Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Berdamai dengan Penderita Stroke Tidak Mudah, namun Harus Dilakukan

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
27 Agustus 2020
A A
panduan berdamai dengan keluarga yang menjadi penderita stroke mojok.co

panduan berdamai dengan keluarga yang menjadi penderita stroke mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Stroke bukanlah penyakit yang menyebabkan seseorang meninggal seketika. Tapi stroke bisa mengubah kehidupan seseorang. Anda bisa bayangkan situasinya: seseorang menikmati hidup seperti biasa, dan tiba-tiba orang tersebut menjadi lumpuh bahkan kesulitan bicara. Semua terjadi dalam sekejap, dan sering tanpa tanda-tanda. Perubahan mendadak ini tentu membuat penderita stroke dan keluarga terkejut. Dan umumnya, keluarga belum dalam kondisi siap menghadapi ini.

Stroke menuntut kita untuk beradaptasi pada kebiasaan baru (bukan endorse dari pemerintah). Dan berdamai dengan kondisi serbabaru ini tidak mudah.

Saya harus mengalami perubahan mendadak ini pada 2011. Tiba-tiba eyang saya terserang stroke. Kejadiannya benar-benar sekejap mata. Blio sedang asik bermain keyboard sebelum terjatuh dari kursinya. Dalam sekejap mata, tubuh bagian kiri beliau lumpuh. Blio tidak siap menerima kenyataan bahwa stroke telah menyerang. Begitu pula kami, keluarganya.

Oleh karena kelumpuhan akibat stroke sulit untuk disembuhkan, kami sekeluarga harus siap menerima kenyataan baru ini. Kenyataan bahwa Eyang, yang dikenal aktif sebagai musisi keroncong, mengalami kelumpuhan akibat stroke. Dan dalam artikel ini, saya akan berbagi cara kami untuk berdamai dengan penderita stroke. Sebab, tidak ada pilihan lain selain berdamai dan beradaptasi.

Pertama

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menerima kenyataan. Kenyataan bahwa anggota keluarga atau orang terdekat kita tidak seperti dulu. Seperti yang saya sampaikan, kelumpuhan akibat stroke tidak mudah disembuhkan. Banyak penderita harus menjalani hidup dalam kelumpuhan hingga akhir hayat. Maka, Anda harus menerima kenyataan ini. Optimistis memang perlu, tapi jangan mabuk dalam mimpi-mimpi indah.

Kedua

Berikutnya adalah mengajak penderita stroke untuk menerima kenyataan. Ini adalah hal tersulit yang pernah kami sekeluarga alami. Tidak ada orang yang siap menerima kenyataan bahwa tubuhnya mendadak lumpuh separuh. Bahkan sampai mengurangi kemampuan bicara. Bayangkan, hanya untuk menyapa, penderita stroke bisa kesulitan.

Hal ini terjadi pada eyang saya. Blio tidak terima bahwa dirinya harus mengidap stroke dan kelumpuhan. Blio selalu meronta saat dirawat di rumah sakit. Di rumah juga sama saja. Blio masih berusaha jalan tanpa alat bantu, berusaha naik kendaraan bermotor, bahkan berusaha bermain musik kembali.

Nah, peran keluarga sangat penting. Keluarga perlu meyakinkan penderita stroke untuk legawa. Untuk hidup dalam situasi yang jauh berbeda dengan saat masih sehat. Penerimaan terhadap kondisi baru ini penting, demi keamanan penderita stroke sendiri.

Baca Juga:

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

Derita Menyandang Status Sarjana Pertama di Keluarga, Dianggap Pasti Langsung Sukses Nyatanya Gaji Kecil dan Hidup Pas-pasan

Ketiga

Yang ketiga, kondisi rumah juga harus beradaptasi. Seorang penderita stroke sangat rentan untuk terjatuh dan membentur perabotan. Tata kembali ruangan yang menjadi lingkup gerak penderita stroke. Seperti kamar, ruang keluarga, atau ruang tamu. Hindari meletakkan banyak perabotan pada ruang tersebut. Jika mungkin, kurangi ujung runcing perabotan dengan menutup ujung tersebut dengan gabus.

Usahakan pula lantai dalam ruangan tersebut tidak licin. Meskipun terlihat elok, lantai licin dapat menyebabkan penderita stroke terpeleset. Apabila kurang beruntung, stroke kedua bisa menyerang hanya karena terpeleset. Dan stroke kedua bukanlah sesuatu yang biasa saja. Umumnya, serangan stroke kedua memperparah kelumpuhan.

