Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kawasan Braga dan Sekitarnya Itu Asyik buat Nongkrong, asal Nggak Ada Punglinya Aja

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
16 Oktober 2023
A A
Kawasan Braga Bandung dan Sekitarnya Itu Asyik buat Nongkrong, asal Nggak Ada Punglinya Aja

Kawasan Braga dan Sekitarnya Itu Asyik buat Nongkrong, asal Nggak Ada Punglinya Aja (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi saya, Kawasan Braga, Jalan Asia Afrika, Alun-Alun Kota Bandung dan wilayah di sekitarnya adalah tempat nongkrong paling asyik di Kota Bandung. Bagaimana tidak, letaknya strategis di jantung bisnis Kota Bandung, puluhan bangunan vintage seperti bangunan pemerintahan, hotel, restoran, hingga perkantoran yang sudah berdiri kokoh sejak Zaman Kolonial Belanda bikin betah buat nongkrong di sore maupun malam hari.

Sejak saya SMA, kawasan ini nggak cuma jadi kawasan favorit untuk muda-mudi buat pacaran atau nongkrong, tapi jadi kawasan untuk wisatawan mancanegara atau ekspatriat buat nongkrong. Orang tua saya bilang, Braga emang jadi kawasan favorit untuk bule buat nongkrong dari zaman Belanda keindahannya. Saya sendiri tidak menampik hal tersebut.

“Berarti Braga mahal dong buat nongkrong?”

Restoran tempat bule nongkrong sih emang mahal untuk kaum mendang-mending kayak kita. Tapi nggak usah khawatir, di situlah seninya Braga. Kita masih bisa nongkrong di Braga dengan beli jajanan di minimarket atau beli kopi dari akang-akang Starling (Starbucks keliling). Bahkan, kita bisa nongkrong gratis dengan duduk-duduk di kursi yang sudah disediakan pemerintah bagi siapapun untuk duduk di sana sambil menikmati vibes Braga.

Pengamen yang bikin nggak nyaman

Sayangnya, tak ada gading yang tak retak. Kawasan Braga dan sekitarnya punya kekurangan. Baru mau nyeruput kopi, eh disamperin pengamen. Kalau alunan musiknya bagus dan jumlahnya hanya satu atau dua pengamen sih nggak jadi persoalan. Yang jadi persoalan, nggak semua alunan musik pengamen yang ngamen itu bagus. Selain itu, pengamen yang menghampiri pengunjung Braga jumlahnya banyak banget. Hampir setiap beberapa menit sekali selalu ada pengamen baru yang datang menghampiri pengunjung.

Disclaimer: Saya tidak bermaksud merendahkan mereka yang cari nafkah dengan jadi pengamen kok. Banyak pengamen yang ngamen di braga punya suara yang bagus dan pandai bermain musik. Tidak sedikit dari para pengamen tersebut yang kelak jadi musisi papan atas Indonesia.

Tapi kalau tiap beberapa menit sekali pengunjung didatangi pengamen ya bisa pengunjung bisa bokek juga atuh. Lagian nggak semua pengamen (maaf) menjaga higienitas mereka sehingga banyak yang bau badan. Nggak semua pengamen mengamen dengan cara yang sopan. Bahkan ada pengamen yang melakukan aksi kekerasan ketika mengamen.

Pengamen bukan satu-satunya masalah di Braga

Apakah pengamen adalah satu-satunya masalah yang bikin nongkrong di Braga nggak enak? Sayangnya tidak. Sejak saya SMA, ada banyak pemuda ataupun pemudi yang mendatangi kita dengan kalimat template, “Halo Kakak! Kakaknya asli Bandung bukan? Boleh minta waktunya sebentar?”

Baca Juga:

3 Tempat Makan di Bandung yang Wajib Dicoba Setidaknya Sekali Seumur Hidup 

7 Makanan Khas Sunda Paling Favorit dan Melegenda, Coba Aja Dulu Sekali karena Setelah Itu Kamu Pasti Jatuh Hati

Pemuda atau pemudi yang mengucapkan kalimat template tersebut adalah tim sales dari sejumlah NGO yang ngajakin kita untuk donasi. Mulai dari donasi ke panti asuhan, hingga menyelamatkan satwa liar yang terancam punah dengan feedback berupa voucher diskon makan di sejumlah restoran, hingga voucher diskon menginap di sejumlah hotel. Ada juga dari pemuda yang mengucapkan template tersebut mengaku sebagai mahasiswa dan meminta kita untuk membeli barang dagangannya sebagai tugas kuliah wirausaha dari kampusnya. Saya tegaskan ya, saya tidak merendahkan mereka karena mereka hanya berusaha cari nafkah, tapi hal tersebut bikin banyak pengunjung tidak nyaman.

