Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Bisnis Donat Itu Mudah: Alatnya Nggak Ribet, Bahannya Juga Nggak Bakalan Langka, Cuannya Jelas Nggak Bisa Dianggap Sebelah Mata!

Chusnul Awalia Rahmah oleh Chusnul Awalia Rahmah
9 Agustus 2025
A A
Bisnis Donat Itu Mudah: Alatnya Nggak Ribet, Bahannya Juga Nggak Bakalan Langka, Cuannya Jelas Nggak Bisa Dianggap Sebelah Mata!

Bisnis Donat Itu Mudah: Alatnya Nggak Ribet, Bahannya Juga Nggak Bakalan Langka, Cuannya Jelas Nggak Bisa Dianggap Sebelah Mata!

Share on FacebookShare on Twitter

Selain fast food yang terus menerus tergerus oleh berbagai tren kuliner, makanan ringan juga mulai terintervensi oleh beragam inovasi baru. Bukan hanya dessert seperti mille crepes yang ramai pasca pandemi silam, tiramisu sodok yang antrian CFD-nya bikin orang bertanya-tanya, serta giant mochi seukuran segenggam tangan yang harganya puluhan ribu, jajanan pasar seperti donat pun nggak bisa lepas dari tren-tren baru.

Beberapa waktu lalu, salah satu artis lama berhasil menyedot perhatian warganet. Lantaran, jualan donat. Namun, ada alasan lain yang bikin status ‘jualan donat’ itu tiba-tiba viral berat. Sebab, harganya yang fantastis. Padahal, tampilan dan rasanya nggak sepadan dengan nominal yang hitungannya sangat mewah itu.

Meskipun demikian, ternyata aksi kontroversial itu berhasil bawa berkah. Maksudnya, untuk para penjual donat. Nggak terkecuali pedagang UMKM. Bahkan, nggak sedikit yang tiba-tiba buka small business dengan produk donat. Mulai deh, bertebaran konten perbandingan donat isi 6 harga 200 ribu, dengan donat-donat topping regular yang tampilannya manis, tapi harganya tetap ekonomis.

Nah, salah seorang kawan saya menjadi bagian dari pedagang yang diuntungkan itu. Ketika buka open PO, beuh, banyak kali pesanannya. Itulah mengapa, bisnis donat bisa jadi peluang cerah untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Berikut merupakan 4 “kemudahan” untuk membangun bisnis sebagai pedagang donat di tengah flowchart donat viral.

Nggak perlu beli alat-alat khusus nan mahal

Namanya juga bisnis. Sudah pasti ada banyak hal yang perlu diperhitungkan. Apalagi kalau sektor bisnisnya adalah FnB. Beuh, RnD berkali kali. Cari dulu komposisi yang pas, brand bahan yang sesuai, bahkan berat bersih yang ideal.

Namun untuk menunjang hal tersebut, alat-alat menjadi poin utama dalam mengembangkan bisnis. Dalam ruang lingkup FnB, lebih banyak lagi yang harus disiapkan. Ketika produk jualanmu adalah fudgy brownies, misalnya. Ketika sedang ramai kemarin, dan banyak anak muda yang ingin menjadikannya peluang bisnis, banyak yang terhambat atas kepemilikan oven. Atau mungkin mixer untuk pembuatan salt bread. Atau mungkin juga, grinder untuk coffee shop rumahan kecil-kecilan.

Sedangkan demam donat yang dimulai oleh salah satu artis tersebut, jelas berbeda. Kamu nggak perlu beli oven. Lah, sama aja. Kan ngalisinnya harus pakai mixer?

Nggak juga, gusy. Pake tangan pun aman. Mungkin bedanya hanya akan lebih terasa pegal aja. Sebab, ya energinya manual. Seenggaknya, bikin kalian tak harus ngeluarin budget besar untuk oven atau standing mixer.

Baca Juga:

Kasta Donat J.CO dari yang Best Seller sampai Underrated

10 Makanan Khas Karyawan Resign dari Donat sampai Tumpeng

Bahan-bahan donat super mudah didapatkan, dijamin nggak akan langka

Poin selanjutnya tentu saja bahan-bahan pembuatan. Sebenarnya, toh donat ini kan jajanan tradisional. Jadi, sudah tentu bahannya nggak neko-neko. Tepung terigu, sedikit gula dan garam, margarin atau mentega, vanilla essence, udah deh. Pemeran utamanya hanya pada ragi instan. Cari di mana pun ada. Minimarket, toko kelontong dekat rumah, apalagi warung madura yang bukanya 24 jam ada. Jadi, jelas nggak susah kan?

