Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kamu Ingin Bisnis Kos di Jogja lalu Bangkrut? Jangan Baca Artikel Ini, dan Silakan Nikmati Penderitaanmu

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
22 Mei 2025
A A
Bisnis Kos di Jogja Lebih Sering Boncos daripada Cuan, Untungnya Benar-benar Kecil, Malah Bikin Stres!

Bisnis Kos di Jogja Lebih Sering Boncos daripada Cuan, Untungnya Benar-benar Kecil, Malah Bikin Stres! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Anda tersenyum melihat bangunan besar di depan mata. Mimpi financial freedom memenuhi benak. Semua terlihat mudah: kamar dipenuhi penyewa, lalu kaya raya. 2 tahun kemudian, Anda kembali berdiri di depan bangunan itu. Kini lusuh dan tak terawat. Mimpi kaya raya berganti dengan terkurasnya bangunan. Kira-kira itulah skenario terburuk bisnis kos di Jogja (baca: Daerah Istimewa Yogyakarta).

Usaha ini kerap dianggap tambang emas menjadi lintah rekening. Bisnis yang terlihat mudah menjadi serumit mencari jarum dalam sekam. Sialnya, skenario ini bukan fiksi belaka.

Mungkin Anda bertanya, “apa bisnis kos-kosan di Jogja masih menjanjikan?” Maka Anda membaca artikel yang tepat. Semoga penjelasan saya bisa menjadi pertimbangan baru sebelum Anda terjebak pada mimpi kaya tanpa usaha berat.

Bisnis kos di Jogja tidak surut, dan bukan karena mahasiswa

Logika sederhana tentang bisnis kos di Jogja adalah ramai oleh mahasiswa. Ini benar, karena mayoritas pencari kos-kosan adalah mahasiswa. Apalagi melihat data Kemendikbudristek yang menyatakan ada 400 ribu lebih mahasiswa di Yogyakarta. Misal separuhnya memerlukan kos-kosan, setidaknya ada 200 kamar yang dibutuhkan pasar.

Namun angka ini tidak cukup jadi acuan, karena orang yang membutuhkan kos-kosan tidak hanya mahasiswa. Angkatan kerja juga menjadi salah satu target pasar kos-kosan. Data kependudukan di DIY menunjukkan kenaikan jumlah penduduk bekerja periode 2024-2025 sebesar 40 ribu jiwa.

Bagaimana dengan jumlah kos-kosan yang ada? Tidak ada angka pasti. Pertama, banyak kos-kosan yang tidak terdaftar. Terutama untuk kos-kosan kecil yang masih tercatat sebagai hunian. Kedua, banyak kos-kosan terdaftar yang sebenarnya merupakan hotel. Tentu untuk menghindari regulasi perhotelan yang lebih rumit.

Berapa jumlah kos-kosan di Jogja?

Meskipun dijuluki “daerah sejuta kos-kosan,” jumlah yang terdeteksi jauh dari itu. Menurut beberapa aplikasi informasi kos, rata-rata hanya ada 1000 kos-kosan. Jika rata-rata setiap kos memiliki 15 kamar, maka baru ada 15 ribu kamar yang tersedia.

Sekali lagi, ini bukan angka pasti. Ketidakpastian ini makin rumit dengan melihat properti lain sebagai solusi hunian. Dari kontrakan sampai apartemen juga menjadi opsi hunian sementara. Maka ceruk bisnis kos-kosan makin abu-abu.

Baca Juga:

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Mengapa Anda harus tahu semua data di atas? Tentu sebagai pertimbangan awal. Bisnis kos-kosan tidak seterang bisnis lain. Datanya sangat rancu, dan kebutuhan pasar tidak benar-benar terekam. Tapi kita bisa berasumsi bahwa kebutuhan kos di Jogja masih tinggi.

Tapi jangan impulsif dulu. Sekali Anda gelap mata, maka investasi akan seperti alkohol di udara terbuka, alias enguap tanpa hasil! Sekarang tarik nafas panjang, lalu mari kita perhitungkan dengan matang.

Perhitungan matang adalah harga mati

Stigma kos-kosan di Jogja sebagai bisnis pensiunan adalah ancaman. Banyak orang berpikir kos-kosan bisa dijalankan dengan mudah. Padahal banyak hal yang harus diperhitungkan dari awal.

Pertama adalah pemodalan. Apakah Anda punya dana dingin, atau akan pinjam bank? Ini akan menentukan bagaimana Anda harus segera balik modal. Stigma bisnis pensiun lebih tepat untuk modal uang dingin. Tapi jika Anda mengajukan pinjaman, maka ROI harus diperhitungkan matang. Rata-rata bisnis kos-kosan di Jogja akan balik modal selama 3 tahun. Bisa saja 2 tahun sudah balik modal, atau sampai belasan tahun belum lunas.

Kedua adalah masalah lokasi. Berhenti berpikir kos-kosan harus dekat dengan kampus. Beberapa kos-kosan baru harus gulung tikar karena pemikiran tersebut. Entah karena akses jalan buruk, kejenuhan lokasi, sampai kena sengketa lahan. Yang harus Anda lakukan adalah riset mendalam pasar. Ingat, kos-kosan juga dibutuhkan pekerja. Sering kali lokasi yang pas untuk pasar ini bukan area premium. Tapi lebih aman dan menguntungkan daripada memaksa harus di area kampus.

