Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bucin dan Fangirl: Mirip Tetapi Tak Sama

Siti Muslihah oleh Siti Muslihah
23 Agustus 2019
A A
fangirl

fangirl

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang tidak pernah menjadi bagian dari kedua hal di atas? Aku mengaku diriku pernah menjadi bagian dari keduanya. Dua hal di atas, bucin dan fangirl merupakan titel bersejarah yang pernah aku sandang selama hampir menginjak sembilan tahun masa pubertas. Masa-masa mengarungi dunia percintaan dan peridolaan.

Kisah peridolaanku muncul lebih dulu dari kisah percintaanku, waktu itu aku masih mengenakan seragam putih biru sebagai sandang pokok menuntut ilmu. Aku mengidolakan sebuah film yang sangat terkenal pada masanya, film berkisahkan tentang cinta segitiga manusia, vampire, dan serigala.

Di saat menjadi fangirl film tersebut, rasanya benar-benar gila. Tiap hari, sepulang sekolah rasanya ingin cepat-cepat sampai kerumah, makan siang sambil ditemani wajah gantengnya Edward Cullen. Tidak sampai disitu, Google menjadi saksi dimana aku mencari ribuan gambar Twilight, mencetaknya, dan menempelkan gambar-gambar tersebut di kamarku.

Tidak lupa juga dengan novel, buku, bahkan majalah yang memiliki harga sangat mahal rela kubeli demi memandangi indahnya kisah cinta Edward dan Bella tersebut, tak lupa dengan tayangnya seri terakhir yang membuatku membeli tiket bioskop pada saat itu. Hingga pada akhirnya, semua uang jajan kuhabiskan untuk mengumpulkan berbagai macam bentuk merchandise seri Twilight Saga tersebut.

Masa-masa indah tersebut terus berjalan hingga pada akhir masanya aku mulai menemukan tambatan hati. Masa peridolaanku selesai dan dilanjutkan dengan masa percintaan yang indah pada masanya.

Jatuh cinta bukanlah hal yang mudah, bahkan dengan sesama manusia yang wujudnya bisa aku lihat dengan mata kepalaku sendiri tanpa harus berkhayal terlebih dahulu. Ternyata, semakin nyata seseorang semakin berat perasaannya. Perasaan ingin bertemu beliau, memiliki beliau, dan memuja beliau menjadi sangat kuat. Hal ini tentu saja lebih berat daripada menjadi seorang fangirl.

Menjadi bucin ternyata lebih pahit bahkan sangat pahit daripada menjadi seorang fangirl. Menjadi bucin seperti diikuti dengan perasaan haus tentangnya, rela mati untuk memilikinya, rela tidak makan demi memikirkannya, rela memberikan apa yang beliau mau, semuanya semata-mata dilakukan karena ingin menyenangkan hatinya.

Fangirl dan bucin memang memiliki sebuah arti luas yang sama yaitu sama-sama memuja seseorang. Namun, pemujaan ini memiliki makna yang berbeda. Fangirl memuja idolanya dengan kepuasan batinnya tersendiri tanpa harus terbeban oleh sang idola, sedangkan bucin memuja pacarnya dengan ribuan hal yang sebenarnya menumpuk beban dipundaknya.

Baca Juga:

Membayangkan Film “Ada Apa dengan Cinta” Tidak Pernah Ada

5 Istilah Seputar Percintaan Gen Z yang Perlu Diketahui Generasi Lain

Jika seorang fangirl menghabiskan uangnya untuk membeli merchandise, tiket nonton bioskop atau konser, tiket meet and greet, dan berbagai macam tentang idolanya perilaku tersebut semata-mata ditujukan untuk memenuhi keinginan fangirl tersebut, meskipun apa yang dibeli beliau tentunya menguntungkan juga bagi sang idola.

Berbeda dengan bucin yang menghabiskan uangnya untuk membayari makanan dan minuman, membelikan kado, membayar uang bensin, bahkan sampai mengisikan paket sang pujangga semata-mata ditujukan untuk memenuhi keinginan sang pujangga hati tanpa perasaan yang belum tentu memuaskan di hati sang bucin.

