Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Buat Deddy Corbuzier, Luna Maya, dan Siapa pun yang Masih Anggap Remeh Kesehatan Mental

Audian Laili oleh Audian Laili
1 April 2021
A A
Buat Deddy Corbuzier, Luna Maya, dan Siapa pun yang Masih Anggap Remeh Kesehatan Mental terminal mojok.co

Buat Deddy Corbuzier, Luna Maya, dan Siapa pun yang Masih Anggap Remeh Kesehatan Mental terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kemarin saya membaca sebuah berita yang menceritakan soal komentar Deddy Corbuzier dan Luna Maya tentang seorang finalis acara Indonesia’s Next Top Model bernama Ilene. Saat tahap penjurian, Ilene bercerita tentang bagaimana ia akhirnya berhasil melawan depresi. Tidak diduga, bukannya memberikan empati atas kesehatan mental yang dialami Ilene, Deddy justru mengeluarkan komentar, “…Kamu tuh cantik, kamu tuh model, tinggi, seksi iya, pinter iya, kalau kamu bilang depresi, kamu menghina tukang martabak yang jualan di depan rumah saya.”

Tak hanya sampai di situ. Setelah Ilene menceritakan soal kondisi kesehatan mentalnya yang ternyata didiagnosa mengalami eating disorder, ia mendapat sorotan dari Luna Maya. Ketika Ilene bilang, ia pernah ingin makan terus dan pernah nggak mau makan sama sekali. Luna justru menanggapinya dengan, “Kalau aku makan banyak, berarti aku mengalami eating disorder, dong?”

Tunggu dulu, tunggu dulu. Saya nggak tahu apakah acara ini memang sudah di-setting sedemikian rupa seperti acara-acara TV lainnya demi mendulang rating. Jadi, ketika Deddy dan Luna Maya mengatakan itu ke Ilene, tidak akan ada sakit hati yang dirasakan Illene. Pasalnya, hal itu sudah ada di skrip sejak awal untuk mendulang atensi masyarakat.

Kalau memang itu tujuan yang sudah mereka atur dan niatkan, sungguh betapa memprihatinkannya. Bagaimana bisa, orang yang sedang mengalami masalah pada kesehatan mentalnya justru diperolok dan dikata-katain seperti itu? Bagaimana kalau orang lain yang juga mengalami hal yang sama melihatnya? Lantas, mereka merasa bahwa perasaan tidak nyaman akan hidup yang tengah dirasakan memang tidak layak untuk diceritakan pada orang lain? Tak adakah value dalam diri Deddy Corbuzier dan Luna Maya untuk memberikan sedikiiit saja empatinya?

Selain itu, Ilene bilang saat masuk ke dunia modeling, tuntutan semakin berat. Ini membuatnya semakin berusaha membuat badannya kurus dengan melakukan berbagai diet. Namun, ketika ia berusaha keras untuk diet, yang didapatkannya justru berat badannya semakin naik. Dia semakin stres apalagi saat banyak orang mem-bully dan melakukan body shaming padanya.

Namun, Deddy bisa-bisanya bilang bahwa itu adalah tuntutan yang wajar saat memilih sebuah profesi. Dan ia tidak merasa bahwa itu adalah body shaming. Pernyataan Deddy Corbuzier tersebut bikin Ilene bilang, “Iya, mungkin aku aja yang kurang kuat pada saat itu.” Hah?

Begini ya, Om Ded. Orang yang sedang depresi, ia bisa begitu benci pada kehidupannya. Sering kali, mereka juga hilang kontrol atas dirinya. Nggak jarang saking merasa nggak kuat dengan pikiran-pikirannya, ia butuh untuk datang ke tenaga profesional. Namun, nggak sedikit yang ketakutan untuk memulai meminta bantuan. Ia takut kalau apa yang mereka pikirkan selama ini nggak “valid” di mata orang lain. Ia takut kalau perasaannya itu diremehkan.

Kalimat Ilene, “Iya, mungkin aku aja yang kurang kuat pada saat itu,” adalah satu dari sekian banyak pernyataan seseorang yang sebetulnya butuh bantuan tapi akhirnya mengurungkan niatnya itu.

Baca Juga:

6 Sisi Gelap Jurusan Psikologi yang Tidak Masuk Brosur Promosi

Masa Lalu Luna Maya Saja Dimaafkan, Masa Lulusan SMA Nggak Dapat Kesempatan Menikah?

