Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Bom Waktu Arema FC dan Momentum Perubahan bagi Suporter Generasi Baru yang Menolak Tunduk

Iqbal AR oleh Iqbal AR
30 Januari 2023
A A
Bom Waktu Arema FC dan Momentum Suporter Generasi Baru (Unsplash)

Bom Waktu Arema FC dan Momentum Suporter Generasi Baru (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Dari deretan peristiwa sejak Tragedi Kanjuruhan di awal Oktober 2022, kita sebenarnya sudah tahu bagaimana klub (dalam hal ini Arema FC) memosisikan suporter. Arema FC hanya menganggap suporter sebagai mesin uang, entah itu dari tiket atau merchandise. Arema FC seakan tak peduli dengan suporter dalam posisi sebagai seorang manusia. Suara-suara dari suporter yang diabaikan, bahkan dianggap angin lalu, memunculkan gelombang protes dan kemarahan yang lebih besar. Sebuah bom waktu.

Dan perlawanan itu muncul dari suporter generasi baru. Kemunculan suporter generasi baru ini seakan menjadi tamparan bagi dunia suporter, khususnya Arema FC dan Aremania. Nyatanya, selama ini wajah Aremania diwakili oleh mereka-mereka generasi tua yang problematik, mereka-mereka yang lebih memilih menjilat pantat klub alih-alih berdiri di sisi suporter, dan memperjuangkan hak-hak suporter. Pengkhianat.

Coba saja lihat wajah-wajah suporter Aremania yang muncul di media beberapa pekan selepas Tragedi Kanjuruhan. Mereka adalah suporter generasi tua problematis. Suporter generasi tua yang didominasi preman, anggota ormas, yang tak peduli dengan kepentingan suporter secara umum, dan tidak pernah terlihat ikut turun ke jalan (atau bahkan bersuara) menuntut keadilan dari klub dan federasi.

Mereka hanya memedulikan kepentingan mereka sendiri, bagaimana agar mereka tetap mendapatkan belaian manja klub. Sebuah sikap yang hina, pengkhianat, yang pantas dienyahkan, diganti oleh mereka yang menolak tunduk.

Yang muda yang lebih bijak

Dari aksi yang berlangsung Minggu (29/1) siang, suporter generasi baru ini juga menunjukkan sikap legowo mereka dengan meminta maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan. Kepada masyarakat Indonesia, kepada masyarakat Malang Raya, kepada klub sepak bola lain, kepada pemain dan mereka yang bekerja di dunia sepak bola, kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, dan kepada seluruh suporter di seluruh Indonesia. Tak terkecuali kepada Persebaya.

Tolong di up juga permohonan maaf dari Aremania untuk Persebaya, seluruh suporter, seluruh tim Liga 1/2/3, yang utama dari tujuan pergerakan yang seharusnya didulukan. Nuwus. pic.twitter.com/t6QsF09LSN

— GonDes! (@GonDesign_) January 29, 2023

Ini adalah secuil titik terang yang coba disebarkan oleh suporter generasi baru. Meminta maaf kepada klub rival atas apa yang terjadi adalah langkah besar hati yang harus diapresiasi.

Persebaya, melalui kelompok suporternya, juga menyambut hangat permintaan maaf ini. Sebuah tamparan bagi federasi atau siapa saja mereka yang masih ingin memelihara permusuhan dengan alasan bisnis belaka. Termasuk bagi kelompok suporter generasi tua yang tak menghendaki perdamaian.

Baca Juga:

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

Maka dengan kemunculan suporter generasi baru ini ke permukaan, sepertinya akan menjadi senjakala dan mimpi buruk bagi suporter generasi tua yang kolot dan nirempati. Sudah saatnya suporter generasi tua bermental jongos, pengkhianat, dan penjilat ini enyah, digantikan oleh suporter generasi baru yang berpendirian dan menolak tunduk pada tiran.

