5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan (unsplash.com)

Masuk Indomaret bak ujian iman tingkat tinggi, setidaknya bagi saya. Niat dari rumah ingin beli satu barang saja, eh pulang-pulang bawa tas belanja penuh muatan. Barang-barang di Indomaret memang disusun begitu matang hingga mampu bikin iman saya goyah dan belanja. 

Sialnya, banyak barang yang sebenarnya tergolong mubazir tetap dipajang dan dibeli. Agar saldo rekening nggak terus terperosok ke dalam lubang yang sama, ada baiknya berpikir seribu kali sebelum memasukkan sederet barang berikut ke dalam keranjang belanja.

#1 Buah potong dalam kemasan plastik

Setelah dipikir-pikir, beli buah potong itu agak sia-sia, apalagi kalau tidak dalam keadaan terdesak atau perjalanan jauh. Pertama, harga buah potong biasanya lebih mahal daripada kita membeli buah utuh. Kedua, ada risiko mendapatkan potongan yang teksturnya sudah meleyot. Ketiga, aroma buah potong kadang sudah terkontaminasi bau rak pendingin. Alih-alih mendapatkan kesegaran, yang didapat justru hanyalah rasa penyesalan.

#2 Sedotan kertas Indomaret merusak rasa minuman

Saya paham, sedotan kertas Indomaret punya niat yang mulia mengurangi limbah plastik. Namun, jujur saja, sedotan plastik yang dijual agak kurang kualitasnya. Bayangkan saja, sedotan kertas langsung lembek setelah dua kali menyeruput minuman. Rasa minuman jadi bercampur dengan rasa kertas, sungguh bikin mood buyar. 

#3 Kotak makan Indomaret 

Jujur saja, kotak makan Indomaret nggak lebih baik dari kebanyakan wadah plastik. Begitu dipakai untuk membawa bekal, khususnya makanan berminyak, licin wadahnya sulit sekali dibersihkan. Jadi saya rasa, kalau tidak mendesak banget, mending hindari kotak makan Indomaret deh. Kecuali, kalian memang berniat menambah koleksi benda nggak bermanfaat di rak dapur ya. 

#4 Pengisi daya dan kabel data kualitasnya buruk, jadi terasa sia-sia

Berbeda dengan kotak makan, kabel data memang kadang jadi kebutuhan mendesak saat perjalanan. Sedihnya, kabel-kabel darurat ini sering kali punya masa pakai seumur jagung. Baru dipakai sebentar, biasanya muncul notifikasi aksesori nggak didukung atau pengisian daya yang lambatnya minta ampun. Niatnya mau menyelamatkan nyawa ponsel, malah berakhir jengkel.

#5 Mainan kejutan Pop A Toy yang seharusnya nggak pernah tercipta

Barang ini puncak dari taktik pemasaran yang menargetkan rasa penasaran tanpa guna. Harga Pop A Toy lumayan, tapi isinya hanyalah mainan plastik kualitas rendah yang fungsinya masih jadi rahasia Ilahi. Euforianya hanya sesaat, ketika membuka kotak pembungkusnya. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, mainan ini biasanya berakhir menjadi penghuni tetap sudut laci yang berdebu atau langsung mendarat di tempat sampah karena bagian-bagiannya yang tamasya entah ke mana.

Indomaret memang selalu ada untuk memberikan solusi instan, tapi bukan berarti semua yang dipajang layak untuk dibawa pulang. Jadi, lain kali jika tangan sudah gatal ingin mengambil barang-barang di atas, ingatlah satu hal bahwa penyesalan selalu hinggap setelah struk belanja tercetak.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 SOP Karyawan Indomaret yang Bikin Saya Gagal Paham

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version