Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Berkantor di Gedung Tinggi SCBD Jakarta Memang Keren, tapi Kalah Nyaman dengan Berkantor di Rumah Tapak

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
26 Januari 2025
A A
Berkantor di Gedung Tinggi SCBD Jakarta Memang Keren, tapi Kalah Nyaman dengan Berkantor di Rumah Tapak Mojok.oo

Berkantor di Gedung Tinggi SCBD Jakarta Memang Keren, tapi Kalah Nyaman dengan Berkantor di Rumah Tapak (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, pembahasan soal berkantor di gedung tinggi SCBD Jakarta menjadi obrolan yang cukup ramai di media sosial X. Bekerja di gedung yang tinggi dengan lingkungan sekitar yang tertata rapi memang keren, tapi di balik itu, banyak kerepotan yang dirasakan pekerjanya. Beda cerita dengan berkantor di ruko atau rumah tapak. 

Saya sepenuhnya setuju dengan unggahan itu. Bahkan, saya pernah menuliskannya di Terminal Mojok tentang itu Kerja Kantoran di Gedung-gedung ala SCBD Itu Overrated, Banyak Repotnya. Saya semakin relate karena pernah merasakan berkantor di rumah tapak di Jakarta. Pengalaman itu saya dapat ketika magang kerja di sebuah LSM Jakarta.  

Secara gengsi, berkantor di rumah tapak memang kalah jauh daripada kantor-kantor gedung tinggi di SCBD Jakarta. Namun, percayalah, hidup kalian jauh lebih mudah. Ini yang penting sehari-hari kalian dipusingkan dengan pekerjaan, jangan dibuat pusing juga dengan hal-hal sepele seperti cari parkir hingga cari makanan yang ramah di kantong. 

Berkantor di rumah tapak lebih gampang cari makan

Ketika kamu kerja di gedung tinggi seperti SCBD Jakarta, ada saja hal sepele yang jadi tak sepele. Misal, soal membeli makan siang. Energi dan waktu untuk membeli makan siang jelas lebih besar mengingat kalian harus naik lift dahulu. Belum mencari makanan murah di area itu tidak mudah, kalian perlu jalan kaki lebih jauh lagi. 

Bisa sih duduk manis saja dan memesan makanan lewat aplikasi. Kemudian meminta tolong OB untuk membelikan atau mengambil makanan di lobby. Namun, cara ini jelas perlu duit lebih. Pertama makanan yang dipesan di aplikasi lebih mahal karena perlu ongkir. Selain itu, kalian juga perlu memberikan OB uang tips. 

Beda cerita kalau bekerja di rumah tapak atau ruko, cari makan jauh lebih gampang. Kalian tidak perlu antri naik lift. Kalian juga tidak perlu bingung cari makanan yang ramah di kantong, biasanya banyak penjual makanan di sekitar kantor atau  kaki lima hilir mudik di depan kantor. 

Sementara pekerja yang berkarir di kantor berupa rumah tapak atau ruko lebih gampang cari makan. Banyak tukang dagang yang hilir mudik di depan kantornya. Belum lagi banyak penjual makanan yang jaraknya lima langkah dari kantor. 

Masuk kantor nggak perlu ribet, tidak seperti di gedung SCBD Jakarta

Beberapa waktu terakhir viral video pekerja yang harus antre panjang untuk tap kartu sebelum masuk gedung. Pemandangan ini memang tidak asing di gedung-gedung tinggi Jakarta. Antre tap kartu hanyalah segelintir persoalan. Sebelum itu, pekerja yang bawa kendaraan pribadi harus berebut spot parkir dahulu. Sementara mereka yang menggunakan transportasi publik harus berdesak-desakan. Panjangnya perjalanan sebelum duduk di balik meja kantor membuat banyak pekerja kelelahan duluan sebelum bekerja. 

Baca Juga:

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

Apabila berkantor di rumah tapak, pagi kalian tidak akan sepanjang itu. Setidaknya kalian menghemat waktu dan energi karena tidak perlu antre tap kartu. Kalau ada barang ketinggalan di kendaraan, hanya perlu beberapa langkah saja untuk mengambilnya. Tidak perlu menempuh perjalanan panjang. 

Lebih mudah menyelamatkan diri kalau terjadi gempa

Indonesia termasuk daerah yang rawan gempa sebab negara ini terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Ditambah lagi, Indonesia ini terletak di kawasan Cincin Api Pasifik yang memiliki aktivitas tektonik sangat tinggi.

Bagi pekerja di gedung tinggi, gempa merupakan salah satu bencana yang paling mengkhawatirkan. Sebab, ketika gempa terjadi saat mereka bekerja, proses menyelamatkan diri jadi cukup lama. Mereka harus lari ke tangga darurat dulu yang bukan tidak mungkin akan berebut dengan pekerja lain. Semakin tinggi lantai tempatnya bekerja, semakin lama proses menuruni tangganya.

Beda cerita dengan berkantor di rumah tapak. Menyelamatkan diri jauh lebih mudah, tinggal keluar pintu kantor dan mencari ruang terbuka yang jauh dari bangunan. Tingkat kemungkinan selamatnya jauh lebih tinggi. 

Di atas beberapa keuntungan yang saya rasakan kalau berkantor di rumah tapak atau ruko di Jakarta. Memang, secara gengsi sangat jauh dengan mereka yang berkantor di SCBD Jakarta. Namun, berkantor di tempat yang tidak bergengsi seperti nyatanya lebih nyaman. 

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Mempertanyakan Penumpang KRL yang Ogah Meletakkan Tas Ransel di Bagian Depan Tubuh

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2025 oleh

Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

4 Akal-akalan Penjual Sapi Menipu Pembeli demi Meraup Cuan Besar Mojok.co

4 Akal-akalan Penjual Sapi Menipu Pembeli demi Meraup Cuan Besar

25 September 2025
Alasan Wisuda S2 Kalah Heboh dengan Wisuda S1, padahal Lulusnya Lebih Susah Mojok.co

Alasan Wisuda S2 Kalah Heboh Dibanding Wisuda S1, padahal Lulusnya Lebih Susah

9 Mei 2025
Kata Paling Bijak Sesungguhnya Justru Ada di Bokong Truk

Kata Paling Bijak Sesungguhnya Justru Terpampang di Bokong Truk

19 Februari 2020
Bikin Video Boxing Sama Pentingnya dengan Video Unboxing

Bikin Video Boxing Sama Pentingnya dengan Video Unboxing

10 Mei 2022
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Jangan Jadikan PNS sebagai Jalur Utama Karier, Justru Jadikan PNS sebagai Pilihan Terakhir!

Jangan Jadikan PNS sebagai Pilihan Utama Karier, Justru Jadikan PNS sebagai Pilihan Terakhir!

2 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

18 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Warga Depok Habiskan Hampir 2 Juta Rupiah per Bulan Cuma buat Kerja di Kawasan Senayan, Dedikasinya Tinggi!

16 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

20 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dulu PD Paling Tampan dan Jadi Idaman saat Naik Motor Suzuki Satria FU, Kini Malah Geli dan Malu karena Ternyata Jamet
  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran
  • WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.