Keempat

Yang keempat, keluarga harus siap bekerja sama melayani penderita stroke. Kelumpuhan menyebabkan mereka tidak dapat hidup mandiri. Meskipun dipaksakan, penderita stroke tetap kehilangan banyak kemampuan untuk mandiri. Sebagai orang terdekat, maka tugas mereka adalah melayani pasien.

Saya akui, ini adalah bagian paling berat. Kehidupan yang adem ayem bisa menjadi kacau balau ketika anggota keluarga mengidap stroke. Anda perlu terbiasa untuk melayani penderita stroke. Meskipun mereka banyak menuntut, hanya kita yang sehat yang dapat membantu. Ingat, tidak ada lagi yang sama dengan sebelum stroke menyerang.

Kelima

Yang kelima, persiapkan alat kesehatan yang perlu digunakan. Hal mutlak yang harus tersedia adalah kursi roda dan/atau tongkat jalan khusus penderita stroke. Harga kedua alat tersebut memang mahal, namun penderita stroke sangat membutuhkan kedua alat tersebut. Saran saya, coba cari info dari sahabat perihal kursi roda. Syukur-syukur, Anda dapat pinjaman kursi roda.

Selain dua alat di atas, Anda bisa mempersiapkan alat medical check-up lain. Alat tes tensi serta tes gula darah bisa sangat membantu memantau kondisi penderita. Pispot juga sebisa mungkin disiapkan karena penderita stroke akan kesulitan jika kencing atau pup harus ke kamar mandi yang umumnya berlantai licin.

Keenam

Yang keenam, biasakan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit. Usahakan sedikit banyak Anda memahami birokrasi rumah sakit. Komunikasi yang terbangun baik dengan rumah sakit akan membantu Anda dalam memantau kesehatan pengidap stroke.

Komunikasi juga membantu Anda memahami kebutuhan medis pengidap. Anda bisa menyiapkan obat dari dokter hingga melakukan pertolongan pertama. Dan Anda tidak terlalu panik saat pengidap stroke membutuhkan perhatian lebih.

Ketujuh

Yang terakhir adalah BERSABAR. Ingatlah, Anda harus beradaptasi dengan pola yang baru ini. Pengidap stroke sering meminta sesuatu yang aneh dan merepotkan. Sering kali permintaan tersebut terlalu rumit dan tidak penting untuk anggota keluarga. Namun ingat, Anda harus bersabar.

Bersabar dapat mencegah pengidap stroke terlalu terpuruk. Dan kondisi psikologis yang tertekan bisa berakhir dengan serangan stroke kedua. Anda harus memosisikan diri sebagai pengasuh bagi pengidap stroke. Sabar, ikhlas, dan tetap peka terhadap perubahan yang baru: menjadi keluarga dari pengidap stroke

Pasti, pengalaman tiap keluarga dan lingkungan selalu berbeda satu dengan yang lain. Namun, saya harap tulisan saya bisa memberi gambaran bagi Anda.

BACA JUGA Eit, Jangan Salah! Orang Kurus Juga Bisa Kena Stroke Lho dan tulisan Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2020 oleh

Tags: Keluargastroke
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Cimory Semarang, Destinasi Wisata Tepat buat yang Sayang Anak

Cimory Semarang, Destinasi Wisata Tepat buat yang Sayang Anak

30 Juni 2023
7 Drakor tentang Keluarga yang Cocok Ditonton Saat Lebaran Terminal Mojok.co

7 Drakor tentang Keluarga yang Cocok Ditonton Saat Lebaran

30 April 2022
Meski Punya Latar yang Mirip, Film Coco Lebih Terasa Nyelekit Dibanding Encanto Terminal Mojok.co

Meski Punya Latar yang Mirip, Film Coco Lebih Terasa Nyelekit Dibanding Encanto

29 Maret 2022
keinginan orang tua pisah rumah dari orang tua pengalaman manfaat mojok.co

Menebak Keinginan Orang Tua Lebih Rumit daripada Menolaknya

6 Agustus 2020
ayah adalah

Ayah adalah Pria yang Pemarah: Bagaimana Jika Sebenarnya Kita yang Kurang Memahami Bahasa Kasih Sayangnya?

19 Agustus 2019
ikan bakar

Ikan Bakar dan Dongeng Kolongpohong yang Senantiasa Bikin Gairah

1 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal Mojok.co

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal

14 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Was-was Kuliah
  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.