Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Asumsi Bangkalan Madura Nggak Butuh Gramedia itu Keliru, Kabupaten ini Tetap Butuh, kok!

Siti Halwah oleh Siti Halwah
14 September 2025
A A
Asumsi Bangkalan Madura Nggak Butuh Gramedia itu Keliru, Kabupaten ini Tetap Butuh, kok!

Asumsi Bangkalan Madura Nggak Butuh Gramedia itu Keliru, Kabupaten ini Tetap Butuh, kok!

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari yang lalu, saya sempat membaca artikel di Terminal Mojok tentang alasan mengapa Gramedia sebaiknya nggak perlu membuka cabang di Bangkalan Madura. Salah satu alasannya sih, karena si penulis berasumsi kalau Gramedia nggak bakalan laku di sini. Padahal, menurut saya pemikiran seperti itu sangatlah keliru.

Sebagai orang yang lahir, tumbuh besar, hingga mengenyam pendidikan kampus di Bangkalan Madura, saya merasa bahwa keberadaan Gramedia di Bangkalan Madura ini penting banget. Bahkan bisa dibilang sangat dibutuhkan. Saya akan mengemukakan beberapa alasannya yang bakalan mematahkan asumsi penulis sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Nggak ada toko buku besar di Bangkalan

Asumsi kalau Gramedia di Bangkalan Madura nggak bakalan laku itu menurut saya kebablasan. Pasalnya, di Bangkalan Madura ini sampai sekarang masih belum ada satu pun toko buku besar yang memadai. Rata-rata hanya outlet kecil yang menjual buku spesifik saja. Nggak ada buku-buku terbitan terbaru atau buku-buku terbitan luar negeri.

Makanya, kalau Gramedia sampai buka cabang di Bangkalan, pasti bakalan laku. Nggak ada persaingan, nggak ada musuh. Percaya deh, sama saya.

Gramedia bisa jadi perantara untuk meningkatkan minat literasi

Bagi saya, minat literasi orang Bangkalan Madura itu rendah ya karena memang nggak ada media dan perantaranya. Gimana mau kenal literasi sejak dini, kalau sarananya saja minim. Perpustakaan daerah Bangkalan kurang sosialisasi dan keberadaannya kurang menarik minat anak-anak dan orang dewasa. Tentu, bakalan lain ceritanya kalau ada toko buku seperti Gramedia.

Nah, salah satu alasan paling masuk akal mengapa Gramedia di Bangkalan Madura itu penting adalah karena menurut saya ia bisa menjadi perantara orang-orang Bangkalan untuk meningkatkan minat literasinya. Sebagai orang asli sini, saya menyadari bahwa berharap pada pemerintah untuk mengambil peran dalam mengembangkan literasi di Bangkalan Madura ini kayaknya sia-sia belaka. Makanya, saya ingin pihak swasta masuk dan mengambil alih peran ini.

Gramedia tentunya memiliki berbagai terbitan buku-buku terbaru. Belum lagi, Gramedia juga sering mengadakan book tour dan temu para penulis dari berbagai kalangan dan genre buku. Hal inilah yang bakalan menarik banyak minat orang-orang Bangkalan Madura pada dunia literasi.

Prosesnya memang nggak bakalan cepat, tapi jika hal ini benar-benar terjadi, maka tanda jasanya Gramedia tentu bakalan dikenang seumur hidup. Meninggalkan jejak yang membekas dalam ingatan berbagai generasi. Makanya, ayo segera buka outlet di Bangkalan!

Baca Juga:

Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

Bangkalan Plaza bisa kembali ramai

Jika alasan terbesar mengapa Gramedia enggan buka cabang di Bangkalan Madura adalah karena takut bermasalah dengan lahan parkirnya, maka saran saya adalah bukalah cabang di Bangkalan Plaza.

Bangkalan Plaza adalah satu-satunya mal terbesar yang ada di Bangkalan Madura. Namun sayangnya, ia kini dalam kondisi seolah hidup segan, tapi mati tak mau. Bahkan, pemerintah daerah Bangkalan sampai harus memindahkan beberapa kantor pemerintahannya ke lantai tiga gedung tersebut untuk menghidupkannya kembali. Meskipun, tetap saja nggak banyak membantu.

