Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jas Hujan Ponco Itu Terbaik buat Pemuda Kasmaran

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
7 November 2020
A A
Jas Hujan Ponco Itu Terbaik buat Pemuda Kasmaran terminal mojok.co

Jas Hujan Ponco Itu Terbaik buat Pemuda Kasmaran terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Mendebat masalah jas hujan ponco dan mantel egois, itu sama basinya seperti membahas bubur diaduk atau nggak. Tiap hujan datang, pembahasan selalu mantel, mantel, dan mantel. Seakan nggak ada kajian lain seperti kenapa Kali Gajah Wong selalu warna cokelat meling-meling setelah hujan.

Gobloknya, saya mau turun gunung ikut membahas seputar masalah mantel ini. Okelah Mas Seto Wicaksono mempunyai pengalaman bahwa jas hujan ponco (di daerah saya bernama mantol klebet batman) berbahaya. Pun Mas Riyanto yang sukses mengadu mantel-mantel yang menurutnya oke dan mbois. Oke lah, oke.

Tapi, menurut saya yang masih mengalir darah muda dan lekat pada per-yang-yangan duniawi, “mantol klebet batman” nggak bisa diganggu-gugat penggunaannya pada yang sedang kasmaran. Apalagi, jika menggunakan mantol klebet batman atau jas hujan ponco saat hujan di Kota Jogja, blas Tugu itu nggak ada romantis-romantisnya dibandingkan momen tersebut.

Saya punya pengalaman melintasi berbagai kota di berbagai negara dengan menggunakan motor saat hujan. Pun menggunakan beberapa mantel dan bersama pacar, partner, kawan, hingga teman sparing futsal. Semua pernah saya lalui. Namun, soal pacaran, jas hujan batman adalah sebuah anugerah yang Tuhan ciptakan untuk memfasilitasi sebuah keromantisan.

Saya pernah boncengin mantan saya pakai jas hujan egois yang sama persis seperti kemeja. Saya nggak tahu namanya, pokoknya jas hujan model begini harusnya dikutuk saja karena saya yang berbodi besar, bukannya nyaman malah bagian perutnya terasa tertekan. Selama perjalanan, saya hanya bisa atur napas. Nggak ada obrolan blas.

Pun jika saya diajak ngobrol, balasannya selalu template, yakni, “HA?!!!” dengan nada nyenthe. Suasana seperti ini bisa menghadirkan permusuhan dengan cara yang amat sepele. Padahal, “HA?!!!” di sini dilemparkan karena omongan mantan saya nggak terdengar. Bukan bermaksud ngajak berantem.

Permasalahan amat mendasar dan nggak problematis-problematis amat. Pun bukan karena kuping saya congean. Hal ini karena kuping saya sudah tertutup helm standar, kemudian ditutup tudung mantel yang bahannya amat kaku. Lha iya, kalau bahannya lembut itu bukan mantel, tetapi sempak.

Sebulan setelah itu, saya menyuruh mantan saya ini nggak usah bawa mantel. Dengan sok keren dan kemlinthi begitu, saya sudah siapkan jas hujan ponco atau mantol klebet batman. Mantan saya hanya tertawa, sebuah tawa yang sudah saya lupakan keindahannya. Tawa itu ditujukan kepada mantol klebet batman, katanya, “Koyo simbah-simbah.”

Baca Juga:

10 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan agar Motor Nggak Gampang Mogok Saat Musim Hujan

Jalanan Jakarta Saja Sudah Menyebalkan, Ditambah Musim Hujan Makin Mengesalkan

Dia nggak tahu aja simbah saya kalau otw ke sawah atau ke pasar jualan sayur, seringnya pakai mobil Carry!

Mak wer hujan pun turun. Akhirnya kesempatan ini datang juga. Kami berteduh, memakai jas hujan ponco. Mantan saya kembali mbebeki, katanya, “Astagfirullah kayak anak SMP mau pergi ke sekolah.” Dia nggak tahu aja anak SMP zaman sekarang sukanya naik taksi online ketika hujan.

Sebuah perbedaan yang nyata. Dalam kondisi Jogja yang sedang menangis itu, suara dia begitu lancar. Suara mantan saya di dalam mantel, laksana bisikan “all around you” ala Dolby Digital. Suaranya berasa di mana-mana. Selain di telinga, lebih dalam lagi mengendap dalam perasaan. Halah kopet.

Masalahnya ketika saya balas obrolannya, blas nggak mashok sama sekali. Alih-alih mendengarkan dengan tenang, sebuah obrolan itu harus ada timbal balik. Pengalaman menggunakan mantol klebet batman, bisa mendengarkan, namun ketika kita membalas bersuara, suara kita nggak terdengar. Ini pacaran atau pemerintah, sih?

Selain obrolan bisa jelas, keuntungan mantel tipe ini sangat dinamis. Memang saya di bagian depan ruang geraknya agak susah, terpenting adalah kenyamanan penumpang. Maklum, mental mantan Gojek masih amat mendarah daging. Mantan saya ini sudah saya anggap seperti mitra sendiri. Bedanya pas turun nggak ada transaksi terjadi. Hanya berupa “hati-hati di jalan” disertai senyuman paling manis. 

Selain dua alasan yang bersifat teknis, juga masalah modis, kapan lagi bisa pacaran sambil cosplay jadi Sasori Akatsuki. Wah, asli, bentukan pakai jas hujan ponco ini sejatinya nggak banget. Norak abis. Tetapi, ketika membayangkan kami berdua sedang cosplay jadi Sasori, saya malah senyum-senyum sendiri. Bahagia itu sangat sederhana, bukan?

Buat kalian yang sedang gandrung dan kasmaran, ada baiknya ketika hujan dan kebetulan naik motor, pakai saja mantol klebet batman. Saya jamin, 50% urusan percintaan kalian akan tuntas. Ditambah 10% jika terjadi pelukan yang spontan. Bagai Hukum Gravitasi Newton, ada sebuah aktivitas tarik menarik yang terjadi dengan sendirinya. Dan jas hujan ponco, memfasilitasi seluruhnya.

Saran saja, jika kalian boncengin kawan kalian atau pacar orang lain, jangan pakai cara ini. Sudah, manut saja sama saya karena percintaan bisa terjadi dalam kondisi apa pun. Sialnya, cinta kadang nggak tahu diri. Ia siap hadir kapan saja, nggak lihat kondisi dan suasana. Bahkan, bisa saja terjadi di dalam lindungan jas hujan yang sama. Panjang umur mantol klebet batman.

BACA JUGA 4 Tempat Pacaran di Jogja yang Harus Dihindari dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2020 oleh

Tags: kendaraan bermotormusim hujan
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Surabaya Selepas Hujan Tak Lagi Seindah Video Orang-orang, Hanya Tinggal Banjir dan Macet di Jalan

Surabaya Selepas Hujan Tak Lagi Seindah Video Orang-orang, Hanya Tinggal Banjir dan Macet di Jalan

6 Maret 2024
Berkunjung ke Gunung Telomoyo Saat Musim Hujan Hanya Mendatangkan Kecewa, Mending Urungkan Niatmu dan Rebahan di Rumah

Berkunjung ke Gunung Telomoyo Saat Musim Hujan Hanya Mendatangkan Kecewa, Mending Urungkan Niatmu dan Rebahan di Rumah

5 Maret 2025
7 Makanan Berkuah Homemade yang Cocok Disantap di Musim Hujan Terminal Mojok

7 Makanan Berkuah Homemade yang Cocok Disantap di Musim Hujan

15 Oktober 2022
Semrawutnya Lalu Lintas di Desa Mengalahkan Kota: Banyak Motor Nggak Sesuai Standar hingga Bocil Kebut-kebutan di Jalan

Semrawutnya Lalu Lintas di Desa Mengalahkan Kota: Banyak Motor Nggak Sesuai Standar hingga Bocil Kebut-kebutan di Jalan

17 Juli 2024
Bawah Flyover Jombor, Tempat yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan terminal jombor

Bawah Flyover Jombor, Tempat yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

1 April 2023
musim hujan cara mengurangi potensi basah kuyup ketika hujan turun mojok.co

Menghitung Potensi Basah Kuyup ketika Bepergian Saat Musim Hujan

4 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menu Underrated Solaria: Porsi Banyak, Harga Terjangkau, dan Rasa Nggak Mengecewakan Mojok.co

Menu Underrated Solaria: Porsi Banyak, Harga Terjangkau, dan Rasa Nggak Mengecewakan

7 Maret 2026
Pengalaman Naik Toyota Calya dari Kudus ke Semarang: Rasanya seperti Naik Gerobak Ber-AC, Kapok!

Dulu Saya Menganggap Toyota Calya Adalah Gerobak Diberi Mesin, tapi Kini Saya Menjilat Ludah Sendiri

3 Maret 2026
Motor Bebek Kendaraan Terbaik untuk Latihan Naik Motor, Matic Hanya Ciptakan Pengendara Manja Mojok.co

Motor Bebek Kendaraan Terbaik untuk Latihan Naik Motor, Matic Hanya Ciptakan Pengendara Manja

7 Maret 2026
Wuling Confero 2019: Mobil Keluarga Terjangkau, Enak, tapi Harga Bekasnya Jatuh Bebas

Wuling Confero 2019: Mobil Keluarga Terjangkau, Enak, tapi Harga Bekasnya Jatuh Bebas

1 Maret 2026
Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah! Mojok.co

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

2 Maret 2026
Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Bikin Sengsara Lulusan S2 (Unsplash) LPDP

Beasiswa LPDP Terkadang Memang Tak Tepat Sasaran, tapi BIB Justru Jauh lebih Mengecewakan

2 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Pengendara Plat K Tak Paham Fungsi Zebra Cross-Spion, Cuma Jadi Pajangan dan Abaikan Keselamatan Orang saat Bawa Kendaraan
  • Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa
  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Pamitan ke Perantauan
  • Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid
  • Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Kena Mental demi Bahagiakan Ayah Ibu yang Hanya Lulusan SD hingga Jadi Wisudawan Terbaik
  • KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.