Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bunyi Klakson Ibukota yang Bikin Sakit Telinga

Ayu Lestari oleh Ayu Lestari
26 Januari 2020
A A
Bunyi Klakson Ibukota yang Bikin Sakit Telinga
Share on FacebookShare on Twitter

Kenapa sih gitu doang aja harus pakai klakson? Belum lagi kondisi raut wajahnya yang bikin geram. Yah begitulah Ibukota kita bukan hanya dikenal dengan kepadatan penduduknya saja. Tetapi keramahtamahan masyarakatnya dalam hal ini pun turut memperhatinkan.

Seperti yang disebutkan dalam Pasal 39 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Klakson sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf d harus mengeluarkan bunyi dan dapat digunakan tanpa mengganggu konsentrasi pengemudi.

Terlebih ketika suasana sedang macet, belum lagi ada yang nerobos lampu merah. Dan apalagi ini bunyi klakson yang saling bersautan. Ahhh sudah lah, mungkin itu terdengar basi. Tapi nggak ada salahnya kan kita mencari tahu kenapa orang-orang Ibukota, terutama pekerja punya raut wajah seperti itu kalau di jalan.

Tentunya hal ini sangat berkaitan dengan kesehatan mental masyarakat Ibukota. Bagaimana tidak setiap hari mereka para pekerja harus bersiap menghadapi pagi hari yang terbilang depresif begitupun ketika mereka akan pulang ke rumah.

Seperti yang dilansir dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, memaparkan jumlah rumah tangga dengan anggota yang menderita skizofrenia sebesar 7/1000 dengan pengobatan 84,9%. Di samping itu terdapat jumlah gangguan mental emosional pada remaja berumur diatas 15 tahun sebesar 9,8%. Tentunya data tersebut meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2013 yaitu sebesar 6%.

Scientific America menerbitkan bukti para peneliti Jerman mengenai orang yang tinggal di  kota-kota besar memiliki tingkat aktivitas yang lebih tinggi, pada bagian amigdala mereka. Yakni bagian dari otak untuk melayani kecerdasan dan memori emosional. Secara kritis, amigdala “mengatur penilaian ancaman dan menimbulkan ketakutan”. Bukti ini menunjukkan kepada kita pengaruh stres sosial dan dampak fisiologis pada tubuh kita atau juga bisa disebut urban design mental health.

Bukti yang ditunjukan dari pengaruh stres sosial dapat menimbulkan ancaman kecemasan, seperti ketika seseorang sedang berkendara. Karena banyaknya tekanan dan parameter sosial misalkan kecemasan telat berangkat ke kantor, dikejar deadline tugas kampus, ataupun ingin menghindari macet.

Dampak stres sosial tersebut juga dapat dipengaruhi dari beberapa faktor seperti kurangnya tidur. Para peneliti di Universitas Stanford menemukan bahwa cahaya terang sebuah kota dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk mendapatkan istirahat malam yang baik. Penduduk kota juga lebih rentan terhadap insomnia dan kesulitan tidur. Hal ini juga dapat disebabkan oleh kebisingan lalu lintas sehingga kualitas jam tidur seseorang dapat terganggu.

Baca Juga:

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Tinggal di Rusunawa Rp800 Ribu di Jakarta Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat, Lebih Layak Dibanding Hidup di Kos-kosan dengan Sewa Jutaan

Minimnya akses penghijauan juga sangat berpengaruh dalam menyebabkan terjadinya anxiety disorder seseorang. Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences menemukan bahwa berjalan kaki 90 menit di lingkungan penghijauan perkotaan meningkatkan kesehatan mental. Setelah menghabiskan waktu di lingkungan penghijauan tersebut, para peserta melaporkan berpikir kurang negatif tentang diri mereka sendiri dan situasi mereka.

Jika dilihat dari perkembangannya, upaya pemerintah untuk membuat ruang terbuka hijau mulai terlihat meningkat. Tetapi selain ruang terbuka hijau, Ibukota Jakarta juga butuh pepohonan, yang berdiri di setiap koridor pejalan kaki.

Nah sudah jelaskan dari mana asalnya bunyi klakson yang menyebalkan itu. Jadi sebenarnya bagaimana masyarakat Ibukota menyikapi hal demikian? Sebagai pengguna kendaraan bijaklah dalam membunyikan klakson. Sudah ada aturannya kan, kapan klakson harus dibunyikan? Aturan tersebut biasanya tertera dalam panduan buku kendaraan yang kita milki.

Tapi tunggu dulu, ini bukan sepenuhnya peran serta masyarakat. Dalam hal ini pemerintah yang memilki kewenangan penuh dalam hal seperti memperbanyak pepohonan di sekitar jalan, peraturan lalu lintas yang fleksibel dan tidak kaku, dan juga apalagi yah?

Yak betul, kendala terakhir adalah padatnya masyarakat Ibukota yang tidak sinkron dengan keadaan struktur jalan dan jam kerja yang ditentukan. Bayangkan saja pekerja harus berangkat di sebelum pukul 06.00 pagi agar dapat hadir tepat waktu. Memang, hal-hal yang sudah jadi kebiasaan ini tidak bisa kita sulap secara langsung. Untuk dapat meminimalisirnya saja, itu sudah suatu perubahan yang besar.

BACA JUGA Jogja, Kota Pelajar yang Tak Belajar dari Kesalahan Jakarta atau tulisan Ayu Lestari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2020 oleh

Tags: Jakartaklaksonmacet
Ayu Lestari

Ayu Lestari

Penulis suka menulis sesuatu yang sedang diresahkan.

ArtikelTerkait

Ketika Orang Aceh Tahlilan di Jakarta

Ketika Orang Aceh Tahlilan di Jakarta

25 April 2023
Beratnya Meninggalkan Yogyakarta dan Berpindah ke Kota 'Loe Gue'

Beratnya Meninggalkan Yogyakarta dan Berpindah ke Kota ‘Loe Gue’

28 November 2019
Perbedaan dan Persamaan Bahasa Betawi di Jakarta dan Depok terminal mojok.co

Perbedaan dan Persamaan Bahasa Betawi di Jakarta dan Depok

1 Februari 2022
Dua "Genre" Nasi Uduk Jakarta yang Perlu Diketahui Lebih Banyak Orang Mojok.co

Dua “Genre” Nasi Uduk Jakarta yang Perlu Diketahui Lebih Banyak Orang

24 Maret 2025
Jangan Beli Rumah di Jakarta Biar Hemat Energi MOJOK.CO

Jangan Beli Rumah di Jakarta Biar Hemat Energi

10 Agustus 2020
Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan Mojok.co

Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan

18 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

21 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.