Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bupati Blora, Kontenmu Nggak Akan Mampu Menutupi Bobroknya Kinerja Pemkab!

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
25 Maret 2026
A A
Bupati Blora, Kontenmu Nggak Akan Mampu Menutupi Bobroknya Kinerja Pemkab!

Bupati Blora, Kontenmu Nggak Akan Mampu Menutupi Bobroknya Kinerja Pemkab!

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu terakhir—dan bahkan sampai tulisan ini dirampungkan—Bupati Blora lagi panen komentar pedas dari warganet. Bukan cuma dari orang Blora saja, tapi sudah meluas ke luar daerah. Orang-orang yang mungkin sebelumnya nggak kenal dan bahkan nggak peduli, mendadak ikut nimbrung, seolah ikut sepakat pada satu hal: ada yang nggak beres dari cara daerah ini dikelola.

Semua ini bermula dari satu konten yang, jujur saja, terasa niretika. Bahkan tak cuma menuai kritik, tapi juga sampai diremake sana-sini oleh influencer, dilempar ke berbagai platform, dan sampai mendarat di akun Instagram @lambeturah. Dari situ, efeknya makin panas. Konten yang awalnya dianggap akan memberikan citra positif bagi Bupati, justru berubah jadi bahan olok-olokan hingga tingkat nasional.

Ironisnya, ini bukan kejadian yang berdiri sendiri. Selama ini, Bupati Blora memang dikenal cukup rajin membagikan aktivitasnya. Mulai dari wisata kuliner, kunjungan ke tokoh-tokoh penting, sampai hadir di acara pernikahan (yang tentu saja dari kalangan pejabat juga). Nggak salah sih, tapi menurut keyakinan saya hal semacam itu justru terasa nggak ada gunanya. Ketika yang ditampilkan lebih banyak yang remeh-temeh, wajar jika publik kemudian bertanya: ini sebenarnya kerjanya apa aja, atau memang orientasinya hanya sibuk bikin feed konten pribadi?

Berawal dari inisiatif warga yang sudah jengah melihat kondisi jalan di daerahnya

Saya memahami bahwa citra seorang aktor politik —Bupati misalnya—merupakan suatu hal yang amat penting untuk dijaga dan ditonjolkan. Tapi, bukan berarti citra hanya dibangun dari drama lho ya. Harus ada pembuktian nyata dan tentu saja bisa tetap dipertanggungjawabkan.

Namun, pencitraan yang kadung dibangun oleh Bupati Blora justru menemukan antiklimaksnya di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan. Di saat tim sosmed Bupati Blora sibuk memoles feed Instagram dengan kunjungan-kunjungan seremonial, warga di desa Nglebak justru sedang bahu-membahu melakukan sesuatu yang seharusnya menjadi tugas Pemkab: menyediakan infrastruktur dasar berupa jalan.

Bahkan menurut beberapa sumber yang saya baca, ruas jalan Menden-Megeri itu bukan jalan tikus atau gang sempit menuju pemakaman. Melainkan jalan yang secara administratif sah menjadi kewenangan dari Pemkab Blora. Namun, karena sudah lelah diberi harapan palsu oleh birokrasi, warga akhirnya lebih memilih “merogoh kocek” dan “memeras keringat” demi mengecor jalan rabat beton sepanjang hampir satu kilometer secara swadaya.

BACA JUGA: Blora, Kabupaten Kecil yang Sulit Menghargai Tokoh-tokoh Penting Daerahnya

Kritik warga yang mudah lenyap dihapus tim sosmed karbitan

Lebih miris lagi saat saya menyadari bahwa komentar-komentar bernada kritis yang dilontarkan ke akun instagram milik Bupati justru cepat lenyap dihapus oleh admin. Bukannya menerima atau minimal merespons, kritik yang ada malah dilenyapkan begitu saja.

Baca Juga:

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

3 Fakta Menarik tentang Blora yang Jarang Orang Bicarakan

Harusnya, kalau memang niatnya membangun citra yang sehat bagi Bupati Blora, kritik itu ya diterima. Syukur-syukur bisa ditanggapi. Lah ini malah dihapus, seolah-olah masalahnya akan ikut lenyap begitu komentar sudah tak terbaca.

Tim medsos model begini jujur saja kelihatan amatiran plus karbitan. Maunya terlihat profesional, tapi nggak paham esensi dari tupoksinya. Padahal admin sosmed sekelas Bupati itu bukan cuma merapikan feed sama menambahkan caption yang ndakik-ndakik. Tapi juga berani berdiri di tengah kritik dan membantu menjelaskan keadaan yang sebenarnya kepada publik.

Lebih enak kalau ada penjelasan yang terang di tengah kegaduhan yang terjadi. Misalnya soal pembangunan jalan di Desa Ngablak itu sebenarnya bagaimana, kendalanya apa, progresnya sejauh mana. Kasih data, kasih konteks, biar masyarakat awam menjadi lebih paham. Lah ini malah pilih cara paling gampang dengan hanya menghapus komentar.

Kalau cuma urusan delete-delete begitu, adik saya di rumah juga kayaknya bisa, bahkan saya jamin lebih telaten. Atau memang konten yang bikin gaduh tersebut sudah nggak ketolong lagi untuk diluruskan? Ya wassalam.

