Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Atasi Kaum Apatis, BPS Terapkan Sensus Penduduk Online 2020

Rezky Yayang Yakhamid oleh Rezky Yayang Yakhamid
14 November 2019
A A
Atasi Kaum Apatis, BPS Terapkan Sensus Penduduk Online 2020
Share on FacebookShare on Twitter

Adakah di antara kaum mojokiyah yang apatis, tidak mengenal lingkungan sekitar? Anak rumahan atau borjuis yang tinggal di apartemen mewah? Tidak ada alasan bagi kalian sekalian untuk “mangkir” dari panggilan sensus! Sebelumnya, mungkin ada yang belum tahu sensus? Apa sih? Sensus di Mojok yang bahas survei-survei sederhana, ya? Bukan-bukan. Ini tuh bakal lebih gede urusannya buat Indonesia Raya kalau kalian nggak berpartisipasi.

Apa sih Sensus? Kok Sepertinya Nggak Penting-Penting Amat?

Menurut Undang-Undang RI No.16 Tahun 1997 Pasal 1,

Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu.

Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi pada saat tertentu.

BPS sendiri saat ini menyelenggarakan 3 jenis sensus, yaitu Sensus Penduduk (SP) yang dilaksanakan pada tahun berakhiran 0, Sensus Pertanian (ST) yang dilaksanakan pada tahun berakhiran 3, dan Sensus Ekonomi (SE) yang dilaksanakan pada tahun berakhiran 6. Ketiga sensus tersebut dilakukan dengan jeda waktu 10 tahun sekali dengan alasan waktu, biaya, dan tenaga.

Aku Sibuk Nih, Boleh Skip Sensus Nggak?

Perlu hadirin pembaca setia Mojok ketahui, sensus adalah wajibun hukumnya bagi setiap Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Indonesia—atau bahasa kerennya “Penduduk Indonesia”, untuk berkontribusi membantu BPS minimal menjadi responden yang baik loh. Eh Beneran? Kalau nolak petugas sensus gimana? Aku ansos soalnya. Haraaaam!!! Hal itu sudah jelas-jelas termaktub dalam UU RI No.16 Tahun 1997.

Pasal 27

Setiap responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan.

Baca Juga:

Lolos Seleksi Mitra BPS Belum Tentu Dapat Kerja dan Digaji, Jangan Senang Dahulu!

Gudang Garam Surya Akan Selalu Jadi Rokok Nomor 1 di Jawa Timur

Pasal 38

Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

Pasal 39

Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah mencegah, menghalang-halangi, atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Mengapa Harus Berpartisipasi?

Pertama, sebab sejatinya sensus adalah hajatan besar bangsa Indonesia (selain pemilu) yang melibatkan seluruh penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Mindanau sampai pulau Rote. Hajatan besar ini tentu memerlukan biaya yang tak sedikit. Oleh karena itu, masa sih uang pajak kita yang terkumpul dalam APBN untuk keperluan sensus (keperluan kita) lalu kita sia-siakan? Tidak etis dong, katanya cinta Indonesia? Katanya NKRI harga mati? Cuma ditanya-ditanya paling lama 15 menit doang aja, mau ilang-ilangan?

Kedua, Sensus Penduduk salah satu event yang ditunggu-tunggu. Kalau pemilu 5 tahun sekali, bahkan bisa 2 tahun sekali jika Pilpres dan Pilkada tidak dilakukan bebarengan, maka Sensus Penduduk seperti yang sudah dijelaskan di awal adalah 10 tahun sekali! Kalau 10 tahun lalu kalian inget Sensus Penduduk saat masih unyu-unyu jadi anak SMA yang bebannya cuma PR aja, harusnya 2020 ini udah punya momongan dong? Hehehe.

Ketiga, mengakuratkan survei. Karena masalah waktu, biaya, dan tenaga, tidak mungkin dong setiap tahun diadakan sensus? Yang ada pegawai BPS pada resign. Eitts, tapi jangan khawatir. Kondisi perstatistikan dan data-perdataan Indonesia tetap aman kok di tangan BPS. Caranya? Apalagi kalau bukan survei. Survei yang dilakukan BPS ini bukan sembarang survei seperti yang kita lakukan di story Instagram ya. Survei ini harus dilakukan dengan metodologi yang baik agar sampel acak yang terambil dapat merepresentasikan keadaan Indonesia sesungguhnya. Nah, metodologi survei (sampling) tersebutlah yang membutuhkan data sensus, (gampangannya) sebagai ancer-ancer untuk pengambilan sampel.

