Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Berkurangnya Fungsi dan Peran Mak Comblang Pada Masa Kini

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
13 Juni 2019
A A
mak comblang

mak comblang

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam sejarah saya berpacaran, tidak pernah satu kali saja jika tertarik dan ingin mendekati seseorang yang disukai namun prosesnya melalui perantara orang lain. Saya punya alasan yang kuat—bagi saya mendekati wanita bahkan meminta nomor kontaknya secara langsung lebih menantang. Sekalipun berujung pada penolakan.

Jika memang sudah mengetahui nama lengkap target sosok yang disukai, pertama-tama akan saya cari tahu terlebih dulu akun media sosialnya selanjutnya akan melancarkan aksi kepo –agar gambaran mengenai dirinya bisa segera diketahui.

Ada pula teman saya yang dalam mendekati seseorang yang disukai lebih senang melalui perantara teman atau orang yang dikenal—mulai dari titip salam sampai akhirnya bertukar nomor kontak. Untuk mengintip media sosial, bisa dilakukan secara beriringan dalam prosesnya. Tujuannya agar lebih dulu mengetahui gambaran tentang orang tersebut.

Perantara ini, dalam masanya biasa dipanggil dengan sebutan Mak Comblang. Deskripsi kerjanya secara singkat dan ringkas, ya menjodoh-jodohkan orang lain—minimal sampai dengan mau berkenalan atau sekadar dekat. Jika sampai pacaran apalagi menikah bisa dianggap sebagai bonus—lebih baiknya lagi menjadi perantara Tuhan dalam mempertemukan satu dengan yang lain.

Beberapa teman saya ada yang memang hobi menjadi Mak Comblang—bahkan sudah seperti pekerjaan utama. Begitu semangat memperkenalkan satu dengan yang lain, meski tujuannya baik yaitu menjadi pengantar calon pasangan bagi mereka yang masih jomblo, namun cara yang dilakukan terkesan memaksa—tak jarang sampai membuat risih.

Jika mendapat pertanyaan “gimana, mau nggak sama dia?”, sebenarnya satu atau dua kali sih tidak masalah. Menjadi masalah jika sampai memaksa untuk berkenalan padahal belum tentu sesuai dengan kriteria yang diinginkan—misalnya saja dari tampilan fisik atau kebiasaan yang dilakukan. Tidak dapat dipungkiri, kebanyakan dari kita saat menyukai seseorang yang dilihat kali pertama adalah rupanya.

Kebalikan dari itu—jika memang cocok dan sesuai dari kriteria awal, sudah menjadi hal lumrah jika hubungan berlanjut ke tahapan yang lebih serius. Jika cerita berakhir manis maka tak heran Mak Comblang dianggap berjasa.

Ada sisi lain dari Mak Comblang yang entah sudah menjadi rahasia umum atau belum diketahui sama sekali—khususnya jika pasangan yang dicomblangkan sedang berseteru. Yang kembali menjadi pihak penengah adalah Mak Comblangnya—dengan harapan hubungan kembali membaik.

Baca Juga:

Alasan Mengapa Anak Madura yang Kuliah di Jakarta Lebih Sulit Menemukan Pasangan ketimbang yang Kuliah di Jogja

Panduan Singkat Menjadi Setia Selama KKN agar Terhindar dari Konflik yang Tak Perlu

Dia yang seakan bertanggung jawab atas kekisruhan dan polemik dari hubungan dari pasangan yang sudah dipertemukan. Ya, memang itu yang menjadi kesulitan atau beban menjadi seorang Mak Comblang—berani menjodohkan harus pula berani menjadi agen perdamaian.

Karena kedekatan yang terjalin selama menjadi perantara bagi kedua belah pihak—seakan lupa dengan tugasnya—seringkali ditemukan kasus justru Mak Comblang menjadi pihak ketiga sekaligus orang yang paling bertanggungjawab atas keretakan hubungan yang sudah dirajut.

Bukan tanpa alasan, dari mulai komunikasi yang dijalin, intensitas pertemuan antara seorang Mak Comblang dengan salah satu pihak sewaktu ada masalah, sampai akhirnya merasa nyaman satu sama lain. Mungkin hal itu yang menyebabkan pada saat ini menjadi Mak Comblang tergolong sulit. Tanpa bayaran, tapi apa yang dilakukan dengan tujuan mempersatukan terbilang berat—belum lagi adanya godaan untuk menjadi pengganggu suatu hubungan.

Lagipula, buat apa sih repot-repot dicomblangin kalau bisa memilih bahkan menentukan sendiri yang memang sesuai kriteria. Apalagi saat ini ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam menemukan jodoh, melalui media sosial, aplikasi pencarian sosial—situs kencan, juga aplikasi chat dengan fitur nearby.

Teman saya menjadi saksi bagaimana dia mendapatkan pacar melalui fitur nearby pada aplikasi chat. Hubungan ini tidak terjalin lama—setidaknya dia sudah memberanikan diri untuk berkenalan dengan orang baru. Apalagi saat itu dia sedang patah hati, perlu kemauan yang tinggi juga mengesampingkan gengsi untuk membuka diri.

Melalui aplikasi situs kencan, kalian bisa memilih seseorang yang dirasa cocok sekaligus melihat di mana dia dengan jarak yang dimunculkan. Tidak disangka, memasuki masa 4.0 posisi Mak Comblang pun dapat tergantikan oleh teknologi berbasis aplikasi.

Saya juga memiliki pengalaman menggunakan aplikasi situs kencan ini atas rekomendasi teman. Karena penasaran—tanpa ragu saya langsung mencoba. Dia bercerita dengan mudahnya berkenalan melalui aplikasi itu— tujuannya memang untuk mendapatkan pacar.

Sudah beberapa hari saya juga ikut mencoba namun tak ada satu pun wanita yang merespon. Setelah ditelusuri, saya baru menyadari profile picture yang saya gunakan bukannya foto sendiri—eh, malah foto yang sedang berduaan dengan pacar.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: asmaraCari JodohhubunganMak ComblangTinder
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

baper

Fenomena Sejak Ada Kata Baper, Kata Maaf Semakin Susah Diucapkan

14 Juli 2019
tutorial putus

Tutorial Putus yang Baik dan Benar Sesuai dengan Kaidah yang Telah Disempurnakan

3 Juli 2019
candi prambanan

Jangan Bawa Pacarmu ke Prambanan: Nanti Putus!

16 Agustus 2019
menikah

Menikah Tidak Sebercanda Itu, Adique!

10 Mei 2019
madura calon mertua menikah dengan teman satu kantor mojok

Calon Mertua Nggak Merestui Hubungan karena Bentuk Tubuh Calon Menantu Itu Ra Mashok!

27 Agustus 2021
Heran Saya, Kenapa Harus Pacaran Online kalau Bisa Offline? terminal mojok.co dating online situs cari jodoh online

Heran Saya, Kenapa Harus Pacaran Online kalau Bisa Offline?

18 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.