Beberapa Kegiatan yang Dapat Dilakukan Saat Cuaca Panas

Saat ini, cuaca sedang panas-panasnya. Di beberapa daerah di Indonesia, suhu udaranya bahkan mencapai hingga 40 derajat Celcius. Bayangkan betapa panasnya.

Artikel

Siti Halwah

Saat ini, cuaca sedang panas-panasnya. Di beberapa daerah di Indonesia, suhu udaranya bahkan mencapai hingga 40 derajat Celcius. Bayangkan betapa panasnya. Di daerah saya, cuaca masih stuck di angka 34-35 derajat Celcius, tapi ini sudah panas puooool.

Biasanya, kalau sudah pukul 10 pagi, para tetangga—juga saya sendiri—sudah memilih untuk berdiam di dalam rumah. Menutup tirai dan jendela, menghidupkan kipas angin—meskipun ini sama sekali nggak ngaruh, soalnya kipas angin justru malah terasa menghantarkan uap panas—dan rebahan. hehe.

Tapi, baru-baru ini sebuah ide muncul di kepala saya. Bagaimana caranya agar di cuaca sepanas ini, kehidupan masih tetap produktif serta masih dapat melakukan berbagai aktivitas lainnya. Berikut saya merangkum aktivitas apa saja yang dapat dilakukan dalam cuaca sepanas ini.

Menjemur Kasur Kapuk

Di beberapa rumah, masih banyak yang menggunakan kasur kapuk—termasuk di rumah saya. Kasur kapuk memiliki tingkat kelembutan alami yang tidak ada tandingannya. Apa lagi, bahan utama dari pembuatan kasur kapuk adalah bahan alami ramah lingkungan, yaitu kapuk. hehe

Namun, salah satu kelemahan kasur kapuk yaitu semakin lama digunakan, kasurnya akan semakin lembek. Tingkat kelembutannya akan menurun dan tidak nyaman lagi digunakan sebagai alas tidur. Bahkan, di beberapa kasus, kasur kapuk justru berubah menjadi kasur keras saking bantet-nya.

Hebatnya, untuk memperbarui kelembutan kasur kapuk, kita tidak perlu mengganti kapuk lama dengan kapuk yang baru. Cukup dengan menjemurnya saja. Apa lagi cuaca di Indonesia sedang panas-panasnya, cocok untuk momen menjemur kasur kapuk.

Dijamin, kasurnya pasti akan kembali lembut. Lagi pula, menjemur di saat-saat seperti ini juga menghilangkan kekhawatiran—soalnya jarang hujan turun. Kita masih dapat beraktivitas bebas tanpa perlu ketakutan kasur kapuk yang dijemur akan kehujanan.

Baca Juga:  Sing Nduwe Mobil i Ngopo Toh Seneng Men Ngebut Nek Udan, Padahal Lak Yo Ra Keudanan?

Mencuci Jaket

Jaket adalah salah satu benda yang paling malas untuk dicuci. Selain bahan jaket biasanya tebal, proses pengeringannya juga sangat lama. Bisa memakan waktu antara 3-4 hari. Makanya,banyak jaket-jaket yang justru hanya sempat dicuci setahun sekali, hehe.

Nah, selagi cuaca sedang panas, maka momen ini dapat dimanfaatkan untuk mencuci jaket. Proses pengeringannya juga nggak akan lama, mungkin hanya berlangsung selama satu hari saja. Jadi, ayo mencuci jaket demi aktivitas produktif di cuaca panas.

Mencuci Semua Baju di Lemari

Baju-baju di lemari biasanya hanya digantung dan ditumpuk saja. Banyak yang dibiarkan menjadi pajangan hingga baunya apek. Jika kamu kebetulan sedang gabut dan ingin beraktivitas di cuaca sepanas ini, maka cucilah semua baju di lemarimu.

Lumayan, bau apek akan hilang dan baju-baju di lemarimu akan kembali kinclong.

Mencuci Selimut

Selimut adalah salah satu benda yang paling malas untuk dicuci. Sama halnya dengan jaket, bahannya sangat tebal ditambah juga lebar. Jadi, proses pengeringannya sangat lama.

Di laundry, ongkos untuk mencuci selimut biasanya lebih mahal sehingga banyak dari kita yang malas mencucinya. Nah, mumpung cuaca sedang panas-panasnya, ini adalah saat terbaik untuk mencuci selimut.

Proses pengeringannya pasti tidak akan lama dan kita tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk mencucinya, hehe.

Mencuci Boneka

Boneka-boneka yang biasanya ditumpuk di sudut kamar kita jarang sekali—hampir nggak pernah—dicuci. Di momen cuaca panas ini, sudah saatnya kita sedikit menginventasikan waktu kita untuk mencucinya.

Lagi pula, bonek yang bersih akan lebih enak dan nyaman untuk dipeluk. Kali aja, saat mencuci bonek, kita dapat sekalian mencuci kenangan-kenangan bersama mantan yang menempel di tubuh boneka pemberiannya, hehe.

Berjemur Kayak di Pantai

Baca Juga:  Dilema Pecinta iPhone Pengidap Trypophobia

Di cuaca panas ini, sudah sepatutnya kita memanfaatkannya untuk meningkatkan status sosial kita—khususnya di media sosial. Ketika melihat banyak teman-teman yang pamer foto sedang berjemur di pantai, kita juga masih dapat melakukannya—meskipun dengan kapasitas low budget.

Nggak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk urusan transportasi, tiket hotel dan sejenisnya hanya untuk menginap sehari dua malam di Bali. Cukup keluar rumah di atas pukul 10, berjemur dengan menggunakan kaca mata hitam.

Saya yakin, panasnya sama saja. Sama-sama bikin gosong dan kulit terbakar layaknya pantai di Bali. Low budget dan tentunya nggak bikin kantong kering, hehe (*)

BACA JUGA Tantangan Sebulan Minum Air Putih: Sebegitu Rendahkah Kesadaran Orang Untuk Minum Air Putih? atau tulisan Siti Halwah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
3

Komentar

Comments are closed.