‘Carita de Angel’, Telenovela yang Bikin Saya Pengin Punya Rambut Palsu – Terminal Mojok

‘Carita de Angel’, Telenovela yang Bikin Saya Pengin Punya Rambut Palsu

Artikel

Ayu Octavi Anjani

Apakah kamu dulu termasuk generasi yang suka nonton Carita de Angel?

Saya seketika kaget saat membaca salah satu tulisan di Terminal yang menarik perhatian saya. Yup, tulisan Mas Wisnu yang judulnya “Mengenang ‘Amigos X Siempre’, Telenovela yang Booming Pada 2000-an”. Jujur, dari dulu saya suka sekali dengan telenovela Meksiko satu ini. Kok, nggak kepikiran ya buat nulis ini. Hadeh.

Sekarang bahkan saya menunggu-nunggu kapan lagi ya telenovela Amigos X Siempre bakal ditayangkan di televisi lagi. Dulu waktu saya masih SD, nggak pernah ketinggalan nonton telenovela ini. Dulu saya suka sekali lihat pemeran laki-lakinya. Hahaha. Tampan soalnya.

Setelah membaca tulisan Mas Wisnu tadi itu, saya jadi terbawa memori lama ke tahun 2000-an. Jadinya saya mbatin. Oh iya, ya tahun 2000-an dulu itu stasiun televisi kita punya banyak tayangan telenovela. Saya baru ingat ada beberapa telenovela yang jadi favorit saya. Selain Amigos X Siempre, ada lagi yang paling saya suka dan nggak pernah sekalipun kelewatan nonton: Carita de Angel.

Masa lalu anak-anak 2000-an saya yakin bahagia banget kalau tau telenovela Carita de Angel. Carita de Angel dulu sebooming Amigos X Siempre lho, jangan salah. Bahkan beberapa tahun lalu pernah ditayangkan ulang di stasiun MNCTV. Sudah usia kepala dua pun saya masih senang nonton telenovela lagi.

Baca Juga:  Mengenal Chiapas, Wilayah Merdeka yang Hidup Tanpa Negara

Namanya telenovela, biasanya asal produksinya ya dari Meksiko. Carita de Angel jadi salah satu telenovela asal Meksiko yang booming sekali waktu tahun 2000-an dulu. Kalau di-translate ke bahasa Indonesia sih, judulnya berarti Wajah Malaikat. Ya, memang ceritanya seperti itu sih. Bagus memang.

Kalau Amigos X Siempre bercerita tentang persahabatan dan percintaan, berbeda dengan Carita de Angel yang bercerita tentang seorang anak TK yang tidak lagi punya ibu. Tapi, dia punya ayah dan bibi yang sangat menyayanginya. Nama anaknya adalah Dulce Maria. Seinget saya, anak ini tinggal dan sekolah di sebuah asrama yang dijaga ketat olah para biarawati di sana.

Ceritanya si Dulce ini anak yang nakal dan dia selalu diganggu oleh beberapa teman perempuannya yang lain. Tapi, alur yang lebih epic adalah Dulce Maria ini punya ibu peri yang selalu dia temui di gudang rumahnya. Nah, ibu peri cantik nan baik hati itu nggak lain ibunya Dulce Maria. Ibunya ini memang seperti malaikat karena melindungi Dulce Maria. Mengunjungi Dulce Maria, ketika dia rindu ibunya.

Sebenarnya konflik dari telenovela ini tidak terlalu rumit, sih. Hanya seorang anak kecil yang nakal, pertengkaran anak-anak seusianya, dan dia selalu merindukan ibunya yang sudah tiada. Kalau di sekolah dia selalu membuat onar dan nggak jarang membuat para biarawati kelimpungan. Kisah percintaan orang tua juga terdapat dalam telenovela ini. Misalnya, ketika Ayah Dulce Maria jatuh cinta pada Suster Cecilia, seorang biarawati cantik dari asrama Dulce.

Baca Juga:  Sebelum Drama Korea Menyerang, Telenovela Pernah Merajai Tontonan Indonesia

Anak-anak 2000-an pasti nggak asing dengan sosok bibi Dulce Maria yang sering dijuluki dengan tante rambut palsu. Saya masih ingat betul gaya berpakaian si tante yang nyentrik ditambah rambut palsu yang selalu berganti-ganti warna setiap harinya. Lebih uniknya lagi, warna rambut palsu yang selalu si tante pakai pasti matching sekali dengan pakaiannya hari itu. Ikonik memang.

Tante rambut palsu ini sangat menyayangi Dulce Maria dan selalu ada kalau Dulce Maria butuh apa pun. Makanya saya senang sekali lihat dia seliweran di televisi. Selain karena baik hati, warna rambut dan pakaiannya yang mecolok bikin segar mata lihatnya. Karena tante rambut palsu inilah, saya sempat bilang ke orang tua ingin rambut saya diwarnai seperti itu. Setiap hari berganti-ganti. Bagi anak SD seperti saya dulu itu keren. Hahaha.

Sampai sekarang saja, soundtrack telenovela Carita de Angel saja saya masih ingat dan terngiang-ngiang. Lagunya enak didengar, sih.

Meskipun sekarang saya nggak kecil lagi, kalau ingat telenovela Carita de Angel saya nggak pernah lupa gimana suara lembut si malaikat dan suara serak-serak basahnya Dulce Maria yang renyah banget kalau didengar. Makna telenovela Carita de Angel itu bagus lho. Saya jadi paham ketika kita rindu dan membutuhkan seseorang, tapi orang itu nggak ada di kehidupan saya.

Baca Juga:  Hal-hal Paling Menjengkelkan dan Patut Diwaspadai Saat Menyalip Mobil Pakai Sepeda Motor

Carita de Angel mengajarkan saya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Di umur 22 tahun saya paham, saya nggak perlu khawatir. Orang-orang yang tidak ada fisiknya, tapi sebenarnya mereka ada di dalam hati kita.

Sumber Gambar: YouTube Kalternative Universe

BACA JUGA Mengenang ‘Amigos X Siempre’, Telenovela yang Booming pada 2000-an dan tulisan Ayu Octavi Anjani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
6


Komentar

Comments are closed.