Yang satu diperhatikan pemerintah, yang satunya berdikari
Perbedaan lainnya adalah Banyuwangi di Jawa Timur yang terkenal dengan pariwisatanya dijadikan pilot project Gerakan Wisata Bersih Nasional oleh Kementerian Pariwisata. Kabupaten ini dipilih karena dianggap sukses membangun kolaborasi dalam memajukan pariwisata. Maka tak usah heran jika sekarang banyak wisatawan lokal yang mengincar daerah ini sebagai destinasi utama untuk berlibur. Pemerintah pun mendukung daerah ini untuk semakin berkembang.
Hal ini berbeda dengan Banyuwangi Magelang di Jawa Tengah. Masyarakat di sana harus berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri. Bahkan baru-baru ini, warga di Wonorejo, Banyuwangi, Magelang memperbaiki jalan rusak sendiri! Mengutip Detik, warga bergotong royong memperbaiki jalan yang rusak menggunakan uang dari iuran mereka. Bukan karena mereka ingin, tapi karena terpaksa mengingat jalan tersebut bisa membahayakan warga yang melintas.
Perbedaan ini tentu sangat kontras dan terlihat menyedihkan. Meski namanya sama, ternyata nasibnya berbeda.
Lanskap laut, pantai, dan hutan vs area persawahan dan ladang
Seperti yang sempat saya singgung di atas, Banyuwangi Jawa Timur terkenal dengan destinasi wisatanya. Ada pantai dan hutan yang menjadi primadona. Hal ini berkaitan juga dengan lanskap kabupaten ini yang didominasi pantai, laut, hutan, dan tempat terbuka hijau lainnya yang indah.
Sementara kalau di Banyuwangi Magelang didominasi area persawahan dan ladang. Makanya warga di sini banyak yang menggantungkan hidup mereka di sektor pertanian. Sawah dan ladang ditanami dengan baik sehingga daerah ini juga dikenal sebagai penghasil sayuran.
Itulah Banyuwangi Jawa Timur dan Banyuwangi Magelang Jawa Tengah. Namanya memang sama, tapi nasibnya berbeda jauh. Yang satu penuh hiruk pikuk wisatawan dan jadi destinasi wisata utama banyak orang, sementara yang satunya tenang. Meski keduanya bernasib berbeda, tetap punya keunggulan masing-masing.
Penulis: Wulan Maulina
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA Tinggal di Kabupaten Magelang: Dekat Borobudur, tapi Tidak Pernah Merasa Hidup di Tempat Wisata.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















