6 Kudapan yang Sering Didapat setelah Donor Darah – Terminal Mojok

6 Kudapan yang Sering Didapat setelah Donor Darah

Artikel

Donor darah merupakan aktivitas sosial yang bisa dilakukan setiap 60 hari sekali. Tentu saja ada syarat dan ketentuan yang berlaku agar seseorang bisa mendonorkan darahnya. Seperti umur, berat badan, tekanan darah, tes hemoglobin, dan syarat-syarat lain yang menegaskan bahwa calon pendonor dalam keadaan sehat.

Meski bersifat sukarela, bukan berarti pendonor tidak mendapatkan apa-apa setelah mendonorkan darah. Biasanya pihak PMI atau penyelenggara donor darah akan memberikan buah tangan berisi camilan.

Tentu saja camilan tersebut berguna untuk menyegarkan tubuh setelah pendonor menyumbangkan darahnya.

Selama saya menjadi donor darah sukarela, ada dua syarat mutlak kudapan yang akan diberikan kepada pendonor. Pertama, praktis untuk dikonsumsi. Kedua, kudapan yang sarat akan nutrisi untuk mengembalikan energi, karena tidak hanya galau dan patah hati saja yang butuh energi.

Berikut ini adalah kudapan atau camilan yang sering didapat setelah kita melakukan donor darah.

Susu coklat

Boleh jadi minuman ini menjadi salah satu nutrisi pasca-donor yang tidak boleh digantikan. Beberapa Unit Donor Darah (UDD) PMI yang saya tahu, selalu menyuguhkan segelas susu cokelat hangat bagi para pendonor.

Susu cokelat sendiri dinilai memiliki kandungan nutrisi yang dapat mengembalikan energi pada tubuh. Apalagi saat donor darah berlangsung, ada sekitar 650 kalori yang terbakar dalam tubuh. Kalori ini setara dengan aktifitas zumba selama satu jam. Sehingga susu cokelat adalah salah satu nutrisi yang pas diminum setelah mendonorkan darah untuk membuat tubuh lebih berenergi.

Mi instan

Terlepas dari sehat atau tidaknya mi instan, tapi bagi saya ada tiga momen yang membuat makan mi instan jadi lebih nikmat. Pertama saat hujan, kedua saat berada di gunung, dan ketiga saat setelah donor darah.

Secara default, mi yang sering disuguhkan adalah mi rebus baik itu rasa ayam bawang atau rasa soto. Namun, akhir-akhir ini PMI sering memberikan mie kemasan cup. Mungkin hal ini dinilai lebih praktis dan tidak menambah mangkok kotor di tempat cucian.

Biskuit gandum

Meski memiliki kalori yang rendah, biskuit gandum nyatanya memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga memberikan sensasi kenyang.

Biasanya biskuit gandum rasa coklat-lah yang menjadi pilihan PMI untuk diberikan kepada para pendonor. Coklatnya untuk menambah energi dan serat gandumnya untuk membuat perut terasa kenyang.

Minuman isotonik

Ketika mendonorkan darah, tentu saja tidak hanya kalori tubuh yang terbakar, tetapi cairan dalam tubuh juga berkurang. Sehingga penting untuk mendapatkan asupan cairan demi menggantikan cairan yang hilang dalam tubuh pasca donor.

Biasanya minuman seperti Pocari Sweat menjadi pilihan bagi UDD PMI untuk masuk dalam daftar camilan yang akan diberikan kepada pendonor. Pocari Sweat sendiri memiliki kandungan yang mirip dengan cairan infus seperti natrium klorida yang berfungsi menjaga agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Endog

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama, saat mendonorkan darah, akan ada 650 kalori yang terbakar. Jumlah tersebut sama saja dengan kalori tiga potong martabak manis dengan pugas coklat penuh.

Namun, opsi martabak sebagai nutrisi pasca donor tentu bukan pilihan yang tepat, mengingat UDD PMI adalah tempat pelayanan transfusi darah, bukan foodcourt atau pujasera.

Sehingga, opsi praktis yang bisa diberikan kepada para pendonor adalah endog, tepatnya endog godog alias telur rebus. Selain murah, endog adalah sumber nutrisi yang kaya akan zat besi dan memiliki indeks kenyang yang tinggi, sehingga cocok untuk diberikan kepada para pendonor.

Sari kacang hijau

Setelah menyumbangkan sejumlah darah, pendonor tentu akan membutuhkan nutrisi yang dapat mempercepat pembentukan sel darah merah dalam tubuh. Sehingga nutrisi seperti protein dan vitamin menjadi kebutuhan yang fardhu ‘ain.

Salah satu kudapan yang kaya akan protein dan vitamin adalah sari kacang hijau. Umumnya sari kacang hijau kemasan kotak lah yang diberikan kepada pendonor karena dinilai lebih praktis. Bukan bubur kacang hijau yang disajikan dengan ketan hitam.

Itulah beberapa kudapan atau camilan yang sering didapat setelah donor, di tempat berbeda mungkin lain cerita. Mungkin ada yang ngasih nasi padang, atau mi ayam. Kata Terminator lain sih, ada yang dapet paket makan McD atau KFC. N666eri.

BACA JUGA Beragam Profesi di Rumah Sakit selain Dokter dan Perawat yang Perlu Diketahui dan tulisan Dhimas Raditya Lustiono lainnya.

Baca Juga:  Seserahan ala Betawi yang Patut Dilestarikan Eksistensinya di Era 4.0
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.