Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Belajar Mencintai Buku kepada Maudy Ayunda, Velove Vexia, dan Sherina Munaf

Erwin Setia oleh Erwin Setia
2 Desember 2019
A A
Buku 'Semesta Murakami' Adalah Kitab Penting untuk Penulis terminal mojok.co

Buku 'Semesta Murakami' Adalah Kitab Penting untuk Penulis terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Apa iya semua publik figur serupa Young Lex dan Awkarin? Yang tidak muncul kecuali dengan hal-hal sensasional dan kontroversial belaka? Tentu tidak. Kedua artis muda itu dan yang semacam mereka kan hanya bagian kecil saja dari ribuan artis yang ada di negeri ini. Kepopuleran mereka tidak menunjukkan bahwa semua artis berperangai demikian. Justru tenarnya mereka menunjukkan identitas publik Indonesia yang sebenarnya yang memang lebih doyan hal-hal sensasional dan kontroversial daripada hal-hal esensial.

Apa yang esensial itu? Kepedulian terhadap literasi dan kecintaan terhadap buku, misalnya. Apakah ada artis yang model begini? Ada, tentu saja. Tapi kenapa nama mereka tidak sepopuler Ria Ricis dan Atta Halilintar yang konten-konten vlognya tidak terlalu berfaedah-faedah amat? Jawabannya simpel: karena memang kebanyakan masyarakat kita lebih suka hal tidak penting-penting amat ketimbang membicarakan literasi dan membaca buku. Hehehe.

Jadi, salah siapa? Salah artis-artis kita? Salah masyarakat kita? Salah gue? Salah teman-teman gue? Salah keluarga gue? Oke, stop.

Tidak salah siapa-siapa, sih, dan tidak ada gunanya menyalahkan siapa-siapa. Apalagi menyalahkan rezim atau orang tertentu hanya karena masalah artis yang kurang memberi teladan baik kepada publik.

Soal ini, saya jadi teringat sama Dian Sastro. Iya, itu lho, alumnus Filsafat Universitas Indonesia yang lebih dikenal sebagai pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta? Beberapa tahun lalu, artis idaman kaum adam tahun 2000-an awal itu pernah membacakan cerpen Seno Gumira Ajidarma dengan gaya yang asyik banget. Cerpen yang ia baca berjudul Jawaban Alina, cerita sekuel dari cerpen terkenal Sepotong Senja untuk Pacarku. Video pembacaannya itu beredar di YouTube dan saya pikir lebih layak ditonton ketimbang video-video prank ala Youtubers yang sering kali tidak jelas gunanya.

Pembacaan cerpen mungkin hanya hal sepele. Tapi, tidak lagi menjadi hanya hal sepele ketika itu dilakukan oleh seorang Dian Sastro. Sama seperti pembacaan puisi mungkin bukan hal penting-penting amat, tapi ketika yang membaca puisi itu Sukmawati dengan puisinya Ibu Indonesia, seketika puisi pun bikin geger banyak orang.

Maka, pembacaan cerpen Seno Gumira Ajidarma oleh Dian Sastro menjadi terasa spesial. Dengan cara sesederhana membacakan cerpen, secara tidak langsung Dian Sastro telah memberi keteladanan baik tentang pentingnya membaca dan kepedulian terhadap karya sastra. Itu hal-hal positif yang jarang kita temukan dari selebritas Indonesia. Ketika kebanyakan artis dihebohkan dengan kasus pertengkaran, perceraian, pelakor, pebinor, bau ikan asin, dan hal-hal tidak penting semacam itu, kehadiran orang-orang sejenis Dian Sastro yang mempertotonkan pembacaan karya sastra bagaikan oase yang menyegarkan.

Kabar baiknya, bukan hanya Dian Sastro. Ada beberapa artis lain yang juga konsisten mengajarkan soal pentingnya literasi dan buku kepada publik khususnya para penggemar mereka. Walaupun memang artis-artis tersebut tidak terang-terangan bilang “Ayo baca buku!” atau “Mari ramaikan perpustakaan demi masa depan Indonesia yang lebih baik!”

Baca Juga:

Program Pojok Baca Kelas di Sekolah Cuma Basa-Basi, Ujung-ujungnya Jadi Pojok Tidur Siswa

Maudy Ayunda Benar. Hapus Pilihan Ganda karena Maudy yang Akan Mengoreksi Jawaban Essay 25 Anak x 5 Kelas! MAMAM!

Di antaranya adalah Maudy Ayunda, aktris dan penyanyi muda yang sempat bikin banyak orang bingung mau ngomong apa ketika kebanyakan orang pusing mesti melanjutkan kuliah ke mana. Eh, dia malah pusing harus milih Harvard University atau Stanford University karena udah diterima keduanya. Pada suatu acara wawancara dengan Najwa Shihab, pemeran Kugy di film Perahu Kertas itu juga sempat bikin orang menggeleng-gelengkan kepala. Ketika kebanyakan pelajar mumet dan benci ujian sekolah, Maudy Ayunda dengan entengnya mengaku menyenangi belajar dan ujian.

