Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Cari Tahu Dulu Negara Tujuan Studi dan Biayanya Saat Ingin Kuliah ke Luar Negeri

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
23 Desember 2020
A A
Jangan Lupa Pikirkan Juga Biaya Kuliah saat Memilih Negara Tujuan Studi! Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Kesadaran masyarakat, terlepas dari latar belakangnya, untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas semakin meningkat. Salah satu cara mendapatkan pendidikan berkualitas tersebut adalah dengan berangkat ke luar negeri untuk belajar, baik itu mendapatkan gelar sarjana, magister, sampai doktor. Kini, kuliah ke luar negeri menjadi cita-cita banyak orang.

Beasiswa biasanya menjadi salah satu sumber pendanaan yang dituju para calon mahasiswa. Tak heran lantaran beasiswa untuk studi ke luar negeri pun banyak sekali, dan kesempatan bagi orang Indonesia terbuka sangat luas. Salah satu beasiswa dari dalam negeri yang membiayai kuliah para putra-putri bangsa adalah LPDP. Beasiswa dari negara lain pun tidak sedikit yang ditawarkan.

Jika malas dengan persyaratan beasiswa yang menuntut kita untuk mengumpulkan dokumen yang setumpuk itu, kita bisa menggunakan pendanaan pribadi untuk berangkat sekolah ke luar negeri. Nah, bagi jamaah mojokiyah yang memutuskan melanjutkan studi ke luar negeri dengan biaya pribadi, saya sarankan untuk melakukan riset lebih mendalam tentang negara yang jadi tujuan belajar kalian.

Jangan hanya mempertimbangkan perbedaan bahasa, iklim, dan kemungkinan kalian bakal kerasan atau tidak hidup di negara nan jauh di mata, kalian juga perlu mengalkulasikan biaya hidup di sana. Biaya hidup yang mencakup biaya sewa tempat tinggal, makan, dan transportasi perlu kalian perhitungkan. Begitu juga dengan biaya studi (tuition fee) karena kebijakan biaya studi tiap negara berbeda-beda.

Setiap negara menetapkan biaya perguruan tinggi dengan alasan yang berbeda. Berdasarkan informasi yang saya baca dari “Education Indicators in Focus” terbitan OECD dengan tajuk “How is international student mobility shaping up?” dan beberapa portal belajar internasional, seperti Study Portals dan Study International, struktur pembiayaan studi dibagi menjadi tiga. Mari kita simak bersama-sama~

#1 Negara yang memberlakukan biaya studi mahasiswa internasional lebih tinggi daripada mahasiswa domestik

Paper terbitan OECD membuat daftar negara-negara yang “memahalkan” biaya kuliah bagi para mahasiswa luar negeri. Jika kalian memutuskan untuk memilih negara Australia, Irlandia, Kanada, Selandia Baru, Rusia, Turki, dan Amerika Serikat sebagai negara tujuan studi, siap-siap saja bayar SPP lebih mahal dari mahasiswa asli negara sana.

Selain itu, ada juga Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Islandia, Belanda, Polandia, Swedia, dan Britania Raya yang memberlakukan biaya kuliah lebih mahal bagi mahasiswa yang bukan berasal dari Uni Eropa atau Masyarakat Ekonomi Eropa.

Bahkan mulai tahun 2021, karena keputusan Brexit, Britania Raya tidak akan memberi keringanan biaya studi bagi mahasiswa asal Uni Eropa dan MEE. Ya sama saja sih, kita warga Indonesia bukan bagian dari sana.

Baca Juga:

Tinggal di Eropa Tidak Seindah Bayangan Orang Indonesia, tapi…

Nah, kenapa bisa mahal? Jadi, biaya kuliah di negara-negara tersebut mahal lantaran semua biaya dibebankan kepada mahasiswa alias pemerintah tidak ikut menanggung biaya studi. Ada juga alasan lain seperti Australia yang salah satu ekspor jasa terbesarnya memang dari “bisnis” pendidikan internasional. Tetapi kalian bisa kok mengajukan beasiswa parsial dari universitas, tentunya dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi dan juga memastikan ketersediaan beasiswa di kampus~

#2 Negara dengan biaya kuliah yang setara antara mahasiswa domestik dengan mahasiswa internasional

Yang kedua adalah daftar negara yang adil, arif, dan bijaksana seperti bapak dan ibu yang sayang sama anak-anaknya. Gimana nggak sayang, negara-negara ini tidak membedakan mahasiswa internasional dengan mahasiswa domestik. Istilahnya nggak pilih kasih lah~

Negara-negara yang memberlakukan biaya kuliah yang setara antara mahasiswa domestik dan internasional antara lain Italia, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Spanyol, dan Swiss.

#3 Negara yang menggratiskan biaya kuliah bagi mahasiswa domestik dan mahasiswa internasional

Finlandia, Norwegia, Jerman, dan Prancis merupakan negara idaman para mahasiswa lantaran tidak memungut biaya kuliah. Pemerintah negara-negara ini menanggung biaya kuliah para mahasiswa melalui pajak yang dibayarkan para warga. Jadi, kuliah di sana gratis, tis, tis.

Khusus universitas negeri di Norwegia, biaya kuliah semuanya gratis, dan biaya kuliah di universitas swastanya pun tetap lebih murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Sementara di Finlandia, biaya kuliah digratiskan untuk program kuliah yang menggunakan bahasa Finlandia atau Swedia. Kalau pakai bahasa Inggris ya kita tetap harus bayar! Heuheuheu.

Awalnya, Jerman memberlakukan biaya kuliah yang sama bagi mahasiswa internasional dan domestik, tapi sejak tahun 2014, biaya kuliah mahasiswa yang sedang mengambil program sarjana dan master digratiskan. Sementara bagi mahasiswa yang mengambil program Ph.D, bakal dikenakan biaya kuliah setelah 6 bulan belajar. Mantap kan?

Oh ya, negara yang tertulis di atas tadi merupakan negara yang telah bergabung sebagai anggota organisasi OECD saja, ya. Beberapa negara di atas juga menjadi negara tujuan studi favorit pelajar dari Indonesia. Jadi, jika kalian berencana melanjutkan studi ke negara-negara tersebut, bakal sering berpapasan dengan teman-teman asal Indonesia juga loh.

Terlepas dari negara manapun yang bakal jadi tujuan belajar kalian, jangan lupa perhitungkan biaya kuliah dan aspek-aspek lainnya. Tetap semangat buat meraih cita-cita yaaa, Mylov~

BACA JUGA Tips Belajar Bahasa Korea Budget Minim dan Anti Stres dan tulisan Noor Annisa Falachul Firdausi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2020 oleh

Tags: studi di luar negeri
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

tinggal di eropa studi di luar negeri jalan-jalan keluar negeri mojok.co

Tinggal di Eropa Tidak Seindah Bayangan Orang Indonesia, tapi…

16 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pustakawan Membela iPusnas yang Layanannya Dikeluhkan Banyak Orang Mojok.co

Pustakawan Membela Layanan iPusnas yang Dikeluhkan Banyak Orang

8 Juni 2026
Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

7 Juni 2026
Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

10 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026
4 Cara Menikmati Wisata Semarang Secara Gratis (Unsplash)

Panduan Wisata Gratis di Semarang: 4 Cara Menikmati Kota Atlas Tanpa Perlu Pusing Mikir Tagihan

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.