Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Betapa Anehnya Jika Ballon d’or Tahun Ini Masih Didominasi Messi dan Ronaldo

Mohammad Indar Malik Ibrahim oleh Mohammad Indar Malik Ibrahim
7 Juni 2021
A A
ballon d'or cristiano ronaldo real madrid mojok

cristiano ronaldo real madrid mojok

Share on FacebookShare on Twitter

UEFA Champions League sudah usai dengan Chelsea sebagai juaranya. UEFA Europa League pun sudah selesai dengan Villareal FC sebagai juaranya. Beberapa liga top Eropa juga sudah selesai dan menemukan juara masing-masing seperti Bayern Munchen yang menang Bundesliga, Atletico Madrid yang menang La Liga, Inter Milan yang mematahkan scudetto Juventus serta banyak lagi. Walaupun beberapa liga yang cukup seru itu berakhir dan sepak bola memasuki jeda internasional, namun antusiasme peminat sepak bola tidak berhenti sampai di situ. Selain menebak siapa yang akan menjuarai UEFA Super Cup dan FIFA Club World Cup, masih ada satu hal yang ditunggu. Bukan, bukan nunggu Arsenal degradasi ke EFL Championship, tapi ajang penentuan siapa yang berhak memenangkan Ballon d’or.

Ballon d’or sendiri adalah penghargaan bagi pemain yang menunjukkan performa gila-gilaan dalam satu musim. Entah ia mencetak banyak gol, menyumbang banyak asis, tampil ciamik di lapangan, atau banyak melakukan saves dan mencatatkan cleansheet yang cukup banyak dalam satu musim. Sebelum penghargaan paling bergengsi untuk pemain sepakbola ini dihentikan musim lalu karena pandemi, kita selalu melihat dua nama yang selalu bertengger menjadi nominasi dalam Ballon d’or ini. Siapa lagi kalau bukan dua GOAT, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Praktis semenjak 2008 kedua nama ini yang masuk ke dalam nominasi dan pasti salah satu dari mereka yang akan mendapatkannya. Baru ada satu orang yang mematahkan dominasi kedua orang ini yaitu Luka Modric pada 2018. Orang-orang seperti Xavi, Iniesta, Ribery, Neymar, dan yang lain hanya numpang lewat di nominasi.

Namun, lain cerita pada tahun ini. Kedua pemain terbaik dunia saat ini sedang dalam fase inkonsistensi dalam musim ini. Ronaldo yang main di Juventus harus finish di peringkat empat dan Lionel Messi yang main untuk Barcelona harus finish di peringkat tiga. Kedua klub yang dibela orang ini cuman memenangkan piala Coppa Italia dan Copa del Rey yang dinilai kurang prestisius dibandingkan menjuarai liga.

Memang kedua pemain ini masih menjadi top skor di liganya masing-masing di mana Messi mencatatkan 30 gol pada La Liga dan Ronaldo mencatatkan 29 gol di Serie A Italia. Namun, sepak bola itu bukan unjuk diri individual. Sepak bola sendiri adalah pertandingan antar tim. Tengok Harry Kane. Dia top skor sekaligus raja assist di EPL. Tapi, gagal bawa Tottenham Hotspur tembus UCL sama UEL. Untung masuk ke UECL (Kompetisi antarklub Eropa kasta ketiga) jadi masih selamat harga dirinya sebagai top six England.

Nah, kalau kedua orang ini saya tidak berekspektasi masuk ke dalam nominasi, maka saya memprediksi lima pemain yang lebih layak memenangkan atau setidaknya masuk nominasi Ballon d’or ini.

#1 Robert Lewandowski

Nominasi yang paling layak memenangkan Ballon d’or sudah pasti Robert Lewandowski. Di musim kemarin ia sudah membawa Bayern Munchen meraih sextuple termasuk Liga Champions dan di musim ini Bayern kembali menang piala Bundesliga. Selain itu musim ini ia mencatatkan 41 gol di Liga Jerman dan berpeluang besar meraih Golden Boot karena peringkat dua, Lionel Messi tertinggal jauh sebanyak 30 gol. Walaupun Bayern Munchen gagal back-to-back Liga Champions, tapi Robert layak mendapat Ballon d’or baik dari sisi individual maupun torehan klub yang diraihnya.

#2 N’Golo Kante

Sadar tidak sadar kita, ada satu pemain underrated pada perhelatan Liga Champions kemarin. Yaitu gelandang bertahan Chelsea, N’Golo Kante. Kante berhasil membawa Chelsea sebagai juara Liga Champions dan meraih empat kali MOTM pada Champions League musim ini. Walau tidak ada banyak gol yang dia cetak, namun peran dia di lapangan cukup krusial untuk permainan Chelsea, cukup baik dalam transisi bertahan ke menyerang atau build-up lapangan tengah Chelsea.