Keempat, Satu Data Indonesia. Berbeda dari sensus-sensus sebelumnya, BPS pada tahun 2020 berusaha menciptakan sensus agar tercipta satu data Indonesia melalui kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri melalui data registrasi dan administrasi penduduk (NIK). Jadi, jika sebelumnya sensus berbasis orang yang ditanyai satu-satu, kali ini sensus berbasis data registrasi (NIK). Hal ini dikarenakan beberapa hal seperti perpindahan (migrasi) yang cepat, biaya mahal, dan lain sebagainya.

Inovasi BPS untuk Sensus Penduduk 2020

Berkaca dari Sensus Penduduk 2010 lalu, yaitu adanya masalah non-response rate yang sangat besar khususnya penduduk yang tinggal di daerah perumahan elite dan apartemen, maka BPS pada SP2020 ini menggunakan Sensus Online. Sasarannya tentu masyarakat apatis yang dunianya “maya”. Anak-anak muda kaum mileneal, pelajar, hingga mahasiswa juga turut menjadi targetnya. Sensus Online ini sudah ditetapkan waktu pelaksanaannya satu setengah bulan yaitu 15 Februari 2020 sampai dengan 31 Maret 2020. Nantinya masyarakat akan diarahkan untuk mengisi kuesioner secara mandiri berbasis CAWI (Computer Aided Web Interviewing) di sensus.bps.go.id

Selain mengadakan Sensus Online, mengingat banyak daerah terpencil yang tidak terjangkau internet, maka BPS juga akan tetap menyelenggarakan Pencacahan Penduduk Offline yang dilaksanakan sekitar bulan Juni atau Juli 2020. Pencacahan ini ditujukan untuk masyarakat yang tidak mengisi sensus secara online. Metodenya yaitu dengan menggunakan CAPI (berbasis smartphone) dan PAPI (berbasis kertas). Seperti yang dilakukan pada sensus sebelumnya, pencacahan ini dilakukan dengan mendatangi dari pintu ke pintu (door-to-door). Jadi, jangan lupa siapkan teh hangat buat petugasnya, ya. Hehehe.

BACA JUGA Kampung PNS dan Pudarnya Pesona Merantau atau tulisan Rezky Yayang Yakhamid lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 November 2019 oleh

Tags: BPSSensus Penduduk
Rezky Yayang Yakhamid

Rezky Yayang Yakhamid

Tukang ngolah data, juga suka bermatematika.

ArtikelTerkait

Miskin, tapi Bahagia, Tetap Saja Miskin

Mantra Jogja Bilang Miskin asal Bahagia, tapi Tetap Saja Miskin

25 Januari 2023
Lolos Seleksi Mitra BPS Belum Tentu Dapar Kerja dan Digaji, Jangan Senang Dahulu! Mojok.co

Lolos Seleksi Mitra BPS Belum Tentu Dapat Kerja dan Digaji, Jangan Senang Dahulu!

23 Desember 2023
Derita yang Saya Rasakan Saat Jadi Petugas Sensus Regsosek Terminal Mojok

Derita yang Saya Rasakan Saat Jadi Petugas Sensus Regsosek

1 Desember 2022
Urug-Urug Udan Gedhe, Sinyal Hujan Datang Orang Pantura curah hujan

5 Provinsi dengan Curah Hujan Tertinggi di Indonesia

29 Desember 2022
5 Provinsi di Indonesia yang Paling Tidak Bahagia terminal mojok.co

5 Provinsi di Indonesia yang Paling Tidak Bahagia

4 Januari 2022
data bps

Pegawai BPS akan Senang Jika Datanya Laris Manis

14 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Fakta Menarik tentang Kebumen yang Tidak Diketahui (Unsplash)

Liburan di Kebumen Itu Aneh, tapi Justru Bisa Jadi Pilihan yang Tepat buat Kita yang Muak dengan Kota Besar

10 Maret 2026
Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

10 Maret 2026
Vespa Matic Dibenci Banyak Orang, Hanya Orang Bodoh yang Beli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor (Bagian 2)

11 Maret 2026
4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap Mojok.co

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap

9 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

11 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.