Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

Buku RPUL Adalah Google Zaman Old yang Dirindukan

Muhammad Imron Rosyidi oleh Muhammad Imron Rosyidi
24 Februari 2021
A A
Buku RPUL Adalah Google Zaman Old yang Dirindukan terminal mojok.co

Buku RPUL Adalah Google Zaman Old yang Dirindukan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Buku RPUL (Ringkasan Pengetahuan Umum Lengkap) sebelumnya bak buku sakti yang akan menolong semua anak di masa-masa sekolah. Siapa pun siswa yang rajin baca buku RPUL bakal dikira paling pintar setongkrongan. Sayangnya, beda kasus kalau zaman sekarang. Bahkan dari sebuah potongan percakapan di konten YouTube Yufahimu saya menyadari ada yang berbeda dengan anak zaman sekarang. 

“Presiden pertama Indonesia?” tanya @helmianh kepada salah satu anak kecil yang sedang dia wawancara.
“Soekarno,” anak itu menjawabnya dengan benar.
“Presiden kedua?” kembali @helmianh bertanya.
“Jokowi?” jawab anak kecil itu sedikit ragu.
“Kepanjangan dari SBY?”
“Nggak Tau.”
“Susilo Bambang?” penanya sedikit memberi klu.
“Susilo Bambang… Pamungkas?” anak kecil itu kembali menjawabnya dengan ragu.

Semua kru yang membuat konten tersebut lantas tertawa.

Lalu, ketika mewawancarai anak kecil lainnya.

“Pasti ngana bangka dada….” @helmianh menyanyikan kutipan lirik dari lagu “Anjing-Anjing-Anjing Banget” yang viral di TikTok.

“Kong ba jamping-jamping,” anak kecil itu menjawabnya dengan lancar dan sedikit tertawa.

Dari kutipan percakapan itu dapat dilihat bahwa keberadaan internet sudah terlanjur menyebar ke semua kalangan dan sangat mempengaruhi bergesernya peradaban. Anak kecil itu dapat menjawab seluruh pertanyaan yang berkaitan dengan lagu-lagu hits TikTok hingga hero-hero yang ada di gim Free Fire. Namun, ketika ditanyai tentang sejarah atau lagu-lagu nasional, mayoritas tidak dapat dijawab.

Konten itu membawa saya untuk melihat realitas bahwa peradaban telah banyak berubah. Bahkan adik saya yang sudah kelas 1 SMA pun, ketika saya tanya tentang nama asli Gus Dur, dia tidak tahu. Ini sungguhan, tidak sama sekali saya setting.

Baca Juga:

Guru dan Siswa Nggak Sempat Baca Buku: Guru Diburu Berkas, Siswa Diburu Tugas, Literasi Kandas

Harus Ada Aturan Wajib Baca Buku untuk Guru. Segera! Kalau Nggak, Pendidikan Kita Jalan di Tempat

Dunia maya kini telah begitu mendominasi kehidupan manusia. Sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah dasar dulu, keberadaan internet tidak sebesar saat ini. Saya harus menyisihkan uang saku terlebih dulu untuk bisa bayar billing warnet (warung internet), itu pun hanya untuk bermain gim di games.co.id, main gim Point Blank, dan sesekali buka Facebook.

Lantas, siapa yang salah? Teknologi? Atau Internet? Tidak ada satu pun yang salah. Keberadaan internet justru saya anggap sangat membantu kehidupan umat manusia. Saya juga belajar saham lewat TikTok. Nggak salah, kan?

“We’re changing the world with technology,” begitu kata Bill Gates.

Salah itu ketika kita terlalu mendewakan dan berlebihan dalam menyikapi teknologi.

Apa cara yang digunakan oleh orang tua zaman sekarang untuk membuat anaknya berhenti menangis? Pasti dikasih nonton YouTube, jawabannya. Tidak salah sih, karena bisa membuat anak melek teknologi. Tapi, jangan keseringan juga, kalau sudah kecanduan, justru bahaya untuk tumbuh kembangnya. Seluruh riset pasti menyimpulkan bahwa kecanduan main gadget akan meninggalkan negative impact untuk anak, mulai dari learning problems, hingga anxiety.

Dengan adanya tulisan ini, saya menyatakan bahwa amat rindu dengan eksistensi buku, terutama buku RPUL yang pernah eksis di zamannya. Buku itu sempat dianggap sebagai kitab sucinya anak-anak sekolah dasar hingga menengah. Bahkan ada teman saya yang dituntut oleh orang tuanya untuk selalu membaca buku RPUL di sela waktu senggang, sampai teman saya bisa hafal hampir seluruh ibu kota negara dan ibu kota provinsi akibat dari terlalu seringnya membaca RPUL. Kalian yang lahir di tahun 90-an, pasti juga menyadari tentang eksistensi RPUL, kan? Di mana keberadaan buku itu sekarang?

Penggunaan gadget yang terlalu berlebihan membuat manusia lupa kalau hingga saat ini buku itu masih ada, penulis itu masih giat memikirkan isi, dan percetakan itu masih giat cari pembeli.

Memang sih, cara belajar tidak melulu pada buku, tapi kecanduan terhadap buku cenderung lebih baik jika dibandingkan dengan kecanduan terhadap internet. Keberadaan internet seharusnya digunakan untuk mempermudah kehidupan manusia, bukannya malah justru menjadi candu. Dengan adanya internet, kini kita tidak perlu lagi berkunjung ke toko buku, karena keberadaan toko buku sudah ada di genggaman tangan. Terlebih di era pandemi ini.

Idiom “Buku adalah jendela dunia” walaupun telah berganti, tapi belum benar-benar mati. Kalimat itu hanya perlu dihidupkan kembali.

Tulisan ini tidak untuk membanding-bandingkan mana yang lebih baik antara buku dan internet, sebab keduanya memiliki sisi positifnya masing-masing, tinggal bagaimana cara menggunakannya.

Tidak ada kata telat untuk mencegah anak dalam kecanduan terhadap internet. Kalian sebagai orang tua (berhubung saya belum menjadi orangtua) hanya perlu melakukan filter terhadap konten yang hanya bisa diakses oleh anak, dan juga membatasi waktu dalam penggunaan gadget. Terlebih kalau bisa penggunaan gadget diganti dengan membaca buku. Itu sangat jauh lebih baik.

Akhir kata, jika kepanjangan SBY saja tidak tahu, apalagi jika ditanya tentang Tan Malaka? Haduuuh, mendingan nongkrong sama buku RPUL dong.

BACA JUGA Nggak Segera Menuntaskan Baca Buku Itu Bukan Dosa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2022 oleh

Tags: Baca BukuModernisasi
Muhammad Imron Rosyidi

Muhammad Imron Rosyidi

Mahasiswa menjelang Magrib.

ArtikelTerkait

Nggak Segera Menuntaskan Baca Buku Itu Bukan Dosa Terminal Mojok

Nggak Segera Menuntaskan Baca Buku Itu Bukan Dosa

16 Januari 2021
BookScape Reading Club Gelar Diskusi Buku “Semua Lelah yang Perlu Kita Rasakan Saat Dewasa” Karya Mila Alkhansah di Kota Kendari

BookScape Reading Club Gelar Diskusi Buku “Semua Lelah yang Perlu Kita Rasakan Saat Dewasa” Karya Mila Alkhansah di Kota Kendari

5 November 2023
Ngobrol dengan Tukang Gali Sumur Tradisional yang 'Modern' Berkat Aplikasi Palystore terminal mojok.co

Ngobrol dengan Tukang Gali Sumur Tradisional yang ‘Modern’ Berkat Aplikasi Playstore

8 November 2020
Harus Ada Aturan Wajib Baca Buku untuk Guru. Segera! Kalau Nggak, Pendidikan Kita Jalan di Tempat

Harus Ada Aturan Wajib Baca Buku untuk Guru. Segera! Kalau Nggak, Pendidikan Kita Jalan di Tempat

9 April 2024
Fix, Eksistensi Media Sosial Adalah Salah Satu Sumber Penghancur Kemesraan Kita dengan Buku Terminal Mojok

Eksistensi Media Sosial Adalah Sumber Penghancur Kemesraan Umat Manusia dengan Buku

6 Maret 2021
iPusnas Justru Bikin Saya Malas Baca karena Antrean Peminjamnya sampai Ribuan!

iPusnas Justru Bikin Saya Malas Baca Buku karena Antrean Peminjamnya sampai Ribuan!

20 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

26 Februari 2026
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik
  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman
  • Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.