Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Biar Nggak Gagal Paham, Saya Kasih Tahu Bedanya Bank, Leasing, dan Koperasi

Hepi Nuriyawan oleh Hepi Nuriyawan
6 September 2020
A A
kliring bank antre panjang teller leasing mojok

kliring bank antre panjang teller leasing mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Terkadang kebutuhan tidak pernah pandang bulu. Ada-ada saja yang datang. Bisa bayar sekolah, acara pernikahan, sampai kebutuhan rumah tangga. Semua itu bisa datang secara tiba-tiba. Nah kalau sudah begitu, satu-satunya jalan ninja yang harus kau tempuh adalah berutang.

Berutang bisa ke orang tua, saudara, mau pun kerabat dekat. Saya saranin jangan dengan teman. Daripada yang semula berkawan baik, menjadi makin parah. Kalau dengan orang terdekat juga belum mampu, satu-satunya jalan hanyalah berhutang ke lembaga keuangan.

Ada banyak jenis lembaga keuangan yang berdiri di setiap sudut perkotaan maupun desa. Yang paling familiar di tengah-tengah masyarakat itu ada tiga jenis, yaitu bank, leasing (yang finance-finance itu), dan koperasi.

Cuma masalahnya, setiap dari kita, khususnya yang tidak pernah bekerja di lembaga keuangan, tidak tahu bedanya bank, leasing, dan koperasi. Buktinya ketika Presiden Joko Widodo mengeluarkan “iimbauan” untuk merelaksasi pinjaman. Yang menjadi sasarannya adalah pihak bank dan leasing. Sedangkan koperasi tidak atau belum termasuk program.

Saya sendiri tergabung sebagai karyawan swasta di salah satu koperasi. Pada waktu lockdown, kami semua tetap nagih yah (tapi tetap dengan kebijakan work from home dan protokol kesehatan). Ada salah seorang anggota, entah minta bantuan untuk direlaksasi atau sekedar ngeles enggak bisa ngangsur.

“Mas, mbok katane Pak Jokowi angsuran diringankan mas? Nek ora salah gur bayar jasa bungane.”

“Ngapunten bu, saya ini koperasi. Jadi enggak ikut aturan seperti itu.”

Untung Ibunya sabar, jadi ya tetap dilayani sayanya. Maksudnya diterima sebagai tamu dengan baik gitu. Nah coba kalau enggak sabar? Bisa-bisa diusir paksa dari kediamannya. Bahkan, serangan gagang sapu turut menyertai aksi pengusirannya.

Baca Juga:

Motor Kredit Menciptakan Kabut Tebal yang Menyembunyikan Wajah Asli Kemiskinan, Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat

Rela Utang Koperasi Kantor demi Biaya Berobat Kucing yang Sudah seperti Keluarga, Saya Dicap Nggak Waras dan Bodoh

Daripada gagal paham tentang ketiga lembaga keuangan tersebut, saya kasih pengertian sederhana terkait perbedaan lembaga-lembaga keuangan tersebut.

Penyebutan istilah nasabah vs anggota

Bank dan leasing menyebut pelanggannya sebagai “nasabah”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nasabah adalah seseorang yang biasa berhubungan dengan atau menjadi pelanggan bank. Istilah ini sudah sangat sering ditemui di masyarakat. Pokoknya bagi yang meminjam maupun menabung.

Bank dan leasing sama-sama menggunakan istilah “nasabah” untuk menyebut kostumernya. Hanya saja perbedaannya yaitu bank bisa digunakan untuk menabung, sedangkan leasing tidak.

Koperasi tidak menggunakan istilah nasabah, melainkan menggunakan istilah “anggota”. Siapa pun yang terlibat dalam kegiatan koperasi, entah perorangan maupun badan hukum, disebut juga sebagai anggota.

Jadi jangan salah atau tertukar dengan istilah “nasabah” dan “anggota”. Biar tidak repot nantinya.

Sasaran pinjaman

Bank dan koperasi memiliki sasaran pinjaman berupa dana tunai. Tentu dengan jaminan yang bisa menutup pinjaman tersebut. Bisa menggunakan sertifikat tanah alias SHM maupun dengan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Rata-rata sih menggunakan BPKB untuk “disekolahkan”.

Berbeda dengan bank dan koperasi. Kalau leasing lebih menitikberatkan pada sasaran penjualan barang. Jadi kita beli barang, tapi bayarnya dicicil. Seakan kita berhutang dengan pemilik barang yaitu pihak leasing. Nah bayarnya bisa diangsur tiap bulannya.

Sebagai contoh ketika beli motor atau mobil baru yang kita tidak bisa bayar secara cash. Nah itu harus dicicil. Nanti proses pembuatan BPKB dibantu oleh pihak leasing. Setelah jadi, baru digunakan sebagai jaminan tambahan, karena jaminan utama ya kendaraan yang dibeli dan sedang dipakai itu.

Tapi tidak menutup kemungkinan leasing juga bisa melakukan proses pinjaman tanpa harus membeli dulu. Tetap menggunakan jaminan. Setahu saya sih hanya bisa jaminan BPKB. Enggak tahu kalau SHM.

pengawasan terhadap kostumer

Bank dan leasing pengawasannya terhitung lebih mudah dibanding dengan koperasi. Bank dan leasing langsung terhubung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi jika macam-macam dalam sistem pembayaran alias mengangsur, ditelat-telatkan, itu akan muncul di data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Kalau dulu terkenal dengan BI Checking.

