Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Betapa Nggak Asyiknya Konter HP Zaman Sekarang

Mohammad Rifky oleh Mohammad Rifky
29 Oktober 2020
A A
Betapa Nggak Asyiknya Konter HP Zaman Sekarang terminal mojok.co

Betapa Nggak Asyiknya Konter HP Zaman Sekarang terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Telepon genggam atau biasa disebut HP, sepuluh tahun lalu merupakan barang “eksklusif” karena mahal dan hanya dimiliki sebagian orang. Namun, saat ini HP sudah berubah menjadi barang yang “umum” dan bisa dimiliki oleh siapa saja. Ada berbagai macam type dan merek HP yang dijual di pasaran mulai dari segmen entry level yang harganya 1-2 jutaan, middle level, hingga handphone flagship yang harganya sampai puluhan juta seperti Iphone dari Apple.

Saat ini orang sudah bisa membeli HP baru dengan mengakses internet menggunakan aplikasi marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, Lazada, Bukalapak, dan sebagainya. Mereka hanya perlu memasukkan tipe atau merek yang ingin dicari, kemudian tinggal checkout, bayar, dan HP pun akan dikirim lewat ekspedisi.

Satu dekade yang lalu membeli HP hanya bisa dilakukan di toko atau gerai penjualan HP atau akrab disebut Konter HP besar yang kebanyakan ada di kota. Di zaman tersebut merek-merek HP yang beredar adalah merek raksasa teknologi terkemuka seperti Nokia, Motorola, Siemens, Sony Ericsson, dll.

Di konter-konter HP tersebut kita akan dilayani seperti raja. Mulai awal masuk disambut dengan sapaan ramah dan ditanyakan apa yang ingin dibantu. Kemudian kita juga bisa sepuas hati menanyakan spesifikasi HP yang ingin kita beli dan mereka pun akan menerangkan dengan detail. Bahkan kalau kita awam dengan HP pun mereka akan memberikan preferensi HP yang pas untuk kebutuhan kita. Satu hal yang terpenting, para pegawainya berasa orang profesional dan terlatih. Pelayanan eksklusif tersebut agaknya sekarang hanya bisa dijumpai di bank saja.

Keadaan saat ini di konter HP sudah berubah. Jika datang ke konter HP, kita tidak akan menemukan pegawai yang menyambut dengan ramah. Namun, sering kali disambut badut-badut maskot merek HP.

Ketika sudah masuk ke toko, sering kali pelayan konter HP menawarkan merek atau type HP yang tidak ingin kita beli bahkan cara penyampaianya terkesan sangat “buruk” seperti, “daripada HP X harga xxxx fiturnya gitu-gitu aja, mending ambil HP Z fiturnya baru dan lebih banyak. Padahal harganya sama. Bahkan nanti bisa tak bantu kurangin harga lagi.”

Fenomena tersebut membuktikan bahwa mayoritas pegawai konter HP saat ini bukannya berfungsi memberikan pelayanan dan informasi kepada konsumen. Ia justru berperan sebagai “calo” yang memaksa konsumen untuk membeli merek yang ditawarkan. Memang perlu diketahui bahwa banyak konter-konter HP saat ini pegawainya bukan pegawai asli toko, melainkan pegawai atau sales titipan merek HP tertentu.

Jadi tidak heran jika ada konsumen yang ingin membeli HP merek X dan bertemu dengan pegawai merek Z, ya sudah pasti mereka akan digiring untuk membeli HP merek Z. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya.

Baca Juga:

Bentuk iPhone 17 Jelek dan Kehilangan Kesan Mewah seperti Beli Android Kelas Menengah

4 Mitos HP Vivo yang Terlanjur Dipercaya Ibu-ibu Gaptek

Alasan para sales HP berusaha membujuk dan merayu konsumen untuk memilih produknya tak lebih dari urusan pemenuhan target penjualan. Semakin banyak mencapai target penjualan, maka semakin besar bonus yang diperoleh si sales. Adanya fenomena tersebut tentu bukan kesalahan mutlak para pegawai atau sales toko HP. Pasalnya, mereka hanya menjalankan kebijakan dari toko maupun perusahaan merek HP mereka.

Selain aspek pelayanan produk, aspek attitude dan estetika juga menjadi sorotan. Di mana sekarang mayoritas konter HP memiliki banyak karyawan yang terkesan tidak profesional dan tidak sopan. Hal tersebut sering kali terlihat dari perilaku pegawai atau sales HP yang melakukan make up atau merias diri secara terang-terangan di tempat pelayanan dan di depan konsumen. Mereka juga sering makan kudapan atau jajan di tempat pelayanan konsumen. Atau malah ngobrol dengan temannya yang lain dan cuek dengan konsumen.

Sistem marketing penjualan seperti di atas pada dasarnya merupakan hal yang wajar jika dilakukan secara profesional agar konsumen percaya dengan produk yang ditawarkan. Namun, menjadi tidak wajar jika cara yang dilakukan “serampangan” dan “lebay” seperti mengarah pada pemaksaan ke konsumen. Ataupun memberikan disinformasi produk kepada konsumen, seperti mengunggul-unggulkan merek tertentu tanpa memberitahu spesifikasi asli produknya, serta menjatuhkan merek tertentu tanpa menyebut keunggulannya.

Fenomena tersebut tentu tidak terjadi pada semua konter HP. Pasalnya, sampai saat ini masih ada berbagai konter HP yang memberikan pelayanan eksklusif.

Lantas, mungkinkah fenomena di atas kemudian memengaruhi minat konsumen untuk membeli HP secara langsung ke konter karena sudah tidak asyik lagi dan lebih memilih membeli di marketplace? Konsumen yang tahu jawabannya.

BACA JUGA Jual Pulsa Adalah Bisnis Sampingan Terbaik Dekade Ini dan tulisan Terminal Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2020 oleh

Tags: HPkonter
Mohammad Rifky

Mohammad Rifky

Mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Universitas Negeri Semarang (UNNES).

ArtikelTerkait

Hape Xiaomi Redmi A1, Ponsel Sejutaan yang Membuat Saya Melupakan iPhone 11 Pro

Hape Xiaomi Redmi A1, Ponsel Sejutaan yang Membuat Saya Melupakan iPhone 11 Pro

11 Januari 2024
Pengalaman Servis Laptop dan Berakhir Ditipu karena Nggak Jeli hardisk rusak layar hitam black screen blue screen laptop terminal mojok.co

Pengalaman Servis Laptop dan Berakhir Ditipu karena Nggak Jeli

11 November 2020
Membebaskan Kaum yang Pakai Macbook dari Stigma Gaya-gayaan doang mojok.co/terminal

Membebaskan Kaum yang Pakai Macbook dari Stigma Gaya-gayaan doang

21 Maret 2021
4 Alasan Kuat Hari Gini Orang Masih Pakai RBT Terminal mojok

4 Alasan Kuat Hari Gini Orang Masih Pakai RBT

7 Februari 2021
Jual Pulsa Adalah Bisnis Sampingan Terbaik Dekade Ini terminal mojok.co

Tips Memilih IPhone Second biar Nggak Nyesel Salah Beli

21 Juni 2020
7 Rekomendasi HP yang Cocok buat Nonton Konser Terminal Mojok

7 Rekomendasi HP yang Cocok buat Nonton Konser

12 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok (Wikimedia Commons)

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok

11 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

10 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.