Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Artikel Balasan: Gagasan Penambahan Masa Jabatan Presiden Jadi Tiga Periode Itu Salah dan Patut Diributkan

Muhammad Rayhan Nanda oleh Muhammad Rayhan Nanda
18 Juni 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Untuk Mas Firdaus Deni Febriansyah, mohon maaf sebelumnya, tapi saya tidak setuju dengan tulisan Anda yang berjudul “Nggak Ada Salahnya kalau Akhirnya Jabatan Presiden Jadi Tiga Periode”. Menurut saya cara berpikir Anda terlalu kaku dan cenderung ngegampangin sesuatu. Apalagi di saat Anda mengatakan kalau penambahan masa jabatan presiden tidak harus diributkan. No offense ya Mas, tapi masalah ini memang harus kita ributkan, bukan untuk menciptakan kegaduhan, tapi untuk kebaikan kita bersama.

Saya mengerti dengan pola pikir Mas yang antimainstream. Akan tetapi, saya tidak bisa memaklumi bagaimana cara Mas bisa menggampangkan sesuatu yang seharusnya sudah menjadi concern kita bersama. Mungkin Mas sudah lupa dengan gaya pemerintahan otoriter ala Orde Baru, atau kerusuhan yang terjadi pada 1998. Namun, masyarakat masih ingat dan tidak ingin mengulangi neraka yang sama yang terjadi akibat dari penyalahgunaan kekuasaan.

Kalau buat Mas, penambahan masa jabatan presiden itu tidak ada salahnya, ya fine-fine saja karena itu adalah opini Mas sendiri. Lagi pula konstitusi kita mengatur mengenai kebebasan mengeluarkan hajat pendapat. Akan tetapi, yang menjadi permasalahannya adalah sering kali pendapat seseorang menggiring opini publik ke arah yang salah. Saya hanya tidak ingin masyarakat menjadi menggampangkan sesuatu yang padahal hal itu sangat berpengaruh bagi mereka di kemudian hari.

Bukannya mau menceramahi atau merasa sok lebih pintar, saya sekadar sharing mengenai pendapat saya soal mengapa penambahan masa jabatan presiden memang patut untuk diributkan. Berikut adalah pendapat saya.

#1 Penolakan Presiden

Pada statement pertamanya, Jokowi sudah mengatakan bahwa dia tidak ingin menjabat selama tiga periode. Bukan sampai di situ saja, bahkan ia mengatakan bahwa motif orang-orang yang ingin dirinya menjabat selama tiga periode adalah untuk menjerumuskan dirinya. Ia juga mengatakan bahwa orang-orang itu ingin cari muka dan seakan-akan menampar mukanya dengan mengusulkan hal tersebut. Bayangkan saja bagaimana bisa seorang pendukung menampar muka panutannya sendiri. Alih-alih dapat nasi bungkus, yang ada mereka malah dibungkus dan dimasukkan penjara akibat menyerang presiden.

Pakde Jokowi juga menyatakan ketidaktertarikannya menjabat selama tiga periode dalam statement kedua yang ia berikan. Kali ini ia lebih tegas dengan mengatakan bahwa konstitusi sudah mengamanatkannya dua periode dan itu yang akan ia jalani.

Hal ini membuat saya bertanya-tanya mengapa bisa para elite politik masih bersikeras dengan usulannya untuk menambah masa jabatan presiden yang mana pak presidennya sendiri sudah menolaknya mentah-mentah. Hal ini menimbulkan pertanyaan lain mengenai apa sebenarnya yang direncanakan oleh para elite politik dengan mengusulkan hal tersebut. Apa untuk melanggengkan kekuasaan yang akan bertahan selama bertahun-tahun? Saya tidak ingin suuzan. Namun, yang saya tau adalah bahwa yang paling diuntungkan dari usulan ini adalah orang-orang di lingkaran kekuasaan presiden, yang mana adalah para elite politik tadi.

Yuk, kita kawal terus, yuk.

Baca Juga:

Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

Rumah Pribadi Jokowi di Solo Memang Cocok Jadi Destinasi Wisata Baru

#2 Masalah dalam amandemen

Kalau Mas Firdaus Deni Febriansyah kekeuh dengan pendapatnya mengenai amandemen yang sah-sah saja jika ingin dilakukan, saya di sini ingin mengatakan hal sebaliknya mengenai amandemen yang sangat janggal apabila dilakukan.

Biar saya jelaskan mengapa saya bisa mengatakan hal tersebut.

