Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Belajar dari Patrick Walaupun Pengangguran Tapi Banyak Akal

Aditya Mahyudi oleh Aditya Mahyudi
13 Juli 2019
A A
Patrick Star adalah Korban Dibandingkan sama Anak Tetangga dalam Perspektif Taoisme terminal mojok.co

Patrick Star adalah Korban Dibandingkan sama Anak Tetangga dalam Perspektif Taoisme terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Patrick digambarkan sebagai karakter yang paling malas pada serial kartun SpongeBob SquarePants. Di balik sifat pemalas, dia punya banyak rahasia yang tidak pernah diungkapkan di publik.

Siapa yang tidak mengenal karakter Patrick? Sejenis bintang laut berwarna pink dengan celana motif bunga-bunga serta selalu tanpa tampilan baju di mana-mana. Kalau kalian mengenalnya mungkin anda adalah seorang fans sejati SpongeBob SquarePants karena anda tidak sabar untuk menunggu kartun itu dari pagi pas jam masuk sekolah atau kantor tanpa menyentuh sarapan dulu.

Ngomong-ngomong soal bintang laut merah muda ini, karakter ini lebih diidentikkan sebagai sahabat karib SpongeBob. Soalnya Patrick dan SpongeBob tidak bisa dipisahkan sejak kecil sehingga persahabatan mereka diibaratkan sebagai susunan puzzle yang telah menyatu. Selain itu, mereka pernah bermusuhan satu sama lain di beberapa episode namun pada akhirnya mereka kembali berdamai di penghujung acara secara sukarela dan tidak ada unsur pemaksaan sama sekali.

Kalau ada yang mengatakan Patrick itu malas, bodoh, ataupun telat mikir. Persepsi itu sebenarnya salah karena sebagian besar penonton hanya melihat dari sisi luar sehingga sisi dalamnya jarang diperhatikan secara seksama. Kemudian, penonton berandai-andai di dalam pikirannya, “bagaimana kalau Patrick itu ternyata pintar dan cerdas?” Jawabannya yang pasti adalah penonton merasa terkejut sekali mendengarnya sampai-sampai mereka menonton penampilan Patrick secara maraton tanpa takut mata sakit. Bisa jadi, dia akan menjadi topic trending dengan tagar #Patrickissosmart yang sangat fenomenal hingga menguasai barisan media sosial.

Coba bayangkan jika anda bertemu orang seperti dia di dunia nyata. Anda pasti berpikir lebih memilih berteman dengannya atau menjauhinya tanpa melihat orangnya sama sekali. Kalau anda pilih opsi pertama, anda mempunyai jiwa seperti malaikat yang selalu senantiasa menolong orang tanpa pamrih. Istilahnya, anda mendapat predikat calon ahli surga.  Sedangkan jika anda memilih opsi kedua, anda harus siap-siap menerima hujatan dari netizen karena mereka bisa memviralkan sikap anda di beberapa internet sehingga nama baik anda semakin tercemar layaknya buronan versi online. Mau tidak mau, anda harus segera meminta maaf kepada orang yang telah anda maki sebelum terlambat.

Selain dikenal dengan sifat buruknya, Patrick tidak memiliki pekerjaan tetap. Walaupun menganggur, dia bersikap lebih optimis dan bijak dalam menghadapi permasalahan sesuatu tanpa mengeluh. Di saat orang-orang antusias mencari pekerjaan lewat online ataupun job fair. Patrick mempunyai kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain yaitu menjadi asisten dadakan. Di balik perannya, dia senantiasa membantu teman-temannya saat kesulitan mengerjakan suatu pekerjaan walaupun tidak digaji sepersenpun. Andaikan mendapat pekerjaan, dia akan bisa sangat menerima jenis pekerjaan apa adanya tanpa melihat latar belakang dirinya dikarenakan dia hanya membaca sekilas informasi dengan setengah mengerti.

Bukti kecerdikan Patrick mulai terlihat di episode The Great Snail Race. Pada awalnya, dia ingin mengikuti perlombaan antar siput tetapi dia tidak memiliki siput sama sekali sehingga kesempatan untuk mendaftar lomba terancam pupus. Dengan ide cemerlang, dia mengambil jalan pintas yaitu mendaftarkan sebuah batu kepada panitia untuk mengikuti lomba. Meskipun orang-orang menganggapnya aneh, dia tetap sabar dan berniat dalam memenangkan lomba. Hasilnya, keberuntungan berada di tangannya karena berhasil menjuarai lomba siput dengan mengandalkan Batu yang bernama Rocky. Lucunya, gaya berjalan Rocky tidak ditampilkan di episode sehingga penonton seolah-olah adegan ini sedang dikenai sensor oleh KPI.

Tidak hanya itu, Patrick juga mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Di saat SpongeBob kehilangan rumahnya akibat dimakan oleh nematoda yaitu sejenis cacing yang memakan segala benda, Patrick menawarkan SpongeBob untuk membangun rumah kembali walaupun hasilnya di luar ekspetasi yaitu Rumah Nanasnya malah dibuat seperti Miniatur Rumah sampai-sampai SpongeBob menghancurkannya sebagai tanda kekesalan di hati.

