Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Band Era 2000an yang Katanya Kampungan tapi Diam-diam Dirindukan

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
17 Oktober 2019
A A
band tahun 2000an

band tahun 2000an

Share on FacebookShare on Twitter

Menengok kembali masa lalu seringkali menghasilkan dua hal, senang dan sedih. Senang bahwa ternyata masa lalu telah memberikan banyak pelajaran untuk membentuk diri kita seperti saat ini. Sedih ketika masa lalu telah memberikan banyak kenangan yang sulit untuk ditemui saat ini. Sensasi tersebut termasuk juga menyoal selera musik jadul yang seringkali dijadikan ajang nostalgia mengenang masa lalu.

Bagi mereka yang seringkali bernostalgia dengan lagu-lagu jadul era 90-an sampai 2000an, sudah barang tentu tercurah rasa kangen yang cukup menusuk-nusuk di hati. Apalagi ketika hari ini, saya melihat di YouTube bagaimana para band-band era 2000an yang dahulu menemani masa SD saya kembali hadir di acara musik Synchronize fest. Dua video yang saya tonton tersebut adalah video penampilan Radja dengan personil lengkap dan Andhika dan Dody, dua pentolan band Kangen Band. Dari video tersebut saya melihat bahwa millenial yang hidupnya selalu dicekoki dengan berbagai genre musik modern mulai dari hip-hop, electronic music hingga virus musik-musik indie yang menjamur ternyata tidak akan pernah bisa move on dari kenangan masa lalu mereka terkait musik era 2000an dan band-band yang menyertainya.

Bagaimana tidak, mereka yang berada di lokasi seolah sangat rindu lagu-lagu Jujur dan Cinderella dari Radja. Semua bernyanyi dan semua hapal di luar kepala liriknya. Ketika saya menyaksikan video yang lain, hal serupa saya temukan. Kangen band yang seringkali dianggap band norak, kampungan hingga alay, nyatanya lagu-lagu mereka tetap dikenal dan liriknya masih sangat melekat di otak para penonton Synchronize fest yang notabene adalah millenial yang sudah barang tentu selera musiknya lebih modern. Ketika melihat hal tersebut, saya menyimpulkan bahwa band-band seperti Radja, Kangen band, Peterpan, Wali, Ungu , ST12 hingga band-band lainnya di era 2000an adalah mereka yang sangat dirindukan kehadirannya saat ini.

Walau banyak yang menghardik bahwa band-band era 2000an itu tidak menjual dari segi tampang dan tampilan. Tapi faktanya band sekelas Peterpan, Radja, Wali, Kangen band, ST12 hingga Ungu adalah band yang akan kita berikan tempat di relung memori khusus. Bagaimana band-band tersebut sempat  menemani kita semua mulai dari bangun tidur hingga ingin tidur lagi.

Memang munafik jika kita merasa tidak tahu tentang bagaimana Ian kasela dengan kacamata hitamnya, Andhika dengan poninya, Charli dengan cengkok melayunya, Pasha Ungu dengan celana melorotnya hingga Ariel dengan kegantengannya. Berbagai variasi dan ciri khas masing-masing band yang tidak barpatokan pada ketampanan wajah saja, tentu menjadi kualitas yang akan selalu dikenang para anak-anak yang lahir tahun 96 ke atas.

Tidak menjual tampang tetapi menonjolkan kualitas nyatanya adalah pembeda era musik jadul Indonesia tahun 2000an dibanding dengan era musik Indonesia saat ini. Dari kolom komentar video yang saya saksikan, banyak orang yang merindukan band-band Indonesia era 2000an kembali tampil di panggung-panggung dan acara-acara musik. Banyak yang mengatakan bahwa mereka rindu musisi  dan band-band yang berorientasi pada musik dan kualitas lirik. Tidak dengan musisi dan band yang modal tampang cantik dan ganteng saja.

Bicara band-band era 2000an. Saya akan berbagi daftar band favorit saya dari dahulu hingga sekarang yang mungkin juga kalian sukai. Tidak hanya lagunya yang enak, lirik-liriknya pun juga punya kualitas yang mematikan bagi yang sedang patah hati atau yang sedang jatuh cinta.

1. Peterpan

Sudah barang tentu Ariel yang menjadi simbol dari band ini sangat dipuja hampir semua wanita di Indonesia. Puncak karier Peterpan hadir di tahun 2005. Hampir semua toko kaset bajakan mendendangkan lagu Bintang di Surga, Mungkin Bila Nanti, Mimpi yang Sempurna, Tak Bisakah hingga lagu yang paling bikin saya melt, Semua Tentang Kita.

Baca Juga:

Kalau Peterpan Reuni Nanti, Andika dan Vokalis Bayaran Wajib Menyanyikan 5 Lagu yang Paling Membekas di Ingatan Fans Ini

Peterpan Mending Nggak Usah Reuni kalau Nggak Ada Ariel dan Uki, Bikin Kecewa Aja

2. Radja

Manusia Biasa, Jujur, Cinderella, Benci Bilang Cinta hingga Wahai Kau Cinta. Ayolah saya yakin kalian semua pasti hapal paling tidak lirik awalnya.

3. ST12

Formasi tiga personil ala Greenday yang dianut ST 12 nyatanya tidak mirip-mirip amat dengan Greenday. Rock melayu yang jadi format musik ST 12 membuat lagu-lagunya selalu menghipnotis saya di awal kemunculannya. Tentu kalian tahu lagu Saat Terakhir, Jangan Pernah Berubah hingga Rasa yang Tertinggal. Kalau lupa coba cek Youtube dan klik lagu-lagunya, Setidaknya memorimu akan terputar kembali untuk mengingat-ngingat liriknya.

4. Kangen Band

Norak, alay dan kampungan adalah hardikan yang sering dilontarkan banyak orang terhadap Kangen Band. Padahal lagu mereka sebenarnya enak. Banyak para munafik yang menutup mata soal Kangen Band hanya karena melihat tampang para personilnya. Mereka menutup mata tentang betapa sederhananya musik-musik Kangen Band tapi dibalut dengan lirik yang ngena dan easy listening. DOY, Tentang Aku Kau dan Dia, Pujaan Hati sampai Yolanda. Mana yang menemanimu waktu sedang main PS atau mau latihan band ketika SD dulu?

5. Ungu

Walaupun Pasha sudah menjadi politikus saat ini. Tentu masa lalunya sempat menghibur kita semua lewat tarikan suaranya di Band Ungu. Tercipta Untukku, Kekasih Gelapku dan Demi Waktu menjadi beberapa lagu yang sering hadir di daftar playlist acara musik TV swasta.

 6. Letto

Band asal Yogyakarta ini menjadi favorit saya sejak pertama kali mendengar lagu Ruang Rindu. Kalian bisa melihat betapa antusiasmenya para muda-mudi millennial menyanyikan lagu-lagu Letto saat mereka konser baru-baru ini. Bukti bahwa Letto memang dirindukan kehadirannya. Kalau gak percaya cek Youtube deh. Tulis aja Letto Live konser 2019.

7. Wali

Campuran dangdut dan rock. Eksperiman yang mantap dengan sentuhan ala dangdut pantura tapi dengan kemasan ala Wali. Kalian tahu band ini kan? Kalau belum tahu, tanya Parawali.

Seberapa pun kerasnya kita memodernisasi selera musik kita karena mengikuti zaman. Pada akhirnya musik-musik band di atas  dan band-band lainnya akan selalu terpatri di relung memori terdalam kita semua. Betapapun kita menganggap band tersebut adalah band kuno dan kampungan yang tampang personilnya gak menjual. Tetap saja ketika kita mendengar lagunya sontak kita bisa menyanyikannya dan hapal liriknya. Mungkin kita semua harus jujur bahwa saat ini kita sedang sangat merindukan band-band era 2000an hadir lagi. Jujur saja, jangan ditutup-tutupi.

BACA JUGA Menjadi Bucin dan Penikmat Lagu Galau adalah Passion Kita (Hah, Kita?) atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2019 oleh

Tags: band tahun 2000ankangen bandmusik tahun 2000anpeterpanradjaST12ungu
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Ariel Noah Benar, karena Musisi Jangan Menuruti Maunya Pasar (Unsplash)

Ariel Noah Benar, Musisi Memang Butuh Sesekali Menjauh dari Dunianya dan Tidak Memaksa untuk Menuruti Maunya Pasar

13 Juli 2024
kangen band lirik pakai kata bintang mojok

Kenapa sih Kangen Band Suka Pakai Kata Bintang pada Lirik Lagunya?

28 Juli 2021
Remake Lagu Yang Terdalam, Video Klip Noah yang Overrated terminal mojok.co

Remake Yang Terdalam, Video Klip Noah yang Overrated

18 Desember 2021
korban bully badut terawan bismillah cinta sinetron dialog jahat mojok

Daripada Bantu Koruptor, Pemerintah Harusnya Bantu Korban Bully Lain yang Lebih Butuh Bantuan

25 Agustus 2021
Berkenalan dengan Slang Word-nya Orang Lampung terminal mojok.co

Berkenalan dengan Slang Word-nya Orang Lampung

3 Desember 2020
4 Alasan Ariel Selalu Terlihat Keren

4 Alasan Ariel Selalu Terlihat Keren

22 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.