Pernyataan yang sungguh mudah menganggap mudah kondisi kesehatan mental orang lain ini, begitu menyedihkan. Ketika banyak usaha dilakukan untuk mendorong seseorang tidak menganggap remeh kesehatan mental yang dialami. Mereka justru dengan mudahnya mengabaikan hal itu. Apalagi ketika ini ditayangkan di TV nasional, banyak orang yang bisa menonton dan mengaksesnya.

Mendorong orang untuk berani memulai meminta pertolongan pada tenaga profesional saja, sulitnya bukan main. Bukan hanya itu, dapat memposisikan seseorang untuk berani mengakui apa yang dirasakan adalah hal yang tidak mudah aja, itu tidak mudah. Jadi, ketika ada orang yang berani speak up, lantas diperlakukan seperti itu. Bukankah ketakutan dianggap “lemah” dan “tidak kuat” akan muncul lagi?

Om Deddy, Mbak Luna, lagi-lagi harus saya katakan dan mungkin Anda sudah bosan dikasih tahu sama orang lain. Bahwa kesehatan mental bukanlah masalah sepele. Ia juga sama urgent-nya dengan kesehatan fisik. Salah satu gangguan mental yang terbesar yang dialami orang-orang saat ini adalah depresi. Bahkan WHO memprediksi bahwa depresi adalah salah satu penyebab utama berbagai gangguan kesehatan dan kematian dini.

Begitulah, bukan karena ia adalah masalah kesehatan yang tidak tampak, jadi bisa diabaikan begitu saja. Kondisi fisik sempurna yang dilihat oleh orang lain, bukan menjadi jaminan bahwa kondisi mentalnya juga sempurna dan baik-baik saja. Sebaliknya, karena ia tidak terlihat kita perlu berhati-hati untuk menyikapinya. Apalagi ketika seseorang yang mengalaminya sendiri sudah speak up, itu sudah menjadi alarm yang cukup jelas.

Yang terbaru dan semakin menyedihkan, ketika Luna Maya ditanya soal hal ini, ia justru menanggapinya dengan bilang, “Semua orang pernah depresi.” Kalimat itu tampaknya kurang tepat. Akan lebih tepat kalau Luna bilang, “Semua orang bisa mengalami depresi.” Lantaran, semua orang bisa mengalami depresi, tentu hal ini tidak menjadi alasan seorang Deddy Corbuzier bilang, “…Kamu tuh cantik, kamu tuh model, bla bla bla.”

Sungguh, apa yang terjadi ini mengingatkan saya pada hakim Nunung saat persidangan beberapa tahun lalu. Hanya karena Nunung sering tampak cengengesan dalam pekerjaan dan aktivitas kesehariannya, hakim menganggap Nunung tidak mungkin mengalami depresi. Hadeeeh, sekelas hakim yang punya julukan Yang Mulia saja, tampaknya juga masih butuh edukasi soal apa itu depresi dan kesehatan mental, ya.

BACA JUGA Berani Konsultasi Psikologi untuk Pertama Kali Adalah Langkah Besar untuk Masalahmu dan tulisan Audian Laili lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2021 oleh

Tags: Deddy CorbuzierdepresiKesehatan MentalLuna Maya
Audian Laili

Audian Laili

Bisa diajak ngobrol lewat akun Instagram @audianlaili

ArtikelTerkait

Justru Aneh kalau Smart People Kecewa dengan Podcast Close The Door deddy corbuzier

Justru Aneh kalau Smart People Kecewa dengan Podcast Close The Door

18 Mei 2022
Untuk Deddy Corbuzier dan Orang-Orang yang Tidak Bangga Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar

Untuk Deddy Corbuzier dan Orang-Orang yang Tidak Bangga Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar

22 November 2019
3 Hal yang Mungkin Terjadi Andai Luna Maya Beneran Jadi Ketua RT terminal mojok

3 Hal yang Mungkin Terjadi Andai Luna Maya Beneran Jadi Ketua RT

20 November 2021
Seseorang yang menyeting boundaris pada dirinya sendiri

Setting Boundaries: Bukan Egois, Hanya Tak Mau Menyakiti Diri Sendiri

29 Juni 2022
thomas wayne

Joker: Apakah Benar Arthur Fleck Adalah Anak Thomas Wayne?

14 Oktober 2019
Krisis Eksistensial

Untuk Siapapun yang Sedang Mengalami Krisis Eksistensial: Please Seek Help!

1 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.