Oleh karena itu, tak heran, ketika para artis lain hanya menggunggah foto mereka hang out ke suatu tempat eksotis atau dengan fesyen teranyar, Maudy Ayunda sempat-sempatnya menggunggah foto buku di akun Instagram-nya (@maudyayunda). Ya, buku! Buku bacaan Maudy juga bukan main-main, lho. Bukan buku picisan atau kumpulan cerita humor. Di antaranya Maudy pernah mengunggah foto buku Jalaluddin Rumi. Bahkan, baru-baru ini ia mengunggah foto buku Sapiens, sebuah buku sains yang sedang hits karya Yuval Noah Harari—buku yang juga dibaca oleh Mark Zuckerberg dan Barrack Obama.

Selain Maudy Ayunda, ada juga Velove Vexia (@vaelovexia) yang rajin mengunggah buku bacaannya di akun Instagram. Sama seperti Maudy, bacaan putri pengacara terkenal OC Kaligis ini juga lumayan berkelas dan berat. Di antaranya ia pernah mengunggah foto buku filsafat Jacques Lacan. Sedangkan kiriman terbarunya tentang buku adalah foto buku Enlightment Now karya seorang profesor Harvard, Steve Pinker.

Beranjak menuju Twitter, saya dibuat takjub dengan sebuah twit Sherina Munaf (@sherinasinna) pada Hari Buku Nasional, 17 Mei lalu. Ia menulis: “Merasa kurang cerdas untuk jadi “pembaca buku”? Susah? Pelan-pelan. Tebal? Sabar, ‘ntar nyesal kalau cepat kelar. Nggak suka? ‘Kan jadi ngeh sukanya apa. Penulis “jenius” saja harus mulai dari paragraf satu. Maka kamu pembaca, mulai dulu dari halaman pertama. #HariBukuNasional.”

Demikianlah. Apa yang dilakukan Dian Sastro, Maudy Ayunda, Velove Vexia, dan Sherina Munaf sepintas terlihat kecil dan remeh. Padahal, sebetulnya secara tidak langsung, dengan penampilan dan postingan mereka soal buku dan membaca, mereka turut andil dalam memperkenalkan salah satu habit terbaik dalam peradaban manusia—yaitu membaca—kepada khalayak.

Mungkin efek tindakan mereka itu tidak sesignifikan postingan-postingan kontroversial. Namun tetap saja, kehadiran artis semacam mereka patut dibanggakan dan diapresiasi. Setidaknya, itu membuat kita percaya, tidak semua artis seburuk dan semenjengkelkan yang kita kira.

BACA JUGA Bookstagrammer, Selebgramnya Pencinta Buku atau tulisan Erwin Setia lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Desember 2019 oleh

Tags: maudy ayundaMembaca BukuNajwa ShihabSherina MunafVelove Vexia
Erwin Setia

Erwin Setia

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

ArtikelTerkait

Andaikan Nobita Adalah Saudaranya Maudy Ayunda terminal mojok

Andaikan Nobita Adalah Saudaranya Maudy Ayunda

1 Agustus 2021
Ketimbang Pengin Jadi Maudy Ayunda, Mending Belajar Jadi Orang Tuanya Saja terminal mojok

Ketimbang Pengin Jadi Maudy Ayunda, Mending Belajar Jadi Orang Tuanya Saja

13 Juni 2021
jatuh cinta pada membaca

Perihal Jatuh Cinta Membaca: Mempertahankan Jauh Lebih Sulit Daripada Memulai

16 Juni 2019
Losmen Bu Broto: Kupas Tema Prasangka dalam Keluarga terminal mojok.

Losmen Bu Broto: Kupas Tema Prasangka dalam Keluarga

22 November 2021
Maudy Ayunda Benar. Pilihan Ganda Mending Ganti Essay Saja! (Unsplash)

Maudy Ayunda Benar. Hapus Pilihan Ganda karena Maudy yang Akan Mengoreksi Jawaban Essay 25 Anak x 5 Kelas! MAMAM!

17 September 2023
Belajar Mencintai Buku kepada Maudy Ayunda, Velove Vexia, dan Sherina Munaf

3 Hal yang Bikin Kamu Nggak Akan Bisa Jadi Maudy Ayunda

7 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

Sisi Gelap Solo: Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti, Katanya Serba Murah tapi Kini Cuma Dongeng

11 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada (Unsplash)

6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada

10 Januari 2026
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Motor Supra Adalah Motor Super yang Mengangkat Nama Honda di Mata Rakyat

16 Januari 2026
Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

12 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.