Kedamaian memang harus disemarakkan. Pengkhianat dan penjilat harus segera dienyahkan. Dan keadilan harus segera diperjuangkan dan ditegakkan. Jika tidak, bom waktu dengan ledakan yang lebih besar, menunggu di depan sana. 

Saya Aremania

Shame on you, Arema FC!! Alih-alih berada di pihak Arek Malang dan para korban, Arema FC malah memberi makan para penjilat. Para generasi tua penjilat dan problematis berkumpul di kantor klub tak tahu malu tersebut pada (31/1). Tak ada solidaritas terhadap korban. Yang ada hanya solidaritas kepada logo klub yang sehari sebelumnya dihancurkan. Ternyata logo leboh penting dari nyawa. Nurani memang sudah mati.

Sementara para penjilat dan pengkhianat diberi ruang, para pejuang dibungkam, dipolisikan. Dan solidaritas kini tertuju kepada para pejuang. Solidaritas untuk Sam Ambon Fanda dkk yang sedari awal selalu menyuarakan usut tuntas Tragedi Kanjuruhan. Mereka pejuang, bukan kriminal, bukan penjilat, dan bukan pengkhianat.

Jika mereka, generasi tua penjilat, menyebut diri mereka sebagai Aremania, maka boleh lah kita memisahkan Aremania dengan Arek Malang. Kita Arek Malang, generasi baru, adalah pejuang, bukan pengkhianat, bukan penjilat. Saya dengan bangga melepas identitas saya sebagai Aremania yang sudah melekat selama ini. Saya tak sudi bergabung dengan para penjilat berjubah Aremania, yang alih-alih bernurani dan berperikemanusiaan, malah menunjukkan sikap pengkhianat, penjilat, dan abai, sama seperti Arema FC.

Sebab penjilat selamanya hanya akan berada di bawah pantat!

Maka, mengakhiri tulisan ini, sekaligus untuk menjaga agar api perlawanan tetap menyala sampai keadilan didapat, izinkan saya mengutip lirik lagu “Tantang Tirani” dari Homicide.

Ini adalah monumen tenggat kesabaran dan angkara

Satu barisan, ribuan mimpi

Titik berangkat yang tak pernah dapat kami datangi kembali

Terbuang serupa fotokopian pamflet aksi di setiap perempatan

Harapan kami akan berakumulasi menyaingi nyalak senapan kalian

Kami merayap dalam lamat menyaingi hantu-hantu pesakitan

Hingga waktu kalian mencapai tenggat

 

Kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan

Saat opsi tersisa adalah berdiri menantang para tiran

Saat momen terhidup dalam hidupmu

Adalah memasang badan di tengah medan

Kawan, mana kepalan kalian

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Yang Belum Tersentuh di Tragedi Kanjuruhan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2023 oleh

Tags: arema fcbom waktupilihan redaksipssitragedi kanjuruhan
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

4 Keanehan para Ulama di Film Horor Indonesia Terminal Mojok.co

4 Keanehan para Ulama di Film Horor Indonesia

11 April 2022
Pembangunan Terowongan Jalan Joyoboyo Adalah Bukti kalau Pemkot Surabaya Suka Menghamburkan Uang

Pembangunan Terowongan Jalan Joyoboyo Adalah Bukti kalau Pemkot Surabaya Suka Menghamburkan Uang

27 Juni 2024
3 Kuliner Autentik Gresik yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

3 Kuliner Autentik Gresik yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

15 Desember 2024
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya

10 Desember 2024
Menwa cosplay tentara

Selain Cosplay Jadi Tentara, Fungsi Menwa Hari Ini Itu Apa?

27 Oktober 2021
Culture Shock Orang Jogja Saat Merantau ke Surabaya

Culture Shock Orang Jogja Saat Merantau ke Surabaya: Salah Saya Apa kok Dipisuhi Cak Cuk Terus?

5 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.