Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bagong, Anak Ragil Semar yang Paling Frontal dalam Menyampaikan Kritik

Bimo Suryo Kumoro oleh Bimo Suryo Kumoro
1 Agustus 2020
A A
bagong punakawan mojok

bagong punakawan mojok

Share on FacebookShare on Twitter

“Candrane Gara-gara, bumi gonjang-ganjing langit gumarang tangise bumi klawan langit. Tangise bumi sedina lindhu kaping pitu njalari kawula padha tintrim. Sireping gara-gara sinarengan jumedhule Punakawan yaiku Ki Lurah Semar miwah para putra, ingkang sami gegojegan wontening ngara-ara amba…”

Ketika menonton wayang, seringkali terdengar kidung dari sang dhalang seperti syair di atas. Penggambaran kekacauan dunia akibat musibah yang seketika hilang dengan munculnya Punakawan pada adegan selanjutnya.

Punakawan adalah sebutan bagi empat tokoh wayang yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Tugas mereka adalah mengikuti bendara atau majikan mereka ketika bertugas keluar istana. Biasanya mereka mengikuti para kesatria baik-baik seperti Arjuna, Abimanyu, Rama, Lesmana dan semacamnya.

Punakawan akan memberikan hiburan kepada bendaranya dalam perjalanan. Adegan ini digunakan sebagai ice-breaking sang dhalang kepada para penonton agar tidak bosan ketika menonton wayang semalam suntuk. Namun di era kekinian tugas mereka juga diemban oleh Cangik dan Limbuk yang oleh beberapa dhalang ditambahi pelawak lagi atau bahkan ikut dimeriahkan dengan organ tunggal.

Salah satu punakawan yang kini terkenal adalah Bagong. Sebenarnya sudah dari dulu sih terkenal. Namun berkat meluasnya tayangan wayang yang disiarkan melalui live streaming di YouTube, kini pamornya meroket ke khalayak yang lebih luas.

Bagong sendiri adalah anak ragil dari Semar yang tercipta dari bayangan Semar. Sebelum Semar turun ke bumi untuk menjadi abdi para kesatria dari tanah Jawa, ia memohon kepada Sang Hyang Tunggal untuk diberikan teman selama bertugas di tanah Jawa. Lalu Sang Hyang Tunggal mengabulkannya dengan mencipta sesosok manusia yang berasal dari bayangan Semar.

Di era pedhalangan jaman dahulu, tokoh ini jarang mendapatkan porsi tampil yang banyak. Hal itu semata karena ia digambarkan sebagai tokoh yang terlihat bodoh dan kekanak-kanakan. Para dhalang saat itu lebih menonjolkan tokoh Petruk karena kemampuannya dalam nembang dan njoged . Pun banyolan Petruk sendiri adalah banyolan yang general. Berbeda jauh dengan banyolan Bagong yang sesuai dengan karakternya, loss.

Namun sekarang tokoh ini seakan menjelma sebagai bintang kelir dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos. Tercatat beberapa dhalang kondang seperti Ki Seno Nugroho, Ki Cahyo Kuntadi, Ki Syukron Suwondo, Ki Hadi Sugito (alm.) dan beberapa nama lainnya menjadikannya sebagai bintang dan pelontar kritik wong cilik khas dengan gaya frontal, jujur, blaka,dan apa anane.

Baca Juga:

Bus Bagong, Bus Blitar-Malang Paling Yahud Penyelamat Orang-orang yang Kepepet

Sabda Palon, Sebuah Perjanjian Antara Syekh Subakir dengan Mbah Semar

Kalimat khas macam “Ha piye senggel pa iye..”, “Aku ki cen embuh e..” dan “udhuuss..!” adalah gambaran bagaimana kelucuan Bagong dengan wataknya yang apa adanya. Omongannya pun sederhana seperti bahasa yang digunakan sehari-hari. Namun dapat membuat banyak orang terpingkal-pingkal.

Banyak lakon seperti Bagong mBangun Desa, Bagong Kembar, Bagong Pandhita, dan lain sebagainya yang terasa lebih fresh dan tidak terlalu formal dibandingkan dengan lakon wayang secara pakem .

Bahkan dalam dua tahun terakhir banyak para reuploader mengunggah kompilasi tentang Bagong. Masyarakat memandang Bagong adalah corong suara mereka dalam menyuarakan keresahan. Tokoh inilah yang membuat sambatan wong cilik menggedor telinga penguasa.

Wujud fisik Bagong pun memiliki arti yang dalam. Bagong punya mata yang besar dan mulutnya yang ndower. Itu adalah lambang bahwa masyarakat selalu mengawasi para penguasa dan tak henti-hentinya mengingatkan jika penguasa tersebut lupa akan tugasnya

Sikapnya selalu berpegang teguh dengan kebenaran. Sekelas Kresna, Arjuna, Werkudara bahkan para dewa pun ketika salah akan selalu ditrabas bahkan dengan perkelahian. Tentunya dengan perang gaya khas Bagong yaitu awur-awuran dan diajak bergulingan di tanah. Gaya bertarung itu adalah tanda bahwa ada saatnya penguasa harus berada di bawah agar ingat siapa yang mereka wakili.

Suara Bagong pun juga memiliki arti. Bagong berbicara dengan suara sengau, nembang pun tak enak didengar. Namun suara sengau itu menggambarkan kritik yang tidak enak didengar. Namun dampak dari kritik pasti akan berguna bagi yang dikritik.

Bagong selalu menjadi pelipur lara dan pengasuh para kesatria yang menjadi majikannya. Ternyata hal itu berperan sebagai sarana penyampaian kritik yang tepat sasaran namun tidak melukai perasaan yang dikritik. Itulah yang bisa dikatakan sebagai kritik yang baik. Namun seperti kata Bagong, nek sing disemoni (disinggung) ra krasa ya uwis lah wis embuh aku.

Itulah beberapa deskripsi dan hal yang bisa kita teladani dari tokoh ini. Pewayangan selalu memberikan pesan moral yang dalam. Itu menurut saya lho, embuh nek kalian~

BACA JUGA Surat dari Korawa untuk para Pengagum Pandawa.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2020 oleh

Tags: bagongpunakawansemar
Bimo Suryo Kumoro

Bimo Suryo Kumoro

Seorang mahasiswa paruh waktu.

ArtikelTerkait

Bus Bagong, Bus Blitar-Malang Paling Yahud Penyelamat Orang-orang yang Kepepet

Bus Bagong, Bus Blitar-Malang Paling Yahud Penyelamat Orang-orang yang Kepepet

22 November 2023
bahasa jawa krama inggil syekh subakir jawa tumbal ki semar mojok

Sabda Palon, Sebuah Perjanjian Antara Syekh Subakir dengan Mbah Semar

24 Oktober 2020
Agama Kapitayan, Agama Asli Penduduk Jawa Kuno Berguru kepada Semar MOJOK.CO

Agama Kapitayan, Agama Asli Penduduk Jawa Kuno: Berguru kepada Semar

7 Agustus 2020
sabda palon naya genggong jayabaya ramalan sosok mojok

Menguak Kebenaran Sosok Sabda Palon dan Naya Genggong

29 September 2020
Tadah, Pradah, lan Ora Wegah_ Tiga Kunci Hidup Tentram dari Mbah Semar MOJOK.CO

3 Kunci Hidup Tentram dari Mbah Semar: Tadah, Pradah, lan Ora Wegah

10 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.