Arti di Balik Nama-nama Unik Tim Sepak Bola J.League

Artikel

Gusti Aditya

Ketika kebanyakan tim di Indonesia, dalam penggunaan nama, banyak mengadopsi lambang daerah dan rasa persatuan, Vietnam meleburkan sponsor-sponsornya, dan Thailand dengan nama besar dari mana mereka berasal, berbeda dengan tim-tim di Liga Jepang atau J.League. Dengan sejarah panjang liga, sempat menjadi “murid” padepokan Galatama, dan tetek bengek lainnya, liga ini menjadi salah satu terbaik di muka bumi, menggunakan prinsip unik dalam pemberian nama.

J.League mendobrak pakem yang biasa ada di sepak bola. Lahir mengadopsi prinsip olahraga paling favorit di sana, baseball, yakni Nippon Professional Baseball (NPB) dengan menjembatani perusahaan dan klub, perlahan J.League meninggalkan hal itu. Pada awal geliat liga profesional mereka, sekitar tahun 1991, agensi iklan ternama bernama Dentsu Advertising pun mereka gandeng. Mereka yang merancang nama, logo, dan beberapa atribut tim-tim yang sebelumnya menggabungkan nama perusahaan dan daerah.

Prinsip mereka menggunakan jasa Dentsu Advertising hanya satu, yakni mengambil pasar global. Nama-nama wangun macam Consadole, Frontale, Bellmare, bermunculan. Bukan tanpa arti, mereka menyimpan doa, kearifan lokal, dan semangat dalam nama tersebut. Dan dalam tulisan ini, saya akan menjelaskan arti nama tim J.League tersebut satu persatu.

#1 Vegalta Sendai

Tulisan “Vegalta” ini mengacu kepada peleburan dua kata yang berhubungan dengan Legenda Tanabata di Jepang, yakni Orihime (Bintang Vega) dan Hikoboshi (Bintang Altair). Dari sana, diambil “Veg” dan “Alta” yang merupakan representasi menjunjung budaya di daerah Sendai.

#2 Consadole Sapporo

Consadole sendiri, yang melintang di sisi bawah, memiliki dua suku kata. Pertama “Konsado” yang merupakan kata “Dosanko” di balik. Donsako artinya adalah orang-orang Hokkaido, lebih meluas ketimbang Kota Sapporo saja. Kedua, kata “ole”, ungkapan khas Spanyol. Dari sini, Consadole merupakan pemberian untuk penduduk Sapporo atau bahkan Hokkaido secara keseluruhan.

#3 Nagoya Grampus

Terdapat lumba-lumba di logo mereka. Lumba-lumba tersebut merupakan gambaran lumba-lumba yang berada di atas Kastil Nagoya. Lumba-lumba tersebut berjenis Risso yang sering diibaratkan Lumba-lumba Biksu. Dan nama latin lumba-lumba ini adalah grampus griseus.

Baca Juga:  Kalau Fans 'Kimetsu no Yaiba' Banyak Dibenci, Itu Memang Beralasan

#4 Cerezo Osaka

Singkat, padat, dan penuh percaya diri. Cerezo merupakan Bahasa Spanyol dari bunga sakura. Dengan itu, tujuan mereka adalah menjadi perwakilan Jepang yang selalu besar, harum, ternama di seluruh penjuru dunia.

#5 Yokohama F. Marinos

Seperti halnya Liverpool di Britania dan Danang di Vietnam, Yokohama merupakan salah satu pusat industri di jepang yang bergerak di bidang pelabuhan. Kota terbesar nomor dua setelah Tokyo, penyematan nama Marinos tidak lain tidak bukan berasal dari terminologi “marine”.

“F” sendiri memiliki arti dari Fluegels, yakni klub sebelumnya sebelum marger, Yokohama Fluegels. Nama itu sendiri adalah serapan dari Bahasa Jerman yang artinya adalah sayap. Hal ini diambil dari sponsor mereka saat itu, salah satu maskapai penerbangan di Jepang.