Amandemen konstitusi biasanya tidak terjadi dalam situasi hampa aktivitas politik seperti sekarang ini. Akan tetapi, amandemen bisa terjadi jika ada perubahan aktivitas politik yang luar biasa, seperti pada saat reformasi. Kalau kita hanya melihat suatu pasal sebagai benda mati atau teks yang kegunaannya hanya untuk dibaca, kita dapat mengatakan bahwa amandemen dapat dilakukan kapan saja dan dalam keadaan apa saja tanpa ada sedikit pun kontroversi mengenai hal tersebut. Akan tetapi, pada kenyataannya kita sedang membicarakan hukum dan politik, yang mana lazimnya amandemen biasa dilakukan jika ada aktivitas politik yang luar biasa terjadi di suatu negara.

Sekarang saya tanya, apa urgensinya untuk melakukan amandemen ini? Apa untuk alasan stabilitas politik? Atau kesinambungan ekonomi dan pembangunan nasional? Hal tersebut masih bisa kok kita lakukan dengan adanya presiden yang baru, dan nggak harus menambah masa jabatan presiden untuk melakukan hal tersebut. Pergantian presiden bukan berarti program yang sedang berjalan juga harus diganti, kan masih bisa melanjutkan program pemerintah sebelumnya. Yo ndak perlu malu toh, masa mau memimpin negeri gengsi kita yang harus dikedepankan terus?

#3 Cenderung menyalahgunakan kekuasaan

Saya dan Mas Firdaus Deni Febriansyah tentu sepakat menolak kekuasaan presiden yang absolut, hal itu memang nggak keren sama sekali. Namun, saya tetap nggak setuju dengan gagasan menambah satu periode itu nggak masalah. Hey, siapa yang bisa menjamin kalau mereka ini akan berhenti dengan tambahan satu periode saja? Bagaimana kalau satu periode sudah berhasil mereka dapatkan dan mereka menginginkan satu periode lagi? Tidak ada yang bisa menjamin hal tersebut.

Niccolo Machiavelli memandang kekuasaan cenderung dilanggengkan oleh setiap penguasa lewat berbagai cara. Sebagian dari mereka berakhir menjadi tiran, atau menjadi diktator. Pasalnya, mereka merasa sudah mendapatkan segala-galanya, mereka jadi sewenang-wenang terhadap otoritas yang mereka miliki. Pada akhirnya demokrasi akan mati, dan hak rakyat akan dikebiri.

Situasi yang gaduh ini menurut saya adalah momentum yang bagus bagi pakde Jokowi agar dapat menunjukkan konsistensinya dalam mengeluarkan suatu statement. Saya sebagai warga negara yang berharap lebih kepada pakde Jokowi, berharap bahwa bapak dapat terus memegang teguh amanah yang sudah diberikan oleh konstitusi. Tentu kita semua tidak ingin dari kegaduhan yang terjadi akibat gagasan tiga periode ini, berita lama mengenai pakde Jokowi sebagai boneka politik muncul ke permukaan lagi.

Duh.

Sumber Gambar: YouTube Presiden Joko Widodo

BACA JUGA Jokowi Jadi Presiden biar Aman Saat Mengkritik Negara: Sebuah Plot Twist dan tulisan Muhammad Rayhan Nanda lainnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2021 oleh

Tags: JokowiPojok Tubir Terminalpresidentiga periode
Muhammad Rayhan Nanda

Muhammad Rayhan Nanda

Saya adalah mahasiswa hukum yang hobinya dihukum dan dihakimi, penikmat literatur jadul, dan guyonan jenaka para wakil rakyat.

ArtikelTerkait

Ribetnya Punya Dosen Terkenal, tapi Suka Bikin Statement Aneh di Medsos terminal mojok.co

Ribetnya Punya Dosen Terkenal, tapi Suka Bikin Statement Aneh di Medsos

28 Juni 2021
macron jokowi komentar motif mojok

Menebak Alasan Jokowi Merasa Perlu Berkomentar Soal Pernyataan Macron

4 November 2020
racket boys drakor netizen indonesia badminton mojok

Noraknya Netizen Indonesia yang Tersinggung sama ‘Racket Boys’

20 Juni 2021

Duda Muda: Pencapaian Ramashok yang Begitu Dibanggakan

3 Juni 2021
baliho puan maharani branding usang mojok

Puan Maharani, Baliho, dan Branding yang Usang

29 Juli 2021
Dear Pejabat Indonesia, Jangan Memanfaatkan Prestasi Atlet sebagai Poster Kampanye Kalian! terminal mojok.co

Dear Pejabat Indonesia, Jangan Memanfaatkan Prestasi Atlet sebagai Poster Kampanye Kalian!

3 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.