baru benaaar.

BACA JUGA ‘Higehiro’, Anime yang Menyajikan Realitas Sosial dan Isu Kesehatan Mental dan artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: beli rumahcat dindingcat rumahGaya Hidup Terminal
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Touring Bareng Klub Motor Nggak Seasyik Touring Waktu SMA

24 Mei 2021
6 Pertanyaan Menyebalkan yang Seharusnya Nggak Usah Dipertanyakan terminal mojok

6 Pertanyaan Menyebalkan yang Seharusnya Nggak Usah Dipertanyakan

6 Agustus 2021
Dear Rokok Mustika yang Enak dan Murah, Kurangi Bungkus Plastiknya, dong! terminal mojok.co

Dear Rokok Mustika yang Enak dan Murah, Kurangi Bungkus Plastiknya, dong!

4 Agustus 2021
Mengacungkan Jari Tengah Saat Foto Ngapain, sih_ Ngajak Ribut_ terminal mojok

Mengacungkan Jari Tengah Saat Foto Ngapain, sih? Ngajak Ribut?

29 Juni 2021
harga rokok naik cukai rokok perokok di kafe buang puntung sembarangan padahal udah ada asbak mojok.co

Nggak Apa-apa Harga Rokok Naik, tapi Nggak Sesering Ini Juga, kali!

20 Juli 2021
alternatif profesi di era media sosial mojok

4 Alternatif Profesi di Era Media Sosial yang Bisa Dilamar oleh Lulusan Semua Jurusan

3 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover

Suzuki Nex Crossover: Matic Underrated yang Seharusnya Lebih Laku Dibanding BeAT Street yang Payah Itu

9 Maret 2026
Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

7 Maret 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Bagi-bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

7 Maret 2026
THR Ludes Sebelum Hari Raya Bukan Melulu Salahmu, Hidup Memang Lagi Susah Mojok.co

THR Ludes Sebelum Hari Raya Tidak Melulu Salahmu, Hidup Memang Lagi Susah

9 Maret 2026
Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

9 Maret 2026
Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua Mojok.co

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.