Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Derita yang Saya Rasakan Saat Jadi Petugas Sensus Regsosek

Yudhi Nur Prasetyo oleh Yudhi Nur Prasetyo
1 Desember 2022
A A
Derita yang Saya Rasakan Saat Jadi Petugas Sensus Regsosek Terminal Mojok

Derita yang Saya Rasakan Saat Jadi Petugas Sensus Regsosek (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Rumah kalian sudah didatangi petugas sensus Regsosek? Memang sudah berlalu sih waktu pendataannya, terakhir pendataan pada 14 November 2022 lalu, tapi coba ingat-ingat, sudah pernah ketemu petugas sensus ini?

“Ini datanya buat apa, ya? Jangan-jalan mau dijual lagi datanya?!”

ADVERTISEMENT

Eh, sebentar, kalau kalian sampai ada yang kepikiran kayak gitu, izinkan saya menjelaskan sedikit soal program ini. Jadi, saya adalah salah seorang petugas lapangan Regsosek. Aduh, susah ya namanya. Regsosek ini kepanjangan dari registrasi sosial ekonomi. Dikutip dari laman bps.go.id, pendataan Regsosek adalah pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan. Dalam pidatonya beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa kegiatan sensus ini salah satu tujuannya agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan ada pembaruan data ekonomi masyarakat.

Tapi tujuan saya menulis ini bukan untuk ngomongin A-Z program sensusnya, melainkan pengalaman saya saat menjadi petugas sensus Regsosek. Lebih khusus lagi penderitaan alias hal-hal nggak enak yang saya alami sewaktu menjadi petugas sensus, sih.

Jadi gini, saya sudah mendata kurang lebih 350 KK selama program Regsosek ini berlangsung. Sudah tahu ya kalau kegiatan pendataan tersebut dilakukan dengan cara door to door. Saya bertamu ke ratusan rumah dan bertemu dengan banyak orang dari latar sosial beragam, mulai dari masyarakat yang tergolong miskin hingga masyarakat yang masuk dalam kategori menengah sampai kaya.

Tempo hari saya mendata salah satu rumah yang masuk dalam kategori kaya dengan dua mobil terparkir di halaman rumahnya. Saya pun datang dan memperkenalkan diri seperti biasa serta menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan. Kebetulan waktu itu saya dipersilakan masuk dengan ramah oleh ibu pemilik rumah.

Ketika saya meminta KK untuk menuliskan nomor KK, tiba-tiba suaminya keluar dari dalam rumah dan menanyakan kenapa saya minta nomor KK mereka. Saya pun menjelaskan panjang lebar, eh terus si bapak itu tiba-tiba menolak dengan tegas untuk memberikan nomor KK dong dengan alasan tahun depan sudah masuk tahun politik. Blio takut identitasnya disalahgunakan. “Ngapain minta-minta identitas? Kan data kami sudah ada di pemerintah. Buat apa ada e-KTP? Nanti data kami dijual lagi!” begitu kira-kira marah si bapak.

Ha mbok bayangkan. Saya yang cuma seorang petugas sensus lapangan dengan gaji nggak seberapa dan kondisi badan yang sudah capek seharian muter-muter dari satu rumah ke rumah lain, eh kena semprot begitu. Apa nggak tambah mumet?

Baca Juga:

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Nafkah, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka

Baca halaman selanjutnya

Saya pernah mendatangi rumah yang penghuninya bekerja sebagai customer service…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2022 oleh

Tags: petugas sensusRegsoseksensusSensus Penduduktukang sensus
Yudhi Nur Prasetyo

Yudhi Nur Prasetyo

Hidup seperti kunang-kunang padam.

ArtikelTerkait

nama anak indonesia diambil dari nama 25 nabi islam muslim indonesia sensus penduduk 2020

Dua Nama Anak yang Diprediksi Paling Jarang Muncul di Sensus Penduduk 2020

9 April 2020
Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap Intel (Unsplash)

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

5 Juli 2026
6 Skill yang Wajib Dikuasai oleh Petugas Sensus Terminal Mojok

6 Skill yang Wajib Dikuasai oleh Petugas Sensus

19 Mei 2022
Sensus Penduduk 2020 Laki-laki Lebih Banyak, Ini Rekomendasi untuk Sadboys Terminal Mojok

Sensus Penduduk 2020: Laki-laki Lebih Banyak, Ini Rekomendasi untuk Sadboys

24 Februari 2021
3 Hal yang Perlu Kamu Lakukan ketika Didatangi Petugas Sensus Terminal Mojok

3 Hal yang Perlu Kamu Lakukan ketika Didatangi Petugas Sensus

16 Mei 2022
5 Profesi yang Boleh Kepo Agama Orang Lain

5 Profesi yang Boleh Kepo Agama Orang Lain

26 Mei 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya Mojok.co

Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya

19 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.