Sebenarnya sih, saya berharapnya ada bioskop di sana biar kesannya kayak mal-mal di kota-kota besar gitu. Tapi, harapan tersebut kayaknya nggak bakalan terealisasi, deh. Makanya, saya kini mengalihkan harapan besar ini pada Gramedia.

Jika Gramedia buka cabang di Bangkalan Madura dan diletakkan di Bangkalan Plaza, maka Bangkalan Plaza akan bisa kembali ramai. Pelan-pelan, anak-anak muda Bangkalan bakalan berdatangan ke sana untuk sekadar hunting buku atau melihat berbagai printilan buku di sana. Apalagi kalau di barengi dengan buka workspace, pasti bakalan selalu jadi tujuan utama buat nongkrong.

Sebagai orang Bangkalan Madura, saya lebih suka belanja buku di sini daripada harus ke Surabaya

Asumsi bahwa orang Bangkalan Madura lebih suka beli buku di Surabaya menurut saya agak keliru. Meskipun terkesan dekat, Surabaya tetap saja jauh, ia berada di luar Pulau Madura. Saya dan teman-teman saya yang kuliah di Bangkalan Madura sangat merasa kesulitan ketika mencari berbagai buku karena harus menyeberang ke pulau sebelah. Ribet, buang-buang tenaga, uang, dan tentunya bikin capek. Saya pernah merasakannya dan berharap generasi di bawah saya nggak akan mengalami hal yang sama.

Meskipun kini ada teknologi bernama online shop, tetap saja suasana berbelanja di toko buku, melihat berbagai terbitan buku terbaru, berkeliling mencari-cari buku yang diinginkan sambil membaca sinopsisnya, adalah momen-momen yang nggak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi terbarukan sekalipun.

Oleh karena itulah, saya berharap Gramedia segera membuka outletnya di sini, di Bangkalan Madura. Bahkan kalau perlu, tahun ini juga harus terealisasi! Amiiin.

Penulis: Siti Halwah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kalau Memang Ingin SDM Madura Meningkat, Langkah Awal yang Harus Dilakukan Adalah Meningkatkan Jumlah Toko Buku

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 September 2025 oleh

Tags: bangkalan maduragramediaKabupaten Bangkalantoko buku di madura
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Sebenarnya Lebih Mirip UIN daripada Universitas Negeri Biasa. Bikin Mahasiswa Pengin Insaf Tiap Masuk Gerbang Kampus

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Lebih Mirip UIN daripada Universitas Negeri Biasa, Bikin Mahasiswa Insaf Tiap Masuk Gerbang Kampus

5 Februari 2024
Madura Tidak Akan Muncul sebagai Kandidat Ibu Kota Jawa Timur, Dilirik Saja Tidak toko buku

Kalau Memang Ingin SDM Madura Meningkat, Langkah Awal yang Harus Dilakukan Adalah Meningkatkan Jumlah Toko Buku

25 Agustus 2023
Surabaya Lebih Jago Memanfaatkan Jembatan Suramadu daripada Bangkalan Madura Mojok.co

Surabaya Lebih Jago Memanfaatkan Jembatan Suramadu daripada Bangkalan Madura

14 April 2024
Alun-Alun Bangkalan Madura Sudah Waktunya Direnovasi karena Mirip Taman yang Tak Terurus

Alun-Alun Bangkalan Madura Sudah Waktunya Direnovasi karena Mirip Taman yang Tak Terurus

5 Juli 2024
Bangkalan Madura Adalah Pilihan Paling Tidak Rasional untuk Menempuh Pendidikan Tinggi, Bukannya Belajar Malah Jadi Kader Partai UTM

Ironi Bangkalan Madura: Miskin Kotanya, Sejahtera Pejabatnya

20 Maret 2024
Sederet Keanehan di Balik Bus Trans Bangkalan yang Telah Berhenti Beroperasi Mojok.co

Sederet Keanehan di Balik Bus Trans Bangkalan yang Telah Berhenti Beroperasi

10 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026
Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah Mojok.co

Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah

26 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Orang yang Bilang Indomie Warkop Lebih Enak Itu Aneh, Beneran

22 Juni 2026
Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

23 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.