Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut (unsplash.com)

Sebenarnya sudah beberapa bulan lalu saya menginap di Bobocabin Pacet, Mojokerto, tapi entah kenapa baru kepikiran soal kekurangan yang ada di sana. Iya, ketika tiba di sana saya tersihir, betapa nyaman dan tenteram penginapan tersebut. Namun ketika agak lama, saya baru sadar kalau penginapan tersebut memang nggak cocok untuk semua kalangan, khususnya orang penakut.

Saya ke sana bersama istri. Awalnya, niat kami memang mencari tempat tenang, nyaman, dan jauh dari hiruk pikuk suara kendaraan. Dari semua pilihan penginapan yang masuk akal di kantong, Bobocabin terlihat paling menjanjikan. Sebab terkesan bersih, sejuk, dan tentu saja konten-able.

Baca juga: 3 Rekomendasi Penginapan di Jogja dengan Sensasi Menginap bak di Tengah Hutan.

Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto memang nyaman

Tiap ada orang yang bertanya gimana kesan menginap di sana, saya selalu mengatakan cukup nyaman. Selain karena Pacet Mojokerto hawa dinginnya pas (nggak terlalu dingin banget), suasananya juga cukup oke. Kabin-kabinnya tertata rapi, lampunya minimalis, suasananya juga syahdu.

Harganya pun, menurut saya, masih masuk akal. Fasilitasnya juga oke. Tempat tidur nyaman, kamar mandi bersih, teknologi lampu dan kaca redup otomatisnya bikin terkesan futuristik.

Sejujurnya, saya hampir tidak menemukan celah untuk mengeluh. Semuanya berjalan sesuai ekspektasi. Bahkan mungkin sedikit di atasnya.

Dari segi pelayanan, suasana, hingga kenyamanan, Bobocabin Pacet memang layak dapat bintang 5. Benar-benar josjis pokoke.

Nyaman buat saya, belum tentu nyaman juga buat kalian

Saya ingat betul ketika menginap di sana, pagi-pagi sekali istri saya cerita, “Tadi kayak ada orang di kamar mandi.” Tentu saja konotasinya bukan tikus atau hewan lainnya, melainkan ada “sosok” yang tak kasat mata. 

Jujur, saya menahan tawa. Bukan karena meremehkan, tapi saya memang tipe yang susah percaya dengan hal tersebut. Sebab ketika kuliah, saya pernah tinggal (bahkan cukup kerasan) di kos-kosan yang katanya ada “sesuatunya”.

Namun untuk memberi respons yang pas, sambil agak ketawa saya langsung jawab, “Oh mungkin itu Pak Sulaiman.” Entah kenapa nama itu ada di kepala. Kemudian saya karang cerita identitas dan asal-usulnya, istri saya akhirnya ketawa mendengar betapa nggak masuk akalnya karangan saya.

Meski istri saya penggemar konten horornya Sara Wijayanto dan kisah-kisah mistis lainnya, ironisnya dia penakut. Sungguh membingungkan, suka horor, tapi gampang parno. Senang dengar cerita, tapi tidak siap dengan efek ketakutannya. Memang kelakuan perempuan itu kadang suka membingungkan.

Baca juga: Pengalaman Mengecewakan Berkunjung ke Pacet Mojokerto: Ketemu Pedagang yang Mematok Harga Nggak Wajar sampai Dikejar Calo Vila. 

Terlalu tenang kadang juga menyeramkan

Bobocabin Pacet Mojokerto dengan segala ketenangannya justru memperbesar imajinasi. Sepi, sunyi, minim suara manusia. Malam hari tidak ada suara motor, tidak ada tetangga ribut. Hanya ada suara serangga yang terdengar dengan jelas. Maklum penginapan ini memang menawarkan konsep penginapan baru berbentuk kabin di alam bebas. 

Buat sebagian orang (termasuk saya), kondisi seperti ini adalah surga. Tapi buat orang penakut, ini justru kondisi yang pas untuk melawan pikirannya sendiri.

Disclaimer, ini bukan berarti Bobocabin Pacet Mojokerto angker, ya. Tidak. Justru sebaliknya, tempat ini terlalu tenang. Dan kadang, ketenangan berlebihan bisa jadi menakutkan kalau kamu terbiasa hidup di tengah kebisingan. Bahkan ada saja orang yang ketika sendirian perlu menyalakan kipas atau televisi hanya agar ada suara. Sedangkan, di Bobocabin, kamu hanya ditemani suara alam dan pikiranmu sendiri.

Sebagai introvert, saya menikmati ketenangan. Ketika di sana, saya bisa duduk di depan kabin, menghirup udara dingin, sambil menyeruput kopi pelan-pelan. Tapi saya juga bisa paham kenapa orang seperti istri saya jadi tidak sepenuhnya nyaman. Bukan karena ada apa-apa, tapi karena “bagaimana kalau ada apa-apa”.

Jadi kalau ditanya, apakah Bobocabin Pacet Mojokerto nyaman? Iya, sangat nyaman. Tapi kalau kamu orang penakut, mudah parno, atau kebanyakan konten horor, mungkin perlu dipikir ulang. Atau setidaknya, jangan ke sana sendirian. Ajak siapa saja yang masuk akal. Baik secara ikatan, maupun moral dan sosial. 

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Tipe Orang yang Nggak Cocok Menginap di Bobocabin Pacet, Mending Tidur di Rumah Aja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version