Ketiga adalah perkara pembangunan. Sekali saja Anda bertemu kontraktor curang, biaya akan membengkak berkali-kali lipat. Pembangunan serba nanggung juga akan jadi masalah. Alih-alih menguntungkan, Anda harus renovasi terus menerus. Mayoritas kasus yang saya temui adalah perkara boncos saat pembangunan. Akibatnya, kos-kosan dipaksa untuk bisa menutup modal yang kadung besar. Ketepatan memilih kontraktor menjadi kunci kos-kosan bisa menguntungkan.

Lingkungan bisa jadi penyelamat, atau musuh dalam selimut

Setelah Anda mempertimbangkan tiga faktor di atas, kini waktunya memasukkan faktor liar. Jauh dari urusan perencanaan dan pengelolaan. Namun faktor ini yang sering mengubah rencana indah jadi celaka. Yaitu faktor lingkungan.

Faktor satu ini bisa menjadi keuntungan besar. Jika Anda mendirikan kos-kosan di lingkungan yang tepat, maka akan banyak bantuan yang datang. Dari informasi untuk membangun properti sampai pengelola lokal. Bahkan Anda bisa tertolong perkara keamanan dan keselamatan bisnis. Tapi tidak semua lingkungan di Jogja seramah ini. Toh Jogja bukan seperti yang ada di FTV.

Nasib malang menimpa pemilik kos yang berada di lingkungan buruk. Apalagi jika si pemilik bukan warga lokal dan tidak berada di lokasi langsung. Kadang pemilik kos harus membayar “biaya lingkungan” dari setiap kamar kos. Salah satu kos-kosan eksklusif di dekat rumah saya harus membayar dua ratus ribu per kamar kos. Tidak peduli kamar itu terisi atau tidak. Dengan 40 kamar, kos tersebut harus membayar 8 juta setiap bulannya.

Belum lagi masalah pengelolaan kos. Banyak lingkungan memaksa pemilik kos untuk menggunakan jasa warga lokal. Masalahnya banyak kasus pengelola nakal. Dari tidak memberikan laporan jelas sampai penyalahgunaan kos. Tapi jika Anda tidak mau ikuti aturan lingkungan, kos-kosan Anda jelas merugi. Karena adanya gangguan sampai calon konsumen yang “dibelokkan.”

Setelah membaca semua ini. Apakah Anda mulai ragu untuk berbisnis kos-kosan? Tenang dulu. Bisnis kos-kosan masih menguntungkan kok.

Kos-kosan bukan angsa bertelur emas

Bisnis kos-kosan di Jogja sering dianggap sebagai angsa bertelur emas. Cukup dirawat sekenanya, ia mendatangkan keuntungan melimpah. Ini salah paham paling umum ketika kos-kosan dipandang sebagai passive income semata. Merasa cuma perlu punya modal dan tinggal meraup keuntungan.

Memang benar, kos-kosan bisa jadi passive income. Tapi Anda perlu melakukan perencanaan dengan matang. Anda juga perlu melakukan pengawasan rutin meskipun dari jarak jauh. Perlakukan kos-kosan sebagai second income, di mana Anda masih terlibat aktif dalam pengelolaannya.

Tapi jika Anda memiliki uang dingin, bisa saja kos-kosan menjadi passive income. Dengan catatan profit yang Anda terima tidak dipaksa untuk segera balik modal. Mungkin Anda perlu menanti 5-10 tahun sampai benar-benar balik modal. Atau Anda harus siap mendapat balik modal dengan menjual properti setelah tempo waktu tertentu.

Melihat kebutuhan pasar, bisnis kos-kosan masih menguntungkan. Tapi kembali lagi, apakah Anda siap menerima risiko dan tantangan di dalamnya. Jika siap, selamat memulai hidup sebagai juragan kos di Jogja!

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mendalami Fakta di Balik Bisnis Kos di Jogja, Bisnis yang Katanya Bikin Kaya, padahal Nunggu Balik Modalnya Bisa Satu Generasi Lewat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Mei 2025 oleh

Tags: bisnis kos di jogjaJogjakos di jogja
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

9 Kuliner Khas Bantul yang Perlu Dicoba terminal mojok.co

9 Kuliner Khas Bantul yang Perlu Dicoba

8 Februari 2022

Saya Ikut Sedih Saat Kafe Dixie Jogja Akan Tutup, Meski Saya Belum Pernah ke Sana

6 Mei 2021
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Pantai Papuma Jember Pantas Dinobatkan sebagai Objek Wisata Alam Termahal di Jawa Timur

Orang Jember Iri sama Jogja Itu Nggak Masuk Akal, Nggak Usah Mengada-ada deh!

20 Juli 2023
5 Tempat Minum Matcha Paling Enak di Jogja, Pencinta Matcha Wajib Coba!

5 Tempat Minum Matcha Paling Enak di Jogja, Pencinta Matcha Wajib Coba!

29 April 2025
Fakta Buruknya Kondisi Jalanan di Jogja dan Surabaya (Unsplash)

Jalanan Jogja Semakin Parah. Sama Parahnya seperti Kota Surabaya yang Menjadi Kota Paling Macet di Indonesia

11 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.