Baca Juga:

4 Kartun Zaman Dahulu yang Saya Harap Tayang Lagi di Televisi

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Jadi Guru, Sebaiknya Cari Profesi Lain kalau Nggak Ingin Menyesal Seumur Hidup

Pantang menyerah, Patrick memilih tawaran lain yaitu menginap bersamanya sepanjang malam. SpongeBob pun setuju dan akhirnya Patrick tergirang-girang layaknya merayakan kemenangan. Kemudian, hasilnya sama saja yaitu Patrick mengusir SpongeBob tanpa disadari karena dia selalu berteriak laba-laba sepanjang malam. Meskipun berujung kegagalan, Patrick setidaknya sudah membantu Patrick dengan berbagai cara tanpa mengeluhkan kejadian yang telah berlalu.

Sifat dermawan Patrick lainnya adalah ketika menyelamatkan spesies monster langka yang sebenarnya itu adalah Squidward yang terkena campuran semen saat bersepeda. Patrick membuang monster tersebut ke bawah tanah dan hasilnya Patrick benar-benar menemukan tempat tinggal monster itu yaitu di sebuah hutan belantara yang indah sampai-sampai Squidward yang awalnya tidak betah menjadi senang berkat alunan klarinet dari Kenny G. Sifat Patrick ini memang sungguh luar biasa dari yang tidak dibayangkan sebelumnya. Meskipun ceroboh, sifat tolong-menolong adalah keselamatan nomor satu baginya demi nilai persahabatan. Jadi teringat lagu Sind3ntosca nih yang judulnya Kepompong.

Sebagai penutup, karakter Patrick patut kita tiru dalam kesehariannya. Meskipun dia sangat telat mengambil keputusan sesuatu, Patrick selalu mengatasi sebuah permasalahan melalui trik jitu. Trik sendirinya tidak asal menjiplak orang lain melainkan dengan memanfaatkan barang-barang yang ada. Misalkan, orang-orang lebih tertarik membeli jam tangan di toko sedangkan Patrick memilih untuk menaruh jam dinding di lengannya seolah-olah dia berimajinasi menggunakan jam tangan. Nah, hal inilah yang dinamakan unsur kreativitas dengan konsep low budget. Mantap banget!

Maka dari itu, mulai sekarang anda harus lebih membiasakan diri dalam mengerjakan tugas secara bersamaan supaya terbiasa dalam menghadapi tantangan hidup dan jauhilah sifat malas anda sebelum menyesal di kemudian hari.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: Anak-AnakkartunnostalgiapatrickSind3ntoscaSpongeBobSpongebob squarepants
Aditya Mahyudi

Aditya Mahyudi

Seorang freelancer asal Kota Bandung yang gemar jogging, menonton film spesialis action serta membuat desain grafis di waktu senggang. Memiliki ketertarikan mendalam pada dinamika sosial-budaya serta penerjemahan bahasa internasional, yang sering menjadi inspirasi dalam berbagai karya dan proyek manapun.

ArtikelTerkait

Meskipun Sering Konyol, Spongebob Pasti Ogah Disuruh Ikutan Until Tomorrow Challenge

Meskipun Sering Konyol, SpongeBob Pasti Ogah Disuruh Ikutan Until Tomorrow Challenge

30 Maret 2020
layangan

Nostalgia Bermain Layangan

27 Agustus 2019
Jika Plankton "SpongeBob Squarepants' Jadi Member WhatsApp Grup, Tentu Akan Merepotkan Adminnya terminal mojok.co

Jika Plankton ‘SpongeBob Squarepants’ Jadi Member WhatsApp Grup, Tentu Akan Merepotkan Adminnya

16 Februari 2021
anak kecil berbohong parenting mojok

3 Faktor Penyebab Anak Suka Berbohong

21 September 2020
Punya Kawan Marbot Masjid Adalah Kemewahan Paling Mudah, Murah, plus Berkah terminal mojok.co

Jangan Usir Anak-Anak yang Bermain di Masjid

24 Mei 2019
cita-cita

Terlambat Punya Cita-cita : Nggak Masalah

24 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan Mojok.co

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

29 Januari 2026
6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar Mojok.co

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar

26 Januari 2026
Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

27 Januari 2026
4 Cara Mudah Menikmati Mie Ayam untuk Sarapan ala Warga Lokal Jakarta Mojok.co

Mie Ayam Tengah Malam, Kuliner yang Akan Membuatmu Kecewa Setengah Mati, Berkali-kali

28 Januari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Ayam Geprek Sejajar dengan Gudeg Jogja Menjadi Kuliner Khas (Wikimedia Commons)

Mengapresiasi Ayam Geprek Sebagai Kuliner Khas Sejajar dengan Gudeg Jogja

26 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.