Nggak perlu takut kehabisan bahan akibat high demand seperti tepung ketan hitam atau cream cheese biru yang seringkali bikin baker pusing tujuh keliling.

Pasar donat luas dan fleksibel

Berbicara tentang bisnis, memang sih, akan selalu ada pasarnya masing-masing. Kalau ingin jual burnt cheesecake yang per slicenya dipatok harga hingga 40 ribu, nggak akan laku kalau dijual di pasar tradisonal. Pun, nogosari atau apem juga akan nangkring lama di etalase kalau jualnya di kafe elite ibu kota.

Nah, kalau donat, pasarnya bisa dibilang cukup luas. Pedagang hanya perlu menyesuaikan klasifikasi produknya. Kasarnya, makanan ini tuh nggak akan pernah mati. Eksplor komposisi produk terbaik, metode marketing paling oke, ketemu deh pasar yang cocok.

Tambahkan sedikit kreativitas, bisa jadi nilai jual tinggi

Sejalan dengan poin sebelumnya, donat bisa jadi peluang bisnis yang baik kalau bisa menyesuaikan pasar. Berikan tambahan kreativitas, sehingga semakin banyak variasi dan menambah nilai jual.

Selain donat regular dengan berbagai topping, mungkin bisa dibuat kolaborasi donat mochi, atau donat cocol dengan diplomat cream yang rasanya asem-asem seger. Bisa juga tambahkan savory donat yang membuat visualisasinya mirip-mirip burger, padahal ya bukan. Apa pun itu, kalau bisa diinovasikan dengan cita rasa yang pas, pasti bisa menambah nilai jual bisnismu.

Jadi, bisnis donat di masa kini, beneran masuk akal dan mudah untuk dijalani. Ya jual kecil-kecilan dulu, siapa tahu cukup untuk nambah uang jajan. Setelah itu, bisa jadi makin besar asal konsisten. Well, who knows?

Penulis: Chusnul Awalia Rahmah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Cara Membuat Donat Enak, Empuk, dan Mengembang Seperti Donat J.CO

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Agustus 2025 oleh

Tags: bahan donatbisnis donatdonatpeluang bisnis donatresep donat enak
Chusnul Awalia Rahmah

Chusnul Awalia Rahmah

Seorang pembaca dan pengamat yang mengonsumsi dunia lewat barisan kata dan jendela kedai kopi. Menemukan keseimbangan hidup lewat manisnya dessert.

ArtikelTerkait

Kasta Donat J.CO dari yang Best Seller sampai Underrated

Kasta Donat J.CO dari yang Best Seller sampai Underrated

15 Juli 2025
dunkin' donuts

Sulitnya Menjadi Penyuka Dunkin’ Donuts Di Antara Banyaknya Penggemar J.CO

8 Juli 2019
doffle donat waffle croffle pastry mojok

Doffle, Kuliner Pendatang Baru yang Siap Menggeser Croffle

4 September 2021
10 Makanan Khas Karyawan Resign: Dari Donat sampai Tumpeng Mojok.co

10 Makanan Khas Karyawan Resign dari Donat sampai Tumpeng

22 November 2023
5 Donat Paling Enak di Indonesia Terminal Mojok

5 Donat Paling Enak di Indonesia

3 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Booth Nescafe di Kulon Progo Selalu Ramai, padahal Cuma Kecil dan Menunya Itu-Itu Saja Mojok.co

Alasan Booth Nescafe Bisa Jadi Primadona Ngopi Baru di Kulon Progo

6 Januari 2026
Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

8 Januari 2026
Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

8 Januari 2026
Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria  Mojok.co

Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria 

8 Januari 2026
Pemasangan Lampu Merah di Persimpangan Purawisata Jogja itu Keputusan Konyol, Alih-alih Lancar, Malah Makin Macet!

Pemasangan Lampu Merah di Persimpangan Purawisata Jogja itu Keputusan Konyol, Alih-alih Lancar, Malah Makin Macet!

6 Januari 2026
Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya dengan Berat Hati Mojok.co

Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya walau dengan Berat Hati

7 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.