#6 Urawa Red Diamonds

Berbicara mengenai serapan nama sponsor, Fluegels tidak sendiri. Klub yang berbasis di Saitama ini menyerap dari logo Mitsubishi sebagai sponsor utama mereka, yakni red diamonds.

#7 Kashima Antlers

Sebagaimana arti secara harfiah dalam Bahasa Jepang, Kashima ialah “Pulau Rusa”, maka penyematan nama Antlers dengan arti tanduk rusa. Terdengar begitu ndakik, namun jika ditelisik terdapat benang merah antara pemilihan “Antlers” dan Kota Kashima.

#8 Shonan Bellmare

Tim yang bermarkas di sebelah barat Prefektur Kanagawa, bagian dari Greater Tokyo Area, terdapat klub yang—sama seperti Marinos—mengusung nama besar kota pelabuhan. Belllmare diambil dari Bahasa Italia, yakni “belle mare”. Sebagaimana jika diartikan menjadi kesatuan utuh, artinya adalah “laut yang indah”.

#9 Sanfrecce Hiroshima

Kata Sanfrecce dijadikan simbol semangat oleh tim yang bermarkasi di Hiroshima ini. dengan melibatkan sejarah, Sanfrecce merupakan pengambilan dari Bahasa Jepang dan Italia, yakni “san” dan “frecce” yang jika diartikan tiga anak panah. Tiga anak pahan adalah simbol Kota Hiroshima sebagai tanda jasa kepada para pahlawannya.

Baca Juga:  Alfamart dan Kebijakan Barang Hilang Potong Gaji: Wawancara tentang Kehidupan Pegawai Minimarket

#10 Shimizu S-Pulse

“S” di sini memiliki banyak arti. Dilansir dari situs klub, “S” adalah peleburan dari “socer” dan “Shizuoka”. Klub ini tidak hanya milik Kota Shimizu, namun juga Prefektur Shizuoka secara keseluruhan. Dan “pulse” yang artinya nadi, menggambarkan alur dukungan yang tak terputus untuk mereka.

#11 Sagan Tosu

Banyak melambangkan arti, salah satunya ialah sesuai homofon dialek Jepang ketika mengatakan “batu pasir”. Juga, dilansir dari Wikipedia, dapat diartikan dalam dialek setempat, yakni “Tosu of Saga (Prefecture)” (佐賀ん鳥栖, Saga-n Tosu).

#12 Oita Trinita

Kata “Trinita” diambil dari Bahasa Italia yang berarti trinitas, yakni melibatkan klub, suporter, dan segala yang terlibat di dalamnya.

#13 Vissel Kobe

“Vissel” di sini merupakan peleburan dari “victory” dan “vessel”. Mengapa tersemat kata vessel yang berarti kapal? Hal dikarenakan Kobe terkenal sebagai kota pelabuhan. Dan mereka adalah “anak” dari Kawasaki Steel yang bermain pada Japan semi-pro. Mereka sama-sama disponsori oleh Kawasaki.

#14 Gamba Osaka

Kata “Gamba” memang sangat terdengar berbau Jepang. Padahal, selain merujuk kepada “ganbaru” yang artinya “lakukan yang terbaik”, gamba di sini juga merupakan serapan dari Bahasa Italia yang artinya “kaki”.

#15 Kawasaki Frontale

Tim yang berbasis di Kota Kawasaki, Prefektur Kanagawa ini memiliki tujuan yang jelas, yakni “Frontale”. Kata ini diserap dari Bahasa Italia yang artinya di depan. Ya, tidak hanya Yamaha, Kawasaki pun juga ingin selalu di depan.

Itulah arti nama-nama klub di J.League. Wangun-wangun jebul, ngeri hiri-hiri.

BACA JUGA Menjadi Pemimpin Bedebah Ala Game Simulasi Pemerintahan Tropico 5 dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
13


Komentar

Comments are closed.