Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Alasan Dunkin’ Donuts Tetap Eksis dan Bertahan meski Gerainya Kelihatan Sepi Pelanggan

Iqbal AR oleh Iqbal AR
23 Januari 2026
A A
Alasan Dunkin' Donuts Tetap Eksis dan Bertahan meski Gerainya Kelihatan Sepi Pelanggan

Alasan Dunkin' Donuts Tetap Eksis dan Bertahan meski Gerainya Kelihatan Sepi Pelanggan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau bicara donat, anak-anak generasi sekarang mungkin lebih akrab dengan donat merek J.CO. Maklum, donat J.CO memang sedang berada di puncak kejayaannya. Selain gerainya di mana-mana, donat ini juga dianggap lebih lembut, lebih fluffy, lebih variatif ketimbang donat yang lain. Situasi ini jelas mengancam salah satu “pemain donat” yang jauh lebih senior. Iya, Dunkin’ Donuts.

Selama bertahun-tahun, Dunkin’ Donuts benar-benar jadi top of mind ketika bicara soal donat. Benar-benar kayak nggak ada yang lain. Kalau mau donat yang enak, ya Dunkin’ Donuts. Raja donat lah. Tapi semua itu perlahan hilang ketika muncul merek donat lain, termasuk J.CO. Makanya ketika J.CO sudah sebesar ini, yang ada di pikiran saya cuma, “Wah, kayaknya Dunkin’ Donuts mati deh habis ini.”

Namun ternyata saya keliru. J.CO memang berjaya, tapi kejayaannya belum mampu “membunuh” Dunkin’ Donuts. Dunkin’ memang nggak seramai dan sejaya dulu. Gerainya bahkan sepi kayak nggak ada pelanggan yang datang. Tetapi mereka masih bertahan. Mereka masih berdiri tegak dan ada di mana-mana. Gara-gara ini saya jadi penasaran, kira-kira kenapa Dunkin’ masih bertahan meski kelihatannya sepi pelanggan.

Baca juga: 5 Donat Paling Enak di Indonesia.

#1 Kebanyakan beli take away

Alasan paling masuk akal mengapa Dunkin’ Donuts masih bertahan meski gerainya kelihatan sepi karena ada perubahan pola konsumsi. Dulu, orang pergi ke sana untuk makan donat sambil nongkrong. Dine in gitu lah. Tetapi sekarang orang-orang memilih untuk take away dan makan donat di rumah atau di kantor buat makanan resign.

Selain itu, ada perbedaan orang yang dine in dan take away. Kalau kita perhatikan, orang yang pergi ke gerai Dunkin’ Donuts buat dine in pesannya nggak banyak. Katakanlah tiap dua orang memesan 4-6 donat dengan dua minuman. Tapi kalau take away, mereka bisa pesan lebih banyak. Mereka bisa saja memesan 2-3 kotak berisi selusin donat plus minuman untuk 7-8 orang di rumah atau kantor, misalnya. Hitungannya tetap banyak.

Inilah mengapa Dunkin’ Donuts masih bertahan. Sesederhana karena yang beli masih ada. Memang nggak kelihatan karena belinya take away atau online, tapi ya masih ada yang beli. Makanya mereka bertahan sampai sekarang.

#2 Gerai yang banyak, yang “membagi” pasar, sehingga kelihatannya sepi terus

Selain alasan perubahan pola konsumsi, alasan lain mengapa Dunkin’ masih bertahan meski gerainya sepi pelanggan ya karena jumlah gerainya terlalu banyak sehingga pasarnya “terbagi”. Agak aneh dan membingungkan, ya? Tapi nggak apa-apa, saya bakal coba jelasin dengan sederhana.

Baca Juga:

Bisnis Donat Itu Mudah: Alatnya Nggak Ribet, Bahannya Juga Nggak Bakalan Langka, Cuannya Jelas Nggak Bisa Dianggap Sebelah Mata!

Kasta Donat J.CO dari yang Best Seller sampai Underrated

Kalau kita amati, gerai Dunkin’ ini makin banyak. Di beberapa pom bensin yang saya jumpai pasti ada gerainya. Nggak besar, tapi ada.

