Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Cara Ampuh Memperbaiki Jam Tidur Adalah dengan Memiliki Tanggung Jawab

Muhammad Ikhsan Firdaus oleh Muhammad Ikhsan Firdaus
1 Oktober 2020
A A
Kondisi-kondisi Ngehek yang Jadi Penyebab Susah Tidur terminal mojok.co

Kondisi-kondisi Ngehek yang Jadi Penyebab Susah Tidur terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sering mendengar keluhan seseorang terkait jam tidur yang berantakan, baik itu melalui teman yang menceritakannya secara langsung kepada saya atau melalui cuitan di Twitter yang lewat linimasa saya. Banyaknya keluhan membuat saya juga menemukan banyak tips untuk memperbaiki jam tidur.

Tapi, saya melihat setidaknya ada satu hal penting yang luput dari kumpulan tips untuk memperbaiki jam tidur. Tips paling ampuh bagi saya untuk bisa memiliki jam tidur normal adalah tanggung jawab.

Saya sendiri sudah beberapa kali mengganti jam tidur. Awalnya—sama seperti manusia pada umumnya—saya tidur pulas pada waktu malam, dan terbangun pada pagi. Semenjak selesai UN SMK dan menuju bangku perkuliahan, ada beberapa bulan waktu nganggur. Inilah yang membuat jam tidur saya banyak berubah untuk pertama kalinya.

Jika saat sekolah saya memiliki tanggung jawab untuk bangun pagi dan berangkat ke sekolah, saat memasuki masa-masa nganggur, saya jadi tidak memiliki tanggung jawab tersebut. Oleh karena tidak memiliki tanggung jawab untuk bangun pagi dan beraktivitas saat pagi, ini membuat saya jadi memundurkan jam tidur yang mengakibatkan saya jadi sering bangun siang dan lebih banyak beraktivitas saat malam.

Setelah beberapa bulan menganggur, perkuliahan dimulai. Secara kebetulan saya mendapatkan banyak kelas saat pagi. Dalam kondisi ini, jam tidur saya kembali menjadi normal. Saya kembali terlelap saat malam dan beraktivitas saat pagi. Mengubah pola tidur ini memang tidak mudah, harus menahan kantuk, agar tetap mengikuti perkuliahan. Tapi, tidak sampai tiga hari, saya sudah mulai terbiasa kembali untuk tidur saat malam dan bangun saat pagi.

Tanggung jawab untuk masuk kelas pagi lah yang membuat saya kembali memiliki jam tidur yang normal kembali. Kalaupun ada tugas yang harus membuat saya begadang, saya tetap bisa bangun pagi, dan tetap beraktivitas saat pagi. Paling saat siang, atau sore saya akan mencuri waktu tidur di perpustakaan, masjid, atau ruangan UKM.

Jam tidur saya rusak untuk kedua kalinya saat memasuki masa skripsi. Saat skripsi, saya benar-benar tidak memiliki tanggung jawab untuk masuk kelas pagi, bimbingan saya dengan dosen juga biasa dilakukan saat sore atau selepas maghrib. Bermain dengan tema, maupun pacaran tidak pernah dilaksanakan saat pagi. Situasi ini membuat saya kembali kehilangan tanggung jawab untuk bangun pagi, dan ini menyebabkan pola tidur saya kembali rusak.

Entah mengapa saat itu saya juga merasakan momen di mana saya lebih bisa berpikir dengan jernih saat malam. Saat sudah memasuki pukul sebelas, barulah rasanya nikmat sekali mengerjakan skripsi. Seperti tidak ada gangguan apapun. Setelah tiga-empat jam kemudian, rasa kantuk baru menyerang.

Baca Juga:

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

Setelah saya lulus kuliah, saya memutuskan untuk belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris. Untuk menunjang pembelajaran biar makin mantap, saat itu saya memutuskan mengambil camp untuk tempat tinggal.

Kebetulan camp yang saya tempati rasanya mirip sekali dengan pesantren. Saya harus melaksanakan salat subuh berjamaah tepat waktu, setelah salat tentu saya tidak boleh kembali tidur. Saya harus mengikuti rutinitas belajar camp pagi, setelah itu saya harus siap-siap masuk kelas pagi untuk belajar. Pagi saya, yang sebelumnya hanya untuk tidur, sekarang penuh dengan kegiatan belajar.