Hal kedua, seorang fangirl memiliki keinginan yang menggebu-gebu untuk bertemu dengan sang idola, bahkan beberapa fangirl fanatik memiliki keinginan untuk memiliki sang idola yang semata-mata semuanya dilakukan karena keinginan fangirl. Berbeda dengan bucin yang memiliki ribuan hasrat untuk memiliki pujangga hati dengan mengikuti semua keinginan sang pujangga yang semata-mata dilakukan untuk memuaskan sang pujangga.

Memang benar, semua yang dilakukan bucin semata-mata dinamakan dengan cinta. Namun, perilaku tersebut jika dilakukan terus menerus dinamakan merugikan diri sendiri. Jika memang keduanya saling mencintai, mengapa tidak memulai sebuah komitmen yang lebih baik? Di mana sesama harusnya menimbulkan simbiosis mutualisme bukan parasitisme.

Kebanyakan bucin mengalami kejadian ilmiah simbiosis parasitisme, dimana sang bucin dimanfaatkan dan setelah semua hal yang diinginkan sang pujangga terpenuhi ada saja alasan sang pujangga untuk memutuskan hubungan yang sebenarnya telah lama dijaga oleh sang bucin. Sang bucin pun akan meyakinkan sang pujangga bahwa ia akan melakukan segalanya agar sang pujangga tidak pergi.

Hal ini salah, anda tidak seharusnya menjadi seorang bucin. Anda dan dia memiliki hubungan karena memiliki komitmen yang dinamakan cinta. Lalu, mengapa harus ada kata segala-galanya untuk tidak meninggalkan? Mengapa tidak menggunakan kata bersama – sama untuk mencapai tujuan bersama agar tetap bertahan?

Sungguh hal ini berbeda dengan fangirl yang sifatnya memang mengidolakan seseorang. Fangirl mengidolakan tanpa harus menjalin hubungan yang didasari oleh sebuah komitmen. Fangirl bisa bertindak apa yang ia suka tanpa harus takut ditinggalkan oleh sang idolanya. Begitu juga dengan sang idola yang bebas melakukan yang ia suka selagi keduanya melakukan hal tersebut dalam lingkaran positif.

Tidak ada kewajiban bagi keduanya untuk saling memutualisme kan karena keduanya didasari oleh sifat mengagumi tanpa harus menanamkan komitmen menggapai tujuan bersama, karena hakikatnya fangirl mengagumi untuk memuaskan batinnya dan sang idola berkarya untuk mengembangkan dirinya.

Namun, bucin dan pujangganya memiliki sebuah komitmen dimana jika salah satunya bertindak egois maka yang satunya lagi bisa tertanamkan beban. Tidak ada kata memuaskan diri sendiri jika memang hubungan tersebut didasari oleh cinta, yang ada saling berupaya agar keduanya dapat bahagia.

Bucin dan fangirl memang mirip tetapi tidak sama. Sehingga, berdasarkan hal – hal tersebut dapat disimpulkan bahwa menjadi fangirl lebih baik daripada menjadi bucin, fangirl memuaskan diri sedangkan bucin membebankan diri. Jadi, mulai sekarang aku memutuskan untuk menjadi fangirl saja. Lalu, bagaimana dengan kamu? Kamu mau jadi Bucin apa fangirl atau fanboy? (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 23 Agustus 2019 oleh

Tags: bucinCintaedward cullenfangirlKritik Sosialpubertastwilight
Siti Muslihah

Siti Muslihah

ArtikelTerkait

fresh graduate

Tagar #LulusanUI dan Polemik Gaji Bagi Fresh Graduate

26 Juli 2019
rumus hukum fisika yang berhubungan dengan cinta dan kehidupan mojok.co

6 Hukum Fisika yang Bisa Jadi Solusi Masalah Hidup Sehari-hari

25 September 2020
karya

Tidak Semua Celaan Perlu Dibalas dengan Karya, Kawan

10 Juli 2019
ngajak makan

Tentang Basa Basi Ngajak Makan yang Perlu Kita Tahu

12 Juli 2019
LGBT

Memiliki Teman yang Mengaku LGBT, Menerima Keberadaan Mereka Sebagaimana Manusia Biasa

27 Juli 2019
patriarkis

Memilih Hidup Sendiri Ketimbang Tunduk pada Budaya Patriarkis

19 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026
5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

20 Februari 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026
Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan Mojok.co

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.