Misal kamu terlambat mengangsur selama 4 bulan, entah sengaja maupun tidak sengaja. Kamu akan terancam masuk daftar hitam alias black list di berbagai lembaga keuangan. Karena data kamu di Bank A misalnya, akan otomatis langsung diinformasikan ke Bank dan Leasing lainnya melalui SLIK OJK itu. Makanya, jangan main-main kalau berhutang di bank. Hahaha.

Beda kalau koperasi, unsur pengawasannya hampir longgar. Hal ini karena koperasi tidak masuk dalam pengawasan OJK. Tapi, selonggar-longgarnya koperasi, jangan main-main pula saat mengangsur. Bisa-bisa kendaraan atau tanah (dan bangunan) yang dijaminkan bisa segera di eksekusi, ditarik kendaraannya atau dipalang tanahnya. Hal itu sesuai dengan perjanjian kredit koperasi masing-masing. Ada yang sebulan terlambat langsung ditindak, ada yang nunggu 3 bulan terlambat dulu baru ditindak.

Waktu proses dan besarnya angsuran

Ini khususon calon nasabah. Kalau kita mau meminjam di bank, pasti menunggu lama. Bahkan, ada yang pernah mengaku sampai sebulan belum juga diproses. Hal ini dikarenakan banyaknya calon nasabah yang antri untuk pembiayaan. Belum lagi ada beberapa orang yang diutamakan, seperti nasabah lama yang history-nya lancar tanpa cacat. Pasti dilayani dulu.

Tapi tenang, kesabaranmu akan berbuah manis kok. Karena angsuran yang diterima tidak terlalu memberatkan. Rata-rata bank memberikan jasa bunga yang cukup ringan bagi nasabah.

Kalau di leasing, cukup menunjuk apa yang mau dibeli. Lalu bilang “Maaf pak/bu, saya nggak bisa cash ini. Saya ngangsur aja nggih?” Sejak itu langsung diproses pinjamannya.

Sama seperti di koperasi. Kebanyakan koperasi tidak akan survei ke rumah (kecuali jaminan SHM). Persyaratan tinggal dibawa ke kantor, lalu dicek kelengkapannya, kurang lebih 1 jam dana bisa langsung cair.

Yang bedain dengan bank adalah, jasa bunganya bisa dibilang lebih tinggi. Ini yang kadang membuat orang berat ngangsurnya.

Tapi kalau ingin berhutang di lembaga keuangan, sebisa mungkin dipikirkan sampai akar-akarnya. Mulai dari kekuatan angsuran sampai sisa dana untuk hidup. Rata-rata kebanyakan yang terlambat itu orang-orang yang tidak memikirkan sampai detail. Akhirnya ketika ditagih, isinya ngamuk-ngamuk.

Selain itu, usahakan khatam tentang konsep riba. Sudah tahu riba, berarti tidak perlu berhutang di lembaga keuangan. Jangankan berhutang, menabung pun enggak perlu.

Soalnya ada beberapa orang yang ketika ditagih ngeles, “Tahu enggak mas? Bunga bank itu haram. Bahaya mas.” Padahal dia sendiri pinjam uang di bank. Ah bilang aja enggak mau bayar. Gitu aja kok repot.

Semoga ketika berhutang tidak salah pintu. Bank, leasing, maupun koperasi sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Yang penting sudah dihitung-hitung dulu sebelum meminjam. Kuat ya dilakoni, nek ora kuat ya ngutang B-R-I.

BACA JUGA 5 Istilah Pengaman saat Debat Online beserta Fungsinya yang Tokcer dan tulisan Hepi Nuriyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 September 2020 oleh

Tags: bankkoperasileasing
Hepi Nuriyawan

Hepi Nuriyawan

Karyawan Swasta. Esais dari Purwokerto

ArtikelTerkait

4 Alasan Saya Betah Jadi Nasabah Bank BCA

14 Juni 2021
Bukan Pelit, Memang Sudah Seharusnya Pulpen di Bank Diikat Tali Terminal Mojok

Bukan Pelit, Memang Sudah Seharusnya Pulpen di Bank Diikat Tali

17 November 2022
Mewawancarai Satpam BCA soal Kenapa Pelayanan Mereka Dianggap Terbaik terminal mojok.co

Satpam BCA Dielu-elukan Netizen Tanda Profesi Ini Memang Krusial bagi Perusahaan

19 Mei 2020
4 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Antre di Bank selain Mainan HP Terminal Mojok

4 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Antre di Bank selain Mainan HP

19 Desember 2020
Jerat Motor Kredit Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat (Unsplash)

Motor Kredit Menciptakan Kabut Tebal yang Menyembunyikan Wajah Asli Kemiskinan, Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat

20 Maret 2026
Bank Jago, Bank Digital yang Nggak Sesuai Ekspektasi Saya Mojok.co

Bank Jago, Bank Digital yang Nggak Sesuai Ekspektasi Saya

29 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
Kelebihan dan Kekurangan Cicilan Emas yang Harus Kamu Ketahui sebelum Berinvestasi

Dilema Investasi Emas Bikin Maju Mundur: Kalau Beli, Takut Harganya Turun, kalau Nggak Beli, Nanti Makin Naik

30 Maret 2026
Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati Mojok.co

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.