Rutinitas pagi yang luar biasa tersebut menandakan bahwa saya memiliki tanggung jawab, untuk beraktivitas di saat pagi. Tentu saja jam tidur saya akhirnya kembali menjadi normal. Saya jadi terbiasa bangun pukul empat, dan tidur saat pukul sebelas. Oleh karena waktu tidur yang masih terasa kurang, saya jadi biasa menebus ketertinggalannya saat siang. Saat di Kampung Inggris, saya dan teman-teman jadi rutin tidur siang.

Jam tidur saya kembali hancur berantakan saat saya harus pulang dari Kampung Inggris. Berstatus sebagai pengangguran, tentu saya tidak memiliki tanggung jawab untuk harus bangun pagi. Kehilangan tanggung jawab bangun pagi inilah yang membuat saya kembali tidur di saat pagi dan melek di saat malam.

Sesekali, saya memang masih harus bangun pagi untuk nganter bapak ke rumah sakit atau untuk menghadiri wawancara kerja. Tapi, karena kegiatan tersebut tidak dilakukan secara rutin, akhirnya tetap tidak bisa memperbaiki jam tidur saya.

Saya tidak pernah khawatir dengan jam tidur saya yang saat ini berantakan. Sebab, saya yakin, jika suatu saat saya menjadi pegawai kantoran yang dituntut untuk absen pagi di kantor, jam tidur saya juga akan kembali normal. Saya yakin, akan kembali bisa beraktivitas saat pagi, dan terlelap saat malam.

Tulisan ini memang bukan tulisan ilmiah, tidak ada riset apapun yang saya cantumkan. Saya juga tidak tahu, apakah jam tidur yang berubah-ubah ini menimbulkan efek negatif bagi kesehatan atau tidak. Tapi, saya meyakini, berdasarkan pengalaman saya pribadi, cara ampuh untuk memperbaiki jam tidur adalah dengan memiliki tanggung jawab besar untuk beraktivitas saat pagi.

Bagi orang yang jam tidurnya sudah berantakan, awalnya mungkin akan sulit untuk melawan kantuk saat harus beraktivitas waktu pagi. Di situlah gunanya kafein. Tapi, kalau memang tidak memiliki tanggung jawab bangun pagi, ngapain juga harus bangun, mending juga bobo lagi.

BACA JUGA NFL Fans Indonesia, Tempat yang Tepat Untuk Mulai Memahami American Football dan tulisan Muhammad Ikhsan Firdaus lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2020 oleh

Tags: bangun pagijam tidurkerjaKuliahtanggung jawab
Muhammad Ikhsan Firdaus

Muhammad Ikhsan Firdaus

Pemuda yang memiliki cita-cita dapat mengunjungi berbagai negara di Asia.

ArtikelTerkait

Membayangkan Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh Jadi Mahasiswa, Nggak Semua Punya Kehidupan yang Mulus Mojok.co

Membayangkan Upin Ipin dan Anak Kampung Durian Runtuh Jadi Mahasiswa, Nggak Semua Punya Kehidupan yang Mulus

14 Februari 2024
Nasib Sarjana Musik di Situbondo: Jadi Tukang Sayur, Bukan Beethoven

Nasib Sarjana Musik di Situbondo: Jadi Tukang Sayur, Bukan Beethoven

17 Desember 2025
Jadi PNS Nggak Melulu Enak, Inilah Hal-hal Pilu yang Harus Dihadapi Terminal mojok

Jadi PNS Nggak Melulu Enak, Inilah Hal-hal Pilu yang Harus Dihadapi

5 Februari 2021
Kuliah dengan Beasiswa Tetap Butuh Biaya Besar, Nggak Bisa Nol Rupiah

Kuliah dengan Beasiswa Tetap Butuh Biaya Besar, Nggak Bisa Nol Rupiah

20 Juli 2024
Derita Mahasiswa yang Masuk Jurusan Sastra Indonesia sebagai Pilihan Kedua, Selalu Dipandang Sebelah Mata Mojok.co

Derita Mahasiswa yang Masuk Jurusan Sastra Indonesia sebagai Pilihan Kedua, Selalu Dipandang Sebelah Mata

3 Mei 2024
Ekskul KIR Sepi Peminat padahal Jadi Modal Siswa Masuk Kuliah

Ekskul KIR Sepi Peminat padahal Jadi Modal Siswa Masuk Kuliah

4 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.