Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Begini Rasanya Jadi Murid yang Selalu Gagal kayak Nobita

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
2 Agustus 2021
A A
Begini Rasanya Jadi Murid yang Selalu Gagal kayak Nobita terminal mojok.co

Begini Rasanya Jadi Murid yang Selalu Gagal kayak Nobita terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah membaca tulisan Mbak Maria Kristi yang menceritakan pengalamannya jadi murid yang selalu juara kelas kayak Dekisugi dalam manga dan anime Doraemon. Saya justru akan menceritakan pelalaman saya saat sekolah yang bertolak belakang dengan pengalaman Mbak Maria Kristi. Waktu SD, saya merasa seperti Nobita, murid yang selalu gagal dalam setiap aspek kehidupan yang dihadapinya.

Doraemon adalah salah satu hal yang paling berjasa dalam hidup saya karena dari membaca manga Doraemon, saya bisa lancar membaca. Saya juga belajar apa itu arti persahabatan, arti dari keluarga, dan bagaimana cara menghormati orang tua melalui kisah-kisah yang tertuang dalam Doraemon. Waktu SD, saya merasa bahwa kisah Nobita ini relate banget dengan kehidupan saya.

Dalam manga Doraemon, Nobita diceritakan selalu mendapatkan nilai yang jelek dalam setiap ujian yang ditempuhnya sehingga dimarahi habis-habisan oleh guru dan kedua orang tuanya. Kehidupan sosial Nobita sebagai anak SD pun begitu menyedihkan karena sering di-bully oleh Takeshi (Giant) dan Suneo. Giant kerap kali memarahi dan memukuli Nobita kalau bikin kesalahan ketika main baseball. Sedangkan Suneo selalu memamerkan mainan mahalnya yang bikin Nobita iri. Nobita juga tidak bisa mengutarakan perasaannya pada Shizuka karena perhatian Shizuka selalu tertuju pada Dekisugi yang selalu juara kelas. Kedatangan Doraemon dari abad 22 pun tidak memberi efek yang signifikan sama sekali pada Nobita.

Waktu SD, saya selalu mendapatkan nilai jelek dalam setiap ulangan yang saya hadapi, terutama dalam mata pelajaran Matematika. Saya sudah belajar semalaman dengan ayah sendiri yang berusaha menjelaskan konsep hitung menghitung dan selalu lambat saya serap. Saya juga sudah berusaha ikut berbagai les privat, tapi nilai Matematika saya tidak ada perkembangan sama sekali. Nggak cuma pelajaran Matematika saja sih, mata pelajaran lainnya juga sama, tapi yang paling parah adalah mata pelajaran ini.

Waktu SD, saya bersekolah di salah satu sekolah swasta paling elite di Kota Bandung. Saya selalu merasa rendah diri karena sebagian besar murid sekolah saya merupakan anak pejabat, anak pengusaha, hingga anak selebriti yang pergi ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi atau memiliki mainan yang bagus seperti Suneo. Saat itu saya ke sekolah dengan nebeng pada saudara saya yang kebetulan rumahnya dekat dengan saya dan bersekolah di sekolah yang sama dengan saya. Beruntung, saya tidak selemah Nobita dalam hal fisik. Sehingga saat sekolah, saya kerap kali berkelahi dengan mereka yang suka mengejek saya ketika sekolah. Sampai-sampai waktu SMP saya dipanggil guru BP berkali-kali dan diskors oleh sekolah karena kedapatan berkelahi di sekolah.

Waktu SD, saya juga naksir beberapa gadis SD yang saya anggap cantik, tapi saya tidak berani mengungkapkan perasaan saya pada mereka karena saya merasa saya tidak punya kelebihan apa pun, layaknya Nobita dalam manga Doraemon yang sering saya baca. Saya juga gagal dalam ujian masuk ke SMP yang satu yayasan dengan SD tempat saya belajar sehingga saya dihujat banyak orang, termasuk para guru, teman-teman, dan orang tua saya. Saya juga gagal ketika masuk ke SMP negeri favorit di Kota Bandung karena NEM saya kurang. Jadinya, saya cuma masuk SMP negeri setingkat di bawahnya.

Ini berbanding terbalik dengan saudara-saudara saya yang lain, di mana mereka berhasil masuk SMP dan SMA favorit di Kota Bandung. Ada yang masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sampai ada yang sukses kuliah dan bekerja di luar negeri setelah lulus SMA. Selain itu, mereka pada good looking semua. Satu paket, lah. Saya merasa dunia ini nggak adil. Selain itu, orang tua saya selalu nyuruh saya untuk meniru kesuksesan mereka tanpa memikirkan perasaan saya sama sekali.

Makanya, waktu SD, tiap kali baca Doraemon, saya selalu relate dengan Nobita. Saya sama seperti Nobita, selalu gagal melulu dalam hidup, nggak good looking, dan kerjaannya gagal melulu. Ketika melihat Nobita yang berusaha kabur dari rumah setelah dimarahi habis-habisan oleh guru di sekolah dan orang tuanya di rumah, saya pun sempat kepikiran hal yang sama. Namun, sama seperti Nobita, saya tidak punya keberanian dan modal untuk hidup sendiri, jadinya saya mengurungkan niat saya tersebut.

Baca Juga:

Dennis Nggak Ada Apa-apanya ketimbang Nobita, Tokoh Paling Beban dan Nggak Tahu Diri!

Menguak Misteri Kenapa Dekisugi Jarang Muncul di Serial Doraemon

Saat itu, kalau bisa, saya pengin bisa ketemu sama Nobita dan ngobrol bersama tentang kesulitan hidup yang kami alami. Meskipun pada akhirnya Nobita sukses mendapatkan hati Shizuka dengan menikah dengannya, saya merasa itu hanya terjadi dalam dongeng aja. Dunia nyata nggak seindah cerita-cerita Disney yang selalu happily ever after. Dunia nyata itu gelap, kayak cerita-cerita DC. Iya, kan?

BACA JUGA Begini Rasanya Jadi Murid yang Selalu Juara Kelas kayak Dekisugi dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2021 oleh

Tags: doraemonHiburan Terminalmurid gagalNobita
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

cabor olimpiade selain skateboard mojok

Selain Skateboard, Beberapa Olahraga Ini Wajib Masuk Cabor Olimpiade

28 Juli 2021
Belajar Geografi sambil Nonton Film 'Harry Potter', Mengapa Tidak? terminal mojok.co

Belajar Geografi sambil Nonton Film ‘Harry Potter’, Mengapa Tidak?

11 Juni 2021
Menerka Hal yang Akan Terjadi jika Doraemon Beneran Ada di Dunia Nyata

Menerka Hal yang Akan Terjadi jika Doraemon Beneran Ada di Dunia Nyata

10 Maret 2023
the devil judge drakor mojok

The Devil Judge: Ketika Ji Sung Jadi Hakim Iblis di Dunia Distopia Korea

11 Juli 2021
Nobita dan Sifatnya yang Saya Benci

Nobita dan Sifatnya yang Saya Benci

6 September 2023
aturan gol tandang dicabut mojok

Dihapusnya Aturan Gol Tandang Merupakan Kemajuan, Kenapa Pada protes?

25 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026
Sengaja Beli Honda Vario 160 untuk Pamer Berakhir Penyesalan karena Jadi Repot Sendiri Mojok.co

Sengaja Beli Honda Vario 160 untuk Pamer Berakhir Penyesalan karena Jadi Repot Sendiri

22 Maret 2026
Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026
Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

20 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.