Ada tiga pilihan ketika kita berhadapan dengan pemuda dan pemudi tersebut. Pertama, dengarkan penjelasan mereka sampai akhir dan bantu mereka dengan berdonasi atau beli dagangan mereka. Kedua, dengarkan penjelasan mereka sampai akhir dan minta maaf karena tidak bisa membantu mereka. Ketiga, cuek dari awal, baik dengan langsung balik badan, pura-pura nelpon, atau tegas menolak secara langsung.

Pungli berkedok parkir

Urusan di atas sih masih remeh temeh ya? Ada hal lain yang bikin nggak nyaman untuk nongkrong di Braga dan sekitarnya, yakni pungli! Beberapa waktu yang lalu, viral kasus tarif Rp10 ribu untuk satu sepeda motor di kawasan depan Museum Konferensi Asia Afrika. Sudah mahal, kalau ada kerusakan atau kehilangan juga juru parkirnya tidak bertanggung jawab. Parkirnya pun nggak ditata dengan rapi sehingga bikin macet. Selain itu, nggak jelas juga uang parkir tersebut larinya ke mana.

Saya sih berharap, Pemerintah Kota Bandung atau Pemerintah Jawa Barat bisa segera menyelesaikan masalah di atas yang sudah terjadi sejak saya masih duduk di bangku sekolah. Bukannya apa-apa, kalau masalah tersebut tidak diselesaikan pasti nama Kota Bandung jadi jelek. Jumlah wisatawan bisa berkurang yang ujung-ujungnya bikin roda perekonomian Kota Bandung jadi terhambat.

Bisa dengan menempatkan sejumlah personil kepolisian atau Satpol PP untuk standby 24 jam untuk menertibkan pengamen, pungli, hingga meminimalisir risiko kriminalitas di Braga dan sekitarnya. Bisa juga dengan membuat Perda khusus yang mengatur pengamen di satu lokasi dengan aturan tertentu supaya terbit, atau membuat parkir resmi biar nggak ada lagi pungli juga bisa.

Eh sebentar, kok saya juga yang disuruh mikir? Harusnya Pemerintah yang mikirin solusinya dong! Pemerintah juga yang juga eksekusi. Kalian kan dibayar dari uang pajak rakyat untuk mikirin solusinya!

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Braga Menjelang Kumuh, Julukan yang Pantas Disematkan pada Jalan Tertua di Bandung

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2023 oleh

Tags: BandungBragaNGOPengamenpungli
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Cari Rasa, Roti Bumbu Legendaris dari Bandung yang Perlu Dicicipi Terminal Mojok

Cari Rasa, Roti Bumbu Legendaris dari Bandung yang Perlu Dicicipi

17 Januari 2022
Bus Maya Gapura Intan Lebih, Pilihan Terbaik untuk Bepergian dari Sukabumi ke Bandung Mojok.co

Bus Maya Gapura Intan, Pilihan Terbaik untuk Bepergian dari Sukabumi ke Bandung

4 Juni 2024
UIN Bandung Nggak Mencetak Mahasiswa, tapi Survivor (Unsplash)

Kuliah di UIN Bandung: Ekspektasi Mau kayak Dilan 1990 Realitanya Malah Kaya Mad Max Fury Road

27 November 2025
Buahbatu Bandung, Kecamatan Paling Membingungkan karena Namanya Banyak Dicatut di Daerah Lain Mojok.co

Buahbatu Bandung, Kecamatan Paling Membingungkan karena Namanya Banyak Dicatut di Daerah Lain

25 Juni 2024
Bandung Selatan, Tempat Tinggal Orang-orang Paling Kuat Se-Bandung

Bandung Selatan, Tempat Tinggal Orang-orang Paling Kuat Se-Bandung

10 Maret 2025
kedai kopi

Nasib Kedai Kopi di Bulan Ramadan

7 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.