Jika ditilik ke belakang, Kante memenangkan trofi Liga Inggris, Europa League, World Cup, dan sekarang Champions League. Suatu hal yang belum dapat diraih oleh orang sekelas Ronaldo dan Messi. Jadi masuknya Kante sebagai nominasi juga sangat beralasan dan sangat memungkinkan ia memenangkan penghargaan Ballon d’or.

Baca Juga:

Entah Kalian Suka atau Tidak, Vinicius Junior Adalah Pemain Terbaik di Dunia Saat Ini, dan Kita Tak Perlu Berdebat

5 Alasan Banyak Orang Membenci Lionel Messi

#3 Harry Kane

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Harry Kane kompak meraih top skor sekaligus top assist pada Liga Inggris. Suatu pengalaman yang cukup aneh namun nyata, bahwa seorang yang sering mencetak gol, dia juga yang sering memberikan umpan matang berbuah gol untuk timnya. Walau dalam kenyataannya Tottenham Hotspurs tidak masuk ke dalam UCL dan UEL, namun kualitas Kane sebagai seorang individual ini juga bisa diperhitungkan sedikit untuk memasukkan ia ke dalam nominasi Ballon d’or.

#4 Edouard Mendy/Ederson Moraes

Jika daritadi kita membahas pemain dari striker maupun gelandang, sekarang kita membahas goalkeeper. Goalkeeper dalam Ballon d’or sendiri sering dianggap sebelah mata dalam penilaian para jurinya. Baru seorang Legenda dari Dinamo Moskwa bernama Lev Yashin yang menjadi satu-satunya pemenang Ballon d’or sebagai kiper. Dan untuk musim ini nama Edouard Mendy dan Ederson yang layak masuk nominasi. Ederson sendiri meraih Golden Gloves EPL 2021 dengan mencatatkan 19 clean sheets dan membawa Manchester City juara EPL. Golden Gloves juga diraih Ederson musim lalu. Sedangkan Mendy sendiri mencatakan 9 clean sheets dari 12 pertandingan Champions League dan membawa Chelsea juara Liga Champions. Kedua kiper ini layak jika masuk kedalam nominasi Ballon d’or dan berkemungkinan besar menang jika melihat statistik mereka di musim ini. Itupun jika kiper punya peluang yang sama untuk menang.

Kesimpulannya, saya tak bilang Ronaldo dan Messi adalah player yang buruk serta tak pantas memenangkan Ballon d’or. Mereka sendiri mencetak rekor masing-masing dari Ronaldo yang menjuarai segala kompetisi sepak bola di tiga negara dan Messi yang berhasil menjadi top skor La Liga. Namun, jika kita masih terpedaya dan masih larut dalam dominasi kedua pemain ini tanpa menilai secara obyektif ke pemain lain, ini akan menjadikan rasa tidak adil kepada pemain lain. Banyak pemain lain yang memiliki statistik yang lebih baik dari Messi dan Ronaldo baik dari segi individu maupun tim. Memang setiap pemain ada masanya dan mungkin era ini bukan era Ronaldo-Messi lagi.

Namun kalau FIFA masih meloloskan Ronaldo dan Messi dan menjadikan salah satu dari mereka menang lagi, ya terserah mereka lah. Siapa tau istilah “anak kesayangan FIFA” itu benar adanya~

BACA JUGA Lupakan Messi dan Cristiano Ronaldo, Sambut Rivalitas Baru di Dunia Sepak Bola, Erling Haaland vs Kylian Mbappe

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2021 oleh

Tags: ballon d'orfifakantelewandowskimessironaldo
Mohammad Indar Malik Ibrahim

Mohammad Indar Malik Ibrahim

Mahasiswa Kimia yang nggak suka dilarang-larang Pauli.

ArtikelTerkait

Leonardo PSG FIFA PES gim sepak bola Lionel Messi Mojok

Setelah Messi Pindah ke PSG, Dunia PES dan FIFA Tak Lagi Sama

12 Agustus 2021
PSSI dan FIFA sama-sama brengsek. (Mojok.co/Ega Fansuri)

PSSI dan FIFA Membuang Empati ke Tempat Sampah

19 Oktober 2022
Surat Kecil untuk Cristiano Ronaldo: Pergilah Kasih, Kejarlah Keinginanmu messi

Ronaldo vs Messi: Fanatisme Paling Toxic dalam Dunia Olahraga

15 Desember 2022
Bayern Munchen Memakukan Paku Terakhir di ‘Peti Mati’ Barcelona 8-2! MOJOK.CO

Bayern Memaku Paku Terakhir di ‘Peti Mati’ Barcelona: 8-2!

15 Agustus 2020
Di Kampung Saya, Orang-orang Lebih Suka Main PES Dibanding FIFA terminal mojok.co

Soal Game Sepak Bola, PES Lebih Baik daripada FIFA, Titik!

27 April 2020
manchester city mojok

Mau Lukaku Trending, Ronaldo Brace, yang Juara Tetap Manchester City

13 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

28 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.