Nah, gerai yang banyak ini jelas membagi pasar. Contohnya, di satu kota kecil dulunya ada satu gerai Dunkin’ Donuts. Katakanlah pelanggannya 300 orang per hari. Lalu di kota sama, beberapa tahun kemudian, ada 4 gerai Dunkin’ yang baru.

Sekarang di kota kecil tersebut ada 5 gerai Dunkin’. Akhirnya dari 300 pelanggan yang tadinya terpusat pada satu gerai saja, kini terbagi ke 5 gerai. Artinya, saat ini satu gerai hanya melayani 60 pelanggan per hari. Kelihatan lebih sepi, kan? Ya memang. Tetapi total pelanggannya masih sama dan hitung-hitungan bisnisnya masih aman. Cuma kelihatan sepi.

Baca juga: Bisnis Donat Itu Mudah: Alatnya Nggak Ribet, Bahannya Juga Nggak Bakalan Langka, Cuannya Jelas Nggak Bisa Dianggap Sebelah Mata!

#3 Dunkin’ Donuts masih punya pelanggan setia

Balik lagi ke alasan paling sederhana mengapa Dunkin’ Donuts masih bertahan meski gerainya kelihatan sepi, ya karena mereka punya pelanggan setia. Di Indonesia, Dunkin’ sudah ada sejak tahun 1985. Sudah lama banget. Jika dibandingkan kompetitornya, J.CO yang baru ada 2005, jaraknya 30 tahun, lho.

Nah, selama puluhan tahun di Indonesia Dunkin’ nggak mungkin nggak punya pelanggan setia. Pasti banyak. Orang-orang yang lidahnya selama bertahun-tahun dimanjakan dengan donat Dunkin’ mungkin nggak cocok jika dikasih J.CO atau donat lain. Namanya juga pelanggan setia, mereka pasti nggak akan membelot ke kompetitior.

Bagaimanapun mereka akan kembali pada Dunkin’ Donuts, apa pun yang terjadi. Dan para pelanggan setia inilah yang bikin Dunkin’ tetap eksis sampai sekarang.

#4 Nama Dunkin’ Donuts terlalu besar untuk buru-buru mati

Lagi pula Dunkin’ terlalu besar untuk mati sekarang. Kayaknya banyak yang belum rela kalau Dunkin’ harus mati sekarang hanya karena kalah sama kompetitor atau karena usianya terlalu tua dan sudah nggak relevan.

Nggak, Dunkin’ nggak boleh mati dulu. Gerainya masih banyak, pelanggan setianya juga masih banyak. Donat mereka juga masih enak, kok.

Jadi, nggak ada alasan bagi Dunkin’ Donuts untuk pergi dari sini atau bahkan tutup di tengah persaingan ketat donat saat ini. Mereka harus tetap ada meski mungkin kelihatan sepi. Saya yakin, bakal banyak orang yang sedih dan nggak rela kalau Dunkin’ nggak ada.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sulitnya Menjadi Penyuka Dunkin’ Donuts Di Antara Banyaknya Penggemar J.CO.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2026 oleh

Tags: bisnis donatdonatdonat j.coDunkin' Donuts
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

doffle donat waffle croffle pastry mojok

Doffle, Kuliner Pendatang Baru yang Siap Menggeser Croffle

4 September 2021
Kasta Donat J.CO dari yang Best Seller sampai Underrated

Kasta Donat J.CO dari yang Best Seller sampai Underrated

15 Juli 2025
5 Donat Paling Enak di Indonesia Terminal Mojok

5 Donat Paling Enak di Indonesia

3 Desember 2022
10 Makanan Khas Karyawan Resign: Dari Donat sampai Tumpeng Mojok.co

10 Makanan Khas Karyawan Resign dari Donat sampai Tumpeng

22 November 2023
dunkin' donuts

Sulitnya Menjadi Penyuka Dunkin’ Donuts Di Antara Banyaknya Penggemar J.CO

8 Juli 2019
Apakah Pegawai J.CO kalau Resign Juga Beli Donat J.CO? Ternyata Tidak, Mereka (Kayaknya) Beli Pizza Hut

Apakah Pegawai J.CO kalau Resign Juga Beli Donat J.CO? Ternyata Tidak, Mereka Beli Pizza Hut

21 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

18 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama
  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa
  • 4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.