Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Belajar Sabar Layaknya Nadiem Makarim

Riyannanda Marwanto oleh Riyannanda Marwanto
2 September 2020
A A
Belajar Sabar Layaknya Nadiem Makarim POP muhammadiyah NU setuju sampoerna terminal mojok.co

Belajar Sabar Layaknya Nadiem Makarim POP muhammadiyah NU setuju sampoerna terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah menyatakan bahwa Program Organisasi Penggerak (POP) ditunda. Dana POP sebesar Rp595 miliar akan dialihkan untuk membantu guru yang terkena dampak pandemi. Dana tersebut akan direalokasikan dalam bentuk pulsa atau paket internet. Kata Nadiem Makarim, penundaan POP didasari oleh masukan dari organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

ADVERTISEMENT

Selain mengikuti masukan dari PGRI tersebut, Nadiem Makarim juga memohon secara resmi kepada PGRI agar mau kembali ikut serta dalam POP. Ia juga terus mendekati Muhammadiyah agar mau kembali bergabung dalam POP. Betapa sabar dan ikhlasnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kita ini.

Program Organisai Penggerak (POP) yang digagas beberapa waktu yang lalu menimbulkan banyak kontroversi. Kontroversi tersebut muncul ketika nama Tanoto dan Sampoerna Foundation lolos seleksi POP. Sebenarnya dengan adanya kejadian seperti itu, kita semua tidak perlu kaget. Segala hal yang menyangkut alokasi dana di negeri ini dari dulu sampai sekarang memang rumit. Bahkan terkadang jadi isu nasional.

Lebih dari itu, beberapa departemen pemerintah sering dijadikan sebagai kaveling ormas tertentu dalam pembagian kursi kabinet. Contohnya seperti Departemen Agama dan Pendidikan yang sering dijabat oleh mereka yang berasal dari dua ormas Islam terbesar di negeri ini.

Kalau dilihat dari awal sejak Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sudah ada gangguan kepada beliau. Selain Nadiem Makarim, Menteri Agama Fachrul Razi sejak awal juga sudah ada tanda-tanda untuk diganggu.

Contonhya seperti anggapan bahwa mereka tidak memiliki kompetensi untuk mengurus permasalahan di bidang agama dan pendidikan. Padahal pada waktu itu mereka belum melakukan pekerjaannya secara maksimal. Puncak gangguan tersebut didapat ketika Nadiem Makarim menggagas Program Organisasi Penggerak POP.

Dana anggaran POP oleh Nadiem Makarim diberikan kepada berbagai sekolah dan organisasi penggerak. Dana untuk pendidikan tersebut tidak lagi dimotori oleh ormas dan organisasi tertentu. Karena Nadiem Makarim sejak awal memang tidak terikat oleh ormas atau pun orgnasisai tertentu, apalagi parpol. Hal tersebut menurut saya pribadi merupakan sisi positif dari Nadiem Makarim.

Baca Juga:

5 Istilah di Jurusan Ilmu Politik yang Kerap Disalahpahami. Sepele sih, tapi Bikin Emosi

4 Salah Kaprah tentang Jurusan Ilmu Politik yang Sudah Terlanjur Dipercaya

Gagasan POP ini sebenarnya sangat bagus. Berawal dari pemikiran bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan, maka terlebih dahulu harus meningkatkan mutu gurunya. Karena guru adalah kunci utama dalam pendidikan. Kemudian untuk masalah seleksi POP, organisasi manapun yang bisa memberikan ide penggerak pendidikan yang layak dan dituangkan dalam proposal, maka merekalah yang berhak lolos seleksi.

Jadi, Tanoto dan Sampoerna Foundation yang dinyatakan lolos seleksi POP sebenarnya bukan masalah. Ditambah lagi POP bukan merupakan  program banca’an atau proyek pembangunan. POP menyeleksi organisasi atau sekolah yang layak, kemudian diberikan dana untuk membuat sistem pendidikan kepada para kepala sekolah dan guru.

Peserta POP didorong untuk membuat program pendidikan guru. Guru-gruru tersebut akan magang di suatu sekolah, kemudian hasil dari magang akan ditularkan dan dipraktikkan ke sekolah masing-masing.

Kontroversi POP yang digagas Nadiem Makarim sekarang ini sangat terlihat keberpihakannya. Berbagai media secara terang-terang memojokan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Sehingga masyarakat ikut berpandangan negatif terhadap Mendikbud. Seolah-olah ia memang tidak becus mengurus pendidikan di negeri ini.

Bahkan Nadiem Makarim sampai saat ini masih dibully di mana-mana. Akibat dari kontroversi POP dia juga harus meminta maaf dan sowan kepada Muhammadiyah, PGRI, dan NU, agar mereka mau kembali bergabung dalam POP. Beliau sudah minta maaf pun masih ada organisasi yang tetap menolak bergabung kembali dalam POP.

Pada akhirnya hanya NU saja yang bersedia bergabung kembali dalam POP walau dengan disertai syarat. Yang lebih menyedihkannya lagi adalah, Nadiem Makarim seolah-olah tidak diberikan pengayoman serta dukungan oleh Presiden Jokowi dan pejabat-pejabat lainnya.

Nadiem Makarim seolah-olah dibiarkan sendirian dalam menangani masalah yang sedang beliau hadapi saat ini. Kesabaran Mendikbud ini memang bisa dijadikan sebagai panutan.

BACA JUGA Pareidolia dan Dugaan Gambar Salib di Logo HUT RI atau tulisan lainnya dari Riyannanda Marwanto.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 September 2020 oleh

Tags: nadiem makariemPolitik
Riyannanda Marwanto

Riyannanda Marwanto

Mahasiswa

ArtikelTerkait

Menghitung Berapa Kali Habib Rizieq Shihab Bisa Umrah Selama di Arab Saudi terminal mojok.co

Menghitung Berapa Kali Habib Rizieq Shihab Bisa Umrah Selama di Arab Saudi

8 November 2020
Bila Alumni 212 Sudah Muncul di Media, Siapkan Diri Anda, sebab Iklim Politik Akan Makin Panas

Bila Alumni 212 Sudah Muncul di Media, Siapkan Diri Anda, sebab Iklim Politik Akan Makin Panas

9 September 2023
agama sama hasil beda

Memahami Kenapa Orang Bisa Berbeda Kepribadiannya Padahal Belajar Agama yang Sama

15 Oktober 2019
3 Film Korea tentang Kesenjangan Sosial selain Parasite terminal mojok.co

3 Film Korea tentang Kesenjangan Sosial selain Parasite

7 Desember 2020
Memahami Politisasi Sains dan yang Ditakutkan dari Prahara BRIN

Memahami Politisasi Sains dan Hal-hal yang Ditakutkan dari Prahara BRIN

14 Januari 2022
Tenang, Ada Mutiara Hikmah di Balik Geger Geden Partai Demokrat mojok.co/terminal

Tenang, Ada Mutiara Hikmah di Balik Geger Geden Partai Demokrat

9 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

26 Juni 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026
Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

24 Juni 2026
4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu! Mojok.co

4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu!

24 Juni 2026
Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.