Bupati Blora, jangan takut dikiritik oleh wargamu sendiri

Pada akhirnya, Pak Bupati mesti segera sadar bahwa jabatan publik bukanlah panggung sandiwara yang bisa diedit sesuka hati. Kamera memang bisa menipu pandangan, filter bisa mempercantik suasana, dan jari admin bisa menghapus ribuan caci maki di kolom komentar. Namun, ada satu hal yang tidak bisa dimanipulasi oleh teknologi secanggih apa pun: rasa kecewa warga yang kakinya setiap hari terperosok di jalanan yang hancur.

Inisiatif yang dilakukan oleh warga Desa Nglebak dengan patungan membangun jalan adalah sebuah tamparan sekaligus alarm keras. Itu adalah bukti bahwa mereka sudah tidak lagi butuh tontonan “wisata kuliner” atau “kondangan pejabat” di feed Instagram Bapak.

Mereka butuh fungsi paling dasar dari pemerintahan yaitu dengan menyediakan infrastruktur yang layak. Maka ketika warga lebih memilih melakukan iuran dengan uang pribadi untuk membangun jalan daripada menunggu aksi nyata dari Pemkab, di situlah sebenarnya marwah pemkab sedang runtuh seruntuh-runtuhnya.

Jangan sampai sejarah mencatat bahwa di bawah kepemimpinan Bapak, Blora hanya dikenal sebagai daerah yang “estetik” di media sosial. Dan mohon jangan biarkan ruang bagi tim medsos karbitan untuk terus menyuapi Bapak dengan laporan engagement yang tinggi. Sementara di luar sana, indeks kepercayaan masyarakat justru makin merosot tajam.

Sudah saatnya kamera dimatikan, tim kreatif dikurasi lebih ketat, dan hal paling utama adalah mulai bekerja dengan nyata. Setebal apa pun bedak pencitraan yang dipoles lewat sosial media, ia akan mudah luntur saat diguyur fakta tentang jalanan penuh jeglongan yang tak kunjung diaspal. Warga lebih butuh solusi yang konkret, bukan sekadar konten yang terlihat “keren” tapi aslinya kosong melompong.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Blora, Kabupaten Kecil yang Dirusak oleh 3 Kelakuan Bodoh Ormas, Bikin Malu dan Menyusahkan Masyarakat Waras Lainya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Maret 2026 oleh

Tags: blorablora viralbupati blorajalan rusak di blora
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Blora, Kabupaten Kecil yang Dirusak oleh Kelakuan Bodoh Ormas (Wikimedia)

Privilege Jadi Warga Blora yang Susah Ditandingi Daerah Lain: Daerah Tersepi, tapi Justru Punya Kualitas Tiada Banding

21 September 2025
Jangan Merantau ke Kabupaten Blora kalau Nggak Punya Kendaraan Sendiri, Transum di Sini Nyaris Punah!

Jangan Merantau ke Kabupaten Blora kalau Nggak Punya Kendaraan Sendiri, Transum di Sini Nyaris Punah!

5 September 2024
Blora, Kabupaten Kecil yang Sulit Menghargai Tokohnya

Blora, Kabupaten Kecil yang Sulit Menghargai Tokoh-tokoh Penting Daerahnya

21 Januari 2025
7 Dosa Bupati Blora yang Sulit Dimaafkan Warga

7 Dosa Bupati Blora yang Sulit Dimaafkan Warga

9 September 2024
Jangan Ajukan Pertanyaan Ini ke Orang Blora, Mereka Sudah Malas Menjawabnya Mojok.co

Jangan Ajukan Pertanyaan Ini ke Orang Blora, Mereka Sudah Malas Menjawabnya

5 Juni 2025
bandara ngloram

Sebagai Orang Blora, Saya Yakin Bandara Ngloram Nggak akan Mangkrak

21 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

20 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
5 Alasan yang Membuat SPs UIN Jakarta Berbeda dengan Program Pascasarjana Kampus Lain Mojok.co

Akui Saja, Lulusan UIN Memang Skill-nya di Bawah Rata-rata, dan Inilah Penyebabnya

25 Maret 2026
Suzuki Escudo: Mobil yang Nggak Jelek, tapi Juga Nggak Bikin Kangen Mojok.co

Suzuki Escudo: Mobil yang Nggak Jelek, tapi Juga Nggak Bikin Kangen

23 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Soft Saving, Jalan Pintas Gen Z Ingin Menabung Ala Kadarnya tapi Masih Prioritaskan Penuhi Gaya Hidup Usia Muda
  • Penyakit Kronis Pemuda di Desa: Gampang Utang Bank untuk Hal Tak Penting, Cicilan Pikir Keri buat Ortu Terbebani
  • Alumnus UT Buka Bisnis Foto ala Newspaper di Jalan Tunjungan, Satu Cetak Hanya Rp5 Ribu tapi Untungnya Bisa Sejuta dalam Sehari
  • Wacana WFH 1 Hari: Kesempatan Pekerja Kantoran Jakarta “Multitasking” dan Kabur WFC, padahal Tak Boleh Keluar Rumah
  • Ketika Orang Jogja Dibuat Menyesal Sarapan Gudeg Jogja karena Jadi Korban Nuthuk Rega
  • Kapok Naik Kereta Eksekutif karena Turun di Stasiun Tugu Jogja, Keluar Stasiun Langsung Disuguhi “Ujian Nyata”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.