Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

5 Kosakata Bahasa Jawa Orang Demak yang Bikin Orang Bojonegoro Gagal Paham

Ahmad Nadlif oleh Ahmad Nadlif
11 Juli 2024
A A
5 Kosakata Bahasa Jawa Orang Demak yang Bikin Orang Bojonegoro Gagal Paham Mojok.co

5 Kosakata Bahasa Jawa Orang Demak yang Bikin Orang Bojonegoro Gagal Paham (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya orang Demak yang merantau ke Jogja. Di tanah perantauan ini saya bertemu dengan banyak perantau lain, salah satunya orang dari Kota Tayub, Bojonegoro. Sebagai seorang teman yang sama-sama bertutur menggunakan bahasa Jawa, kami jelas ngobrol banyak. Uniknya, ketika ngobrol, ada beberapa kosakata bahasa Jawa yang sering saya gunakan, tapi dia tidak memahaminya. 

Setidaknya ada 5 kosakata bahasa Jawa Demak yang asing di kuping dia yang berasal dari Bojonegoro. Berikut beberapa katanya: 

#1 Bahasa Jawa lemut yang artinya nyamuk nggak dikenal di Bojonegoro

Bagi masyarakat Demak, untuk menyebut diksi seekor nyamuk, kami biasanya menggunakan istilah “lemut”. Dengan pembacaan huruf ‘e’ di situ dieja menggunakan pepet. Artinya pengucapannya seperti kata enam, lekas, lemas. Kata “lemut” ini sebenarnya cukup populer di Demak dan sebagian besar daerah Semarang-an. Namun, di daerah lain seperti di Pati, Rembang, dan sekitarnya istilah nyamuk sudah beda. Mereka menggunakan kata “lamok”.

Saat ngobrol dengan teman saya yang asli Bojonegoro, ternyata dia juga nggak mengerti istilah kata “lemut”. Saya pernah ngomong gini, “Ning asrama iki kok nek bengi lemut e akeh banget ya”, yang artinya “di asrama sini kok kalau malam nyamuknya banyak banget ya”. Namun teman saya malah ngang-ngong dan langsung tanya apa itu “lemut”? Usut punya usut, ternyata di Bojonegoro memang nggak ada istilah “lemut”, mereka menyebut nyamuk dengan istilah “jingklong”.

#2 Kosakata bahasa Jawa Mbededeg bermakna jengkel

Saat rasan-rasan bareng teman saya yang asli Bojonegoro tersebut, kira-kira waktu itu saya ngomong begini, “Si A iku wong e emang marai mbededeg”, yang artinya “Si A itu orangnya memang bikin jengkel”. Nah, saat itu pula teman saya langsung menimpali, “mbededeg” itu  artinya apa ya? Ternyata dia nggak paham terkait kosa kata “mbededeg”, kemudian langsung saya jelaskanlah kalau artinya adalah jengkel. Dia kemudian mengungkapkan, di Bojonegoro, sebenarnya ada kata yang mendekati “mbededeg”, yakni “mbediding”. Namun, artinya bukan jengkel, melainkan seperti merinding karena takut ketinggian. 

#3 Ingah-ingih memiliki arti ragu

Kosakata bahasa Jawa orang Demak lain yang membingungkan bagi orang Bojonegoro adalah “ingah-ingih”. Kata tersebut sebenarnya memiliki makna ragu-ragu dalam bertindak. Biasanya, istilah “ingah-ingih” akan lebih sering didengarkan di daerah Semarangan, tapi karena letak Semarang dan Demak sangat berdekatan, alhasil kata tersebut juga lazim digunakan di Demak.

Jujur saat pertama kali mengucapkan kata “ingah-ingih” ke teman saya yang asli Bojonegoro, saya kira dia sudah mafhum dengan kata tersebut. Namun, apa yang ada di benak saya ternyata salah. Dia malah mengatakan bahwa kata tersebut terdengar sangat asing. Sebab, untuk mengungkapkan sikap keragu-raguan, masyarakat Bojonegoro lebih dekat dengan kata “mamang” daripada “ingah-ingih”.

