Bukti bahwa STAN Adalah Sekolah Sihir Hogwarts Versi Local Pride – Terminal Mojok

Bukti bahwa STAN Adalah Sekolah Sihir Hogwarts Versi Local Pride

ArtikelFeatured

Lilih Siti Nurhasanah

Bagi para penggemar Harry Potter, tentu sudah tidak asing lagi dengan asrama Hogwarts. Asrama yang penuh dengan hal-hal magic, sekaligus merupakan visual sekolah sihir ciptaan penulis internasional J.K. Rowling. Hogwarts adalah sekolah sihir terbaik yang melahirkan penyihir-penyihir terkenal seperti Harry Potter, Albus Dumbledore, dan bahkan Voldemort. Sekolah ini memiliki semboyan “Draco Dormiens Nunquam Titillandus” atau yang berarti “Jangan Membangunkan Naga yang Tidur”.

Dalam Sekolah Sihir Hogwarts, terdapat 4 asrama yang dibagi berdasarkan kepribadian para penyihir, yaitu Gryffindor, Ravenclaw, Hufflepuff, dan Slytherin. Nama-nama ini juga diambil dari nama 4 pendiri Hogwarts: Godric Gryffindor, Salazar Slytherin, Rowena Ravenclaw, dan Helga Hufflepuff. Biasanya, asrama para penyihir akan ditentukan oleh Topi Seleksi di tahun pertama mereka masuk Hogwarts. Topi Seleksi akan membaca pikiran pemakainya, lalu menentukan asrama mana yang paling cocok untuk mereka. Unik sekali yaaa, para Potterhead pasti selalu berangan-angan bisa sekolah di sana untuk belajar sihir. Hmmm, pasti seru. Xixixi~

Eh, ternyata di Indonesia juga ada lho sebuah sekolah yang mirip dengan Sekolah Sihir Hogwarts. Entah sengaja atau kebetulan, tapi sekolah satu ini boleh dibilang merupakan Hogwarts versi local pride. Yap! Sekolah Hogwarts yang ada di cerita fantasi Harry Potter memiliki kemiripan dengan STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara).

Lah, apa hubungannya sama sekolah sihir? Itu kan sekolah kedinasan? Nah, pasti pertanyaan itu akan muncul di benak kalian saat pertama kali membaca judul tulisan saya ini. Eits, memang tidak salah, Hogwarts adalah sekolah fiktif belaka alias tidak nyata, sedangkan STAN adalah Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Keduanya memiliki latar belakang berbeda, tapi setelah dianalisa, ada bukti kemiripan yang tidak bisa dibantah lagi.

Baca Juga:  5 Rekomendasi Stand Up Comedy Special di Netflix yang Bikin Harimu Nggak Garing!

Kemiripan tersebut mengenai asramanya, Mylov. Coba deh kalian perhatikan, asrama di Hogwarts dan jurusan STAN sama-sama ada 4. Walau yang satu bentuknya asrama, sementara satunya lagi jurusan, keduanya saling terkait. Untuk masuk asrama atau jurusan, sama-sama perlu disaring terlebih dahulu. Tidak bisa asal masuk begitu saja. Sekalipun kepingin masuk satu asrama atau jurusan, kalau tidak lolos seleksi ya tentu tidak bakalan masuk. Nah, itu adalah persamaan mendasar antara STAN dan Hogwarts.

Next, jika dicermati tiap asrama di Hogwarts dan jurusan di STAN masing-masing punya warna lambang yang sama, lho.

Gryffindor vs Kebendaharaan Negara

Asrama Gryffindor adalah salah satu nama asrama fiktif dalam serial Harry Potter. Asrama Gryffindor berada di Sekolah Sihir Hogwarts. Binatang identitas asrama Gryffindor adalah singa, sementara merah adalah warna kebanggaan Gryffindor. Karakter yang menonjol dari penghuni asrama Gryffindor adalah pemberani, jujur, spontan, dan nekat.

Hal ini juga sama jika dilihat dari Tugu Jurusan STAN. Tugu jurusan ini merupakan tugu yang mencerminkan warna kalung tanda mahasiswa (KTM) PKN STAN. Nah, jurusan Kebendaharaan Negara juga punya lambang merah seperti Gryffindor. Selain itu, orang yang berminat masuk jurusan ini harus benar-benar punya jiwa keberanian yang tinggi. Lantaran jurusan ini mempunyai kuota yang paling sedikit dibandingkan jurusan lainnya, peluang masuknya amatlah kecil dan sulit, sehingga tidak hanya butuh kepintaran otak saja, namun keberanian mental juga. Huft~

Baca Juga:  Menelanjangi Aktivitas Menangis dari Pakar Menangis

Slytherin vs Akuntansi

Seperti pendirinya, Salazar Slytherin, asrama Slytherin menilai dari ambisi, kecerdikan (licik), bakat kepemimpinan, daya akal yang panjang, kecenderungan melanggar aturan dan (rata-rata) keturunan darah murni. Di dalam cerita pun dinyatakan bahwa haus kekuasaan merupakan karakteristik Slytherin. Binatang yang melambangkan Slytherin adalah ular, dan warna hijau adalah warna identitasnya. Slytherin juga paling subjektif lantaran hanya memasukkan keturunan darah murni, bukan darah campuran.

Kebetulan lambang jurusan Akuntansi di STAN berwarna hijau. Menurut teman saya yang berada di jurusan Akuntansi, dosen-dosen di jurusannya terkenal subjektif, killer, dan menakutkan bagi mahasiswa. Mahasiswa yang paling banyak di-DO pun dari Akuntansi.

Ravenclaw vs Kepabeanan dan Cukai

Ravenclaw menilai tinggi kecerdasan, kreativitas, akal, kebijaksanaan, dan individualitas. “Kepintaran tak terhingga merupakan harta manusia yang paling berharga” adalah kutipan yang sering diulang oleh Ravenclaw. Lambang asramanya adalah elang, warna identitasnya menggunakan warna biru.

Senada dengan warna Ravenclaw, jurusan Kepabeanan dan Cukai adalah jurusan yang ketat proses seleksinya sejak awal. Oleh karena itu, untuk masuk ke dalam jurusan ini diperlukan fisik yang kuat dan kecerdasan yang tinggi.

Hufflepuff vs Perpajakan

Hufflepuff adalah asrama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesabaran, kerja keras, kesetiaan, toleransi, kehangatan, dan keadilan. Hufflepuff memiliki lambang tupai dan warna kuning. Sama halnya seperti lambang warna di jurusan Perpajakan STAN. Selain itu, prinsip keadilan juga menjadi prinsip utama dalam jurusan ini.

Baca Juga:  5 Mantra Sihir Harry Potter yang Sebaiknya Bisa Digunakan di Dunia Nyata

Nah, dari bukti-bukti di atas, ada kemiripan kan antara Sekolah Sihir Hogwarts dengan STAN? Hihihi. Entah kesamaan itu hanya kebetulan atau bisa jadi pendiri STAN adalah seorang Potterhead dan terinspirasi memberikan lambang warna tiap jurusan senada dengan Hogwarts. Ya toh? Bisa jadi, kaaan? Siapa tahu… Hehehe~

BACA JUGA Mengenang Kejayaan Novel Harry Potter di Tengah Rendahnya Minat Baca Indonesia dan tulisan Lilih Siti Nurhasanah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
31


Komentar

Comments are closed.