Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Fesyen

Bata: Sepatu Sandal yang Makin Stylish dengan Harga Ekonomis

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
24 April 2022
A A
Bata Sepatu Sandal yang Makin Stylish dengan Harga Ekonomis Terminal Mojok

Bata Sepatu Sandal yang Makin Stylish dengan Harga Ekonomis (Georgina Captures/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Memasuki pertengahan bulan Ramadan, bagi sebagian orang Indonesia, rasanya kurang afdal jika tidak membicarakan soal pakaian baru yang akan dikenakan di hari raya. Lantaran sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya, rasanya jadi ada yang kurang jika ritual belanja menjelang Lebaran tidak dilakukan. Mau ke mal kek, ke pasar, beli secara online, yang penting belanja pakaian baru.

Salah satu yang diburu oleh mereka yang punya pakem mengenakan pakaian baru saat Lebaran adalah sepatu sandal. Dan di antara sekian banyak merek sepatu sandal yang eksis, Bata sering kali menjadi pilihan utama bagi sebagian kalangan termasuk saya.

Membeli sepatu sandal Bata seakan menjadi hal template yang dilakukan oleh Ibu bagi saya tiap satu sampai dengan dua tahun sekali—biasanya dibeli menjelang Lebaran. Saya ingat betul, sejak TK hingga SMP, Bata menjadi merek sepatu sandal yang selalu saya gunakan di berbagai kesempatan.

Jujur saja, setelah SMP sampai dengan kuliah, saya sempat berpaling dari Bata karena modelnya yang begitu-begitu saja dan seakan jalan di tempat. Sekira tahun 2014 hingga saat ini, akhirnya saya melirik, membeli, sekaligus tak ragu menggunakan kembali sepatu sandal Bata. Alasannya sederhana, Bata semakin stylish dengan harga yang tetap ekonomis. Mau yang modelnya sandal jepit, sepatu sandal, sneakers sampai dengan sepatu kulit (pantofel), semuanya punya gaya kekinian yang semakin menyesuaikan tren zaman.

Modelnya stylish (Shutterstock.com)

Belakangan ini saya menyadari bahwa ada dua hal yang menjadi daya tarik bagi kebanyakan orang dalam memilih sepatu sandal Bata: tetap stylish dengan harga yang ekonomis. Hal tersebut sulit dimungkiri dan sulit didebat. Sebab, harga sepatu sandal Bata memang terjangkau, rata-rata Rp70 ribu-Rp300 ribuan, tergantung model.

Para pelanggan juga bisa menyesuaikan model sepatu sandal yang dibeli dengan kebutuhan. Buat acara formal terbilang oke. Semi-formal masih membuat penggunanya pede. Apalagi acara santai nan casual, tak perlu diragukan lagi itu, sih.

Lebih dari itu, yang bikin sepatu sandal Bata mudah dicintai khalayak selain nyaman digunakan adalah bahannya awet. Serius. Coba kalian jujur sama diri sendiri. Salah satu yang dicari ketika membeli suatu barang—selain sesuai dengan budget—tentu awet dan tahan lama, kan?

Hal lain yang membuat Bata masih diincar oleh kebanyakan orang tentu karena mudah dijangkau. Tokonya tersebar di berbagai tempat. Mau beli di toko yang berlokasi di pusat perbelanjaan ada, di toko yang berdiri sendiri ada. Apalagi secara online.

Baca Juga:

AeroStreet Black Classic, Sepatu Lokal Harga 100 Ribuan yang Awet

Nostalgia Masa Kejayaan Bata, Sepatu Jadul yang Membuat Saya Sombong saat Lebaran

Salah satu gerai Bata di mal yang ada di Jogja (Rembolle/Shutterstock.com)

Jika sampai dengan saat ini di antara kalian ada yang menggunakan produk Bata, kalian akan menyadari ada sesuatu yang greget dari tagline yang digunakan pada paper bag yang menjadi ciri khas tersendiri, “Koleksi baru setiap Jumat.” Cukup memberikan kesan positif dan powerful untuk menarik perhatian para pelanggan.

Itulah kenapa, rasanya wajar kalau masih banyak pelanggan lama yang masih bertahan dan setia menggunakan sepatu sandal Bata untuk beragam keperluan. Juga, para pelanggan baru yang mulai tertarik mencoba beberapa modelnya, karena secara visual, tampilannya kekinian dan menarik. Dengan alasan yang sama, tak heran kalau sepatu sandal Bata dan Lebaran adalah satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Semacam bestie yang saling melengkapi satu sama lain gitu.

Cocok dipakai buat bersilaturahmi pas Lebaran nanti (Ma Andyanto/Shutterstock.com)

Makanya, di setiap Lebaran, dari tahun ke tahun, mulai dari muda sampai yang tua, baik Buibu atau Pakbapak, tetangga atau saudara, pas berkunjung untuk bersilaturahmi ke rumah satu sama lain, banyak tuh yang merek sepatu sandalnya Bata. Boleh jadi, mereka punya pemikiran sama dari tahun ke tahun: mempertahankan tradisi membeli sepatu sandal merek Bata menjelang Lebaran karena alasan stylish, ekonomis, nyaman, dan awet.

Dengan harga yang menyesuaikan isi kantong dan banyak variasi modelnya, tak perlu diragukan lagi, sepatu sandal Bata layak dijadikan alternatif atau pilihan utama bagi siapa pun kalian yang pengin tetap terlihat modis-stylish. Yah, siapa tahu bisa menarik kembali perhatian sang mantan atau gebetan, gitu. Siapa tahu.

Penulis: Seto Wicaksono
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Sandal Swallow Hasil Kolaborasi yang Keren biar Nggak Lagi Tertukar.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 April 2022 oleh

Tags: Batasandalsepatu
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Sandal Pakalolo, Produk Lokal yang Bikin Penggunanya Senyum Manis

Sandal Pakalolo, Produk Lokal yang Bikin Penggunanya Senyum Manis

25 Juni 2024
Sepatu Adidas Adizero Y-3, Sepatu Lari yang Sebaiknya Nggak Usah Dipakai Lari oleh Kaum Mendang-Mending. Eman-eman!

Sepatu Adidas Adizero Y-3, Sepatu Lari yang Sebaiknya Nggak Usah Dipakai Lari oleh Kaum Mendang-Mending. Eman-eman!

26 Juni 2024
Rekomendasi Alas Kaki yang Pas untuk para Elite Politik Indonesia Terminal Mojok

Rekomendasi Alas Kaki yang Pas untuk para Elite Politik Indonesia

17 Juni 2022
4 Toko Baju Andalan para Mahasiswi Unsoed Purwokerto Terminal Mojok

4 Toko Baju Andalan para Mahasiswi Unsoed Purwokerto

22 November 2022
5 Kesalahan Saat Mencuci Sneakers Kanvas Terminal Mojok

5 Kesalahan Saat Mencuci Sneakers Kanvas yang Bikin Sepatu Cepat Rusak

18 Januari 2023
Membeli Sepatu Itu Nggak Selalu Mudah, Sering Rumitnya

Membeli Sepatu Itu Nggak Selalu Mudah, Sering Rumitnya

23 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.