#4 Ngelih yang bermakna lapar

Sebagai mahasiswa perantauan, memasak merupakan salah satu alternatif untuk menghemat uang. Kebetulan teman saya yang berasal dari Bojonegoro tersebut adalah orang yang jago masak. Alhasil, kalau perut sudah keroncongan, biasanya saya ngomong gini ke dia, “Aku wes ngelih e, yok masak”, yang artinya “Aku sudah lapar, ayo masak”.

Baca Juga:

9 Jenis Kucing Terbaik yang akan Mendatangkan Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Saat pertama kali mendengar diksi “ngelih”, terus terang dia nggak paham apa maksudnya. Namun, saya langsung menjelaskan bahwa “ngelih” itu adalah lapar. Sementara di Bojonegoro, lapar selalu diistilahkan dengan “lesu”. Agak aneh menurut saya karena di Demak lesu berarti lemas, boleh jadi karena sakit, lapar atau memang kehilangan semangat. 

#5 Mremo memiliki arti aji mumpung

Saat bulan Ramadan lalu, banyak para pedagang yang menjual jajanannya di sekitaran jalan depan Masjid Sonyoragi. Nah, saya dan teman saya, saat itu gabut dan memutuskan untuk jalan-jalan sekaligus mencari takjil di masjid yang terletak di jalan Gondosuli tersebut. Melihat ramainya para pedagang, kemudian saya nyeletuk begini “Wah, akih wong dodol lagi mremo takjil”, yang artinya “Wah, banyak para penjual yang sedang memanfaatkan momentum Ramadan untuk menjual takjil”.

Mendengar celetukan tersebut, teman saya ternyata kembali nggak paham dengan istilah “mremo”. Asumsi saya, diksi tersebut tampaknya memang khas orang-orang sekitar Demak dan Semarangan, deh. Sebab di beberapa daerah yang lain, saya malah jarang mendengar istilah tersebut diucapkan oleh seseorang. Padahal momen para pedagang untuk “mremo” dagangannya bisa dilakukan pada waktu-waktu yang khusus.

Itulah 5 kosakata orang Demak yang sulit dimengerti orang Bojonegoro. Walau sama-sama menggunakan bahasa Jawa dalam dialog sehari-harinya, kedua daerah itu ternyata punya istilah-istilah yang berbeda-beda. Di atas baru 5 kosakata yang selama ini saya catat, saya yakin sebenarnya masih ada banyak perbedaan lain. 

Penulis: Ahmad Nadlif
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA  Bahasa Jawa yang Kaya, “Minum” Bisa Diterjemahkan Jadi 8 Kata Berbeda

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2024 oleh

Tags: Bahasa JawaBojonegorodemakJawaOrang Bojonergoroorang demak
Ahmad Nadlif

Ahmad Nadlif

Mas-mas jawa biasa.

ArtikelTerkait

5 Kosakata Bahasa Jawa Khas Orang Pati yang Sulit Dimengerti Orang Demak

5 Kosakata Bahasa Jawa Khas Orang Pati yang Sulit Dimengerti Orang Demak

14 Februari 2024
mengurangi nafsu belanja online shop ongkir paket jawa ke luar jawa mahal orang luar jawa tak dapat gratis ongkir mojok.co

Gratis Ongkir Belanja Online? Orang Luar Jawa Can’t Relate

18 Juli 2020
3 Hal yang Perlu Dipahami Orang Bojonegoro yang Hendak Merantau ke Kediri agar Mudah Beradaptasi

3 Hal yang Perlu Dipahami Orang Bojonegoro yang Hendak Merantau ke Kediri agar Mudah Beradaptasi

11 September 2023
Menebak Asal-usul Istilah 'Udan Kethek' untuk Menyebut Fenomena Hujan Saat Panas hujan monyet terminal mojok.co

Menebak Asal-usul Istilah ‘Udan Kethek’ untuk Menyebut Fenomena Hujan Saat Panas

17 September 2020
Wakatobi Kejutan yang Menyenangkan bagi Orang Jawa (Unsplash.com)

Wakatobi Menawarkan Kejutan yang Menyenangkan bagi Orang Jawa

10 Agustus 2022
Tembang Macapat Lagu Bahasa Jawa untuk Memanggil Setan (Unsplash)

Tembang Macapat Adalah Lagu Pemanggil Setan. Sebuah Kesalahan yang Selalu mengiringi Budaya